kecerdasan buatan

8 Cara Kecerdasan Buatan Mempengaruhi Pengelolaan SDM

Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sering didengar bagi  kalangan penggemar teknologi. AI sendiri adalah cabang dari ilmu komputer yang mempelajari bagaimana suatu mesin dapat bekerja layaknya kecerdasan otak manusia.

Penerapan artificial intelligence ini saat ini sudah banyak digunakan oleh beberapa perusahaan mulai dari makanan, media, hingga dalam ranah perkantoran. Dalam lingkup perusahaan yang memiliki jumlah karyawan yang tidak sedikit ini, teknologi AI dapat memudahkan beberapa prospek kerja seperti halnya pengelolaan SDM.

 

Screening CV

Walaupun screening CV bukanlah tugas yang rumit dan tidak membutuhkan tenaga khusus, hal ini cukup melelahkan jika melakukan screening pada banyak kandidat.

Dengan penerapan artificial intelligence ini dapat membantu tugas divisi HR dengan cara memasukkan informasi yang terdapat dalam CV ke dalam platform AI dan nantinya sistem akan melakukan penyaringan informasi yang dibutuhkan perusahaan. Selain itu, teknologi ini dapat menggali database internal untuk menemukan kandidat yang cocok dengan lowongan pekerjaan baru.

 

Baca Juga: Wajib Tahu! Inilah Perbedaan CV dan Resume

 

Menyederhanakan Orientasi Karyawan

Setelah menyelesaikan proses rekrutmen, sistem AI dapat digunakan untuk merampingkan dan meningkatkan orientasi dan pelatihan karyawan. Sehingga, karyawan baru nantinya dapat dikenalkan ke dalam berbagai aspek yang terdapat dalam perusahaan.

Selanjutnya, artificial intelligence akan memasukkan data mengenai keterampilan, kedekatan, dan keahlian karyawan baru agar dapat proses pelatihan bisa sesuai dengan kebutuhan karyawan.

 

Meningkatkan Program Learning and Development Karyawan

Menurut Direktur Pembelajaran dan Pengembangan Global ON Semiconductor, Elizabeth Greene, ia mengatakan bahwa Departemen Pelatihan dan Pengembangan Karyawan mampu membuat materi dan program pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan karyawan.

Greene juga mengatakan bahwa penerapan kecerdasan buatan dalam implementasi program pelatihan dan pengembangan karyawan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

  • Menyesuaikan program pembelajaran berdasarkan peran pekerjaan, rencana pengembangan, rangkaian keterampilan yang tersedia, tujuan masa depan, dan secara proaktif dapat mengatasi kesenjangan keterampilan yang terjadi
  • Menetapkan tugas dan proyek berdasarkan keahlian karyawan yang terdaftar di seluruh organisasi atau perusahaan melalui program pembelajaran sosial.
  • Mencocokan konten pembelajaran berdasarkan dengan kebutuhan karyawan.
  • Menyediakan chatbots yang dapat diakses oleh seluruh karyawan agar mereka bisa mengajukan beberapa pertanyaan dan menerima tanggapan secara cepat dan otomatis.
  • Melakukan sosialisasi chatbots kepada seluruh pihak agar bisa dipergunakan dengan baik.

 

Sistem AI Sebagai Asisten Pribadi HR

Dengan adanya sistem AI yang dikhususkan bagi para praktisi SDM dapat membantu seluruh pekerjaan HRD yang bersifat kompleks dan memiliki berbagai macam tugas. Sehingga, cara kerja artificial intelligence ini bisa dikatakan sebagai asisten pribadi HR.

Contoh pekerjaan yang bisa dilakukan melalui AI antara lain:

  • Membuat jadwal dan membuat janji pertemuan
  • Mengatur jadwal pertemuan jika dalam suatu hari terdapat jadwal pertemuan lebih dari 1 pihak.
  • Mengatur, melakukan reschedule, dan membatalkan janji pertemuan jika terdapat permintaan dari pengguna.
  • Mengingatkan jika terdapat pertemuan yang harus dihadiri.
  • Menuliskan email yang dipersonalisasikan.

 

Mengotomatisasi Tugas Administrasi

Dengan adanya teknologi Artificial Intelligence dapat mengotomatisasi tugas-tugas administrasi yang bersifat berulang. Seluruh tugas dapat terkoordinasi dengan baik sehingga memberikan hasil yang akurat. 

Contoh artificial intelligence dapat merampingkan dan mengotomatisasi tugas-tugas HRD yang bersifat administrasi antara lain:

  • Mengelola hari libur dan jadwal cuti
  • Mengelola absensi karyawan
  • Menghitung gaji
  • Memberikan penilaian karyawan secara objektif

Seluruh tugas tersebut akan dikerjakan secara otomatis dan memberikan hasil yang akurat. Jika hasil yang diberikan akurat, maka seluruh proses kerja akan dijalankan secara baik dan lancar.

 

Penilaian Karyawan Secara Objektif

Agar meningkatkan kualitas karyawan, setiap periode perusahaan akan melakukan penilaian karyawan. Namun jika penilaian karyawan masih dilakukan secara manual dan perusahaan memiliki jumlah karyawan yang banyak akan membuat proses penilaian tidak berjalan secara efektif. Selain itu, nilai yang dihasilkan tidak bersifat objektif dan tidak berdampak pada peningkatan kualitas karyawan.

Dengan pemanfaatan kecerdasan buatan pada proses penilaian karyawan ini dapat mengefektifkan penilaian karyawan dengan memasukkan beberapa komponen yang terkait sehingga memberikan hasil yang objektif dan akurat.

 

Baca Juga : 5 Tips Dalam Melakukan Penilaian Kinerja Karyawan

 

Analisis Karyawan yang Berkelanjutan

Analisis karyawan yang dilakukan setiap hari, mingguan bahkan bulanan dapat membantu divisi HR untuk menentukan tindakan terbaik untuk meningkatkan kualitas karyawan di masa mendatang. Penggunaan AI ini dapat membantu HR dalam mendeteksi hambatan kerja, mendeskripsikan pekerjaan, dan mengirim karyawan dari satu projek ke projek lainnya.

 

Pengelolaan Kalender dan Jadwal Kerja

Pembuatan jadwal kerja untuk waktu 1 bulan adalah pekerjaan yang harus dilakukan dengan teliti. Karena, pembuatan jadwal kerja diharapkan agar tidak terjadi penumpukan jadwal dalam satu harus dan membagi tugas ke beberapa hari agar meringankan beban pekerjaan.

Untuk itu, AI dapat membantu untuk membuat jadwal kerja yang efektif agar pembagian kerja dapat dilakukan secara merata. Selain itu, karyawan juga akan mendapatkan notifikasi jika terdapat deadline kerja yang harus dikumpulkan atau agenda yang harus mereka hadiri.

 

Pemanfaatan AI ini tentu saja memiliki banyak manfaat yang dapat mengotomatisasi, mengefektifkan, dan mempercepat pengerjaan HRD agar memberikan hasil yang akurat. Dengan pengelolaan karyawan yang dilakukan lebih efektif, tentu saja akan berimbas terhadap kualitas karyawan serta kemajuan perusahaan. Semoga ulasan singkat di atas dapat menambah wawasan Anda!