kuesioner adalah

Kuesioner Adalah: Pengertian, Jenis, hingga Cara Membuatnya 

Anda mungkin pernah melihat kuesioner di berbagai tempat, misalnya seperti survei online atau formulir yang diberikan dalam sebuah penelitian.

Penggunaan kuesioner ini telah dianggap sebagai metode yang efektif dan banyak digunakan dalam berbagai bidang atau konteks. 

Mengapa demikian? Simak artikel ini untuk membahas peran penting kuesioner dalam proses penelitian. Dimulai pemahaman mengenai apa itu kuesioner, jenis-jenis, karakteristik, serta cara membuat kuesioner yang tepat!

 

 

Apa Itu Kuesioner?

Kuesioner adalah metode atau formulir yang berisi sejumlah pertanyaan yang dirancang untuk mengumpulkan informasi atau pendapat dari berbagai orang. 

Metode ini bisa digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari penelitian ilmiah hingga keperluan bisnis.

Tujuan utamanya adalah untuk menghimpun data dari responden, sehingga kita dapat memahami pola pikir mereka tentang suatu topik atau masalah tertentu. 

Biasanya bentuknya berupa daftar pertanyaan tertulis yang dapat diisi oleh responden secara mandiri atau melalui wawancara. 

Setelah data terkumpul, informasi ini dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Misalnya, dalam pengambilan keputusan, atau membuat kesimpulan dalam berbagai bidang seperti penelitian.

Dengan ini, kuesioner adalah alat yang sangat berguna untuk mengumpulkan informasi yang bermanfaat dari banyak orang dalam rangka mencapai berbagai tujuan.

 

Pengertian Kuesioner Menurut Ahli

Setelah mengetahui pengertian kuesioner secara umum, berikut adalah beberapa pengertian kuesioner menurut para ahli:

 

Walgito (1983)

Kuesioner adalah instrumen yang terdiri dari dua bagian. Bagian pertama berisi informasi identitas dan bagian kedua berisi pertanyaan yang digunakan untuk mengumpulkan respon dari responden.

 

Sukardi (1985)

Kuesioner adalah rangkaian pertanyaan atau pernyataan yang harus diisi oleh responden.

 

Nurkancana (1993:43)

Kuesioner adalah metode pengumpulan data dengan menyusun daftar pertanyaan tertulis yang diberikan pada individu untuk mendapatkan respon tertulis.

 

Hendrarno, Sugiyono, dan Supriyo (1987:82)

Kuesioner adalah teknik pemahaman siswa yang melibatkan komunikasi tertulis. Dalam konteks ini, peneliti memberikan sejumlah pertanyaan tertulis yang dijawab secara tertulis juga oleh siswa.

 

Jenis-jenis Kuesioner

Kuesioner sendiri terbagi menjadi empat jenis, yaitu terbuka, tertutup, campuran, dan semi terbuka. Penjelasan mengenai masing-masing keempat jenis adalah sebagai berikut:

 

  • Kuesioner Terbuka

Jenis ini mengharuskan responden untuk memberikan jawaban berupa pendapat atau penjelasan secara bebas dalam kolom kosong yang tersedia.

Kuesioner terbuka sering menjadi pilihan utama ketika peneliti ingin menggali pemahaman yang lebih dalam terkait dengan subjek penelitian.

 

  • Kuesioner Tertutup

Ini adalah jenis yang berisi pertanyaan dengan opsi jawaban yang telah dipersiapkan, seperti pilihan ganda atau daftar pilihan.

Responden hanya memiliki kemungkinan untuk memilih jawaban dari pilihan yang telah disediakan.

Kuesioner tertutup memberikan keuntungan dalam hal kemudahan pengolahan data dan efisiensi waktu dalam proses pengisian.

 

  • Kuesioner Campuran

Kuesioner campuran adalah penggabungan antara pendekatan terbuka dan tertutup.

Dalam metode ini, peneliti dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam sekaligus mengumpulkan data berbentuk angka. 

 

  • Kuesioner Semi Terbuka

Dalam kuesioner semi terbuka, responden dapat memberikan jawaban alternatif jika opsi tidak sesuai.

Hal ini menciptakan respons yang bervariasi, meski mempersulit pengolahan data karena jenis jawaban yang beragam.

Meski terkesan rumit, jenis ini membantu peneliti menggali berbagai perspektif yang lebih beragam.

 

Ciri Kuesioner

kuesioner adalah 1
Kuesioner adalah salah satu bentuk pengumpulan data.

 

Ciri-ciri kuesioner adalah karakteristik yang membedakannya dari metode pengumpulan data lainnya. Tentu saja ciri ini melekat dan dapat kita temukan, adapun cirinya antara lain:

 

  • Keseragaman

Kuesioner memastikan bahwa setiap orang yang mengisi melihat pertanyaan yang sama, sehingga data yang dikumpulkan menjadi seragam.

Sebagai contoh, dalam kuesioner penilaian restoran, semua pelanggan diberikan pertanyaan yang identik untuk menilai pengalaman mereka di restoran tersebut.

 

  • Eksplorasi

Kuesioner yang eksploratif memberikan kebebasan untuk mengajukan pertanyaan tanpa batasan atau tujuan khusus. Hal ini berguna dalam pengumpulan data penelitian yang lebih luas. 

Sebagai contoh, angket digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang bagaimana perempuan rumah tangga mengelola pengeluaran pendapatan mereka.

 

  • Urutan Pertanyaan

Kuesioner mengikuti urutan pertanyaan terstruktur. Hal ini termasuk pertanyaan penyaringan, pemanasan, transisi, dan klasifikasi.

Ini dilakukan untuk mendapatkan lebih banyak respons dan efisiensi dalam pengumpulan data. 

Sebagai contoh, dalam angket tentang kebiasaan belanja, pertanyaan awal mungkin berfokus pada preferensi umum.

Namun, berikutnya diikuti dengan pertanyaan yang lebih spesifik tentang jenis produk yang disukai oleh responden.

 

Kelebihan Kuesioner

Kelebihan kuesioner sebagai alat pengumpulan data adalah memiliki sifat yang fleksibel ,efektif, dan efisien untuk digunakan.

Beberapa kelebihan kuesioner adalah di bawah ini:

  • Proses penyusunan dan pengisian tidak membutuhkan waktu yang lama.
  • Dapat diakses dan diisi secara online melalui formulir, memungkinkan fleksibilitas dalam teknik pengumpulan data.
  • Metode ini efektif untuk mengumpulkan data dalam jumlah besar responden secara efisien.
  • Peneliti tidak harus hadir secara fisik saat responden mengisi kuesioner, memungkinkan pengumpulan data tanpa kehadiran peneliti.
  • Sifatnya yang anonim membuat responden lebih merasa bebas untuk memberikan jawaban yang jujur dan terbuka.

 

Baca Juga: Kuesioner Kinerja Karyawan: Pengertian, Contoh dan Cara Menyusunnya

 

Kekurangan Kuesioner

Selain memiliki beberapa kelebihan, kuesioner juga memiliki beberapa kekurangan.

Kekurangan ini bisa menjadi bahan pertimbangan Anda untuk memilih teknik pengumpulan data yang memang paling relevan:

  • Respons yang diberikan oleh responden tidak selalu bisa dianggap valid sepenuhnya. Hal ini karena mereka bisa saja memberikan jawaban yang tidak jujur.
  • Responden mungkin memberikan jawaban secara sembarangan jika pertanyaan tidak jelas atau sulit dipahami.
  • Responden sering kali tidak memeriksa dengan cermat dan dapat melewatkan beberapa pertanyaan, mengakibatkan data yang tidak lengkap atau tidak akurat.
  • Kuesioner mungkin hanya efektif untuk responden dalam kisaran usia dan tingkat pendidikan tertentu. Kemudian, juga bisa sulit digunakan oleh individu yang memiliki keterbatasan tertentu.

 

Tujuan Kuesioner

Tujuan utama dari kuesioner adalah untuk mengumpulkan informasi atau data dari sejumlah responden. Sehingga mendapatkan sumber atau pemahaman mengenai suatu subjek.

Pertanyaannya pun dirancang untuk memahami apa yang orang pikirkan, rasakan, atau alami terkait dengan suatu topik atau masalah. 

Dengan menggunakan kuesioner, kita dapat mengetahui preferensi, kebutuhan, atau pendapat orang secara lebih luas.

Hasil dari kuesioner ini nantinya membantu dalam membuat keputusan yang lebih baik dalam berbagai hal.

Misalnya, mulai dari penelitian ilmiah, perbaikan atau pengembangan produk dalam bisnis, dan berbagai perencanaan lainnya.

 

Baca Juga: Apakah yang Dimaksud dengan Analisis Data dan Seperti Apa Prosedurnya?

 

Manfaat Kuesioner

Kuesioner memiliki beberapa manfaat penting dalam pengumpulan data. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan angket ini adalah berikut ini:

  • Membantu dalam mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan sebagai dasar untuk merancang hasil penelitian.
  • Data dan informasi yang dihasilkan cenderung memiliki tingkat validitas yang tinggi, sehingga dapat diandalkan dalam analisis.
  • Memungkinkan peneliti untuk memperoleh data perbandingan yang mendalam, yang berguna dalam proses evaluasi.
  • Pertanyaan-pertanyaan telah terstandarisasi, dengan semua responden diberikan pertanyaan yang sama dan urutan yang sama. Hal ini memastikan konsistensi dalam pengumpulan data.
  • Memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang sikap dan pandangan langsung dari responden.

 

Contoh Kuesioner

Ada beberapa contoh kuesioner yang dapat Anda terapkan berdasarkan jenisnya masing-masing. Perhatikan contoh kuesioner di bawah ini:

 

  • Contoh Kuesioner Terbuka

Contoh kuesioner terbuka adalah mengenai “Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran hybrid” dengan pertanyaan berikut ini:

  • Bagaimana perasaan Anda terkait pengalaman pembelajaran hybrid selama semester ini?
  • Bagaimana Anda menghadapi tantangan-tantangan yang mungkin timbul selama pembelajaran hybrid?
  • Apakah ada faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan Anda terhadap pembelajaran hybrid ini?
  • Apakah ada hal-hal tertentu yang menurut Anda perlu diperbaiki atau ditingkatkan dalam pembelajaran hybrid?

 

  • Contoh Kuesioner Tertutup

Contoh kuesioner tertutup mengenai “Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran hybrid” di bawah ini:

 

  • Pembelajaran hybrid memberikan fleksibilitas dalam mengakses materi pembelajaran.

Sangat Setuju (…)

Setuju (…)

Kurang Setuju (…)

Sangat Tidak Setuju (…)

 

  • Interaksi dengan dosen dan teman sekelas tetap terjaga dalam pembelajaran hybrid ini.

Sangat Setuju (…)

Setuju (…)

Kurang Setuju (…)

Sangat Tidak Setuju (…)

 

  • Secara keseluruhan, saya puas dengan pengalaman pembelajaran hybrid ini.

Sangat Setuju (…)

Setuju (…)

Kurang Setuju (…)

Sangat Tidak Setuju (…)

 

  • Contoh Kuesioner Campuran

Contoh kuesioner campuran adalah gabungan dari kedua jenis kuesioner sebelumnya. Berikut adalah contohnya:

 

  • Pembelajaran hybrid memberikan fleksibilitas dalam mengakses materi pembelajaran.

Sangat Setuju (…)

Setuju (…)

Kurang Setuju (…)

Sangat Tidak Setuju (…)

 

  • Interaksi dengan dosen dan teman sekelas tetap terjaga dalam pembelajaran hybrid ini.

Sangat Setuju (…)

Setuju (…)

Kurang Setuju (…)

Sangat Tidak Setuju (…)

 

  • Secara keseluruhan, saya puas dengan pengalaman pembelajaran hybrid ini.

Sangat Setuju (…)

Setuju (…)

Kurang Setuju (…)

Sangat Tidak Setuju (…)

  1. Bagaimana perasaan Anda terkait pengalaman pembelajaran hybrid selama semester ini?
  2. Bagaimana Anda menghadapi tantangan-tantangan yang mungkin timbul selama pembelajaran hybrid?
  3. Apakah ada faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan Anda terhadap pembelajaran hybrid ini?
  4. Apakah ada hal-hal tertentu yang menurut Anda perlu diperbaiki atau ditingkatkan dalam pembelajaran hybrid?

 

Cara Membuat Kuesioner

Agar dapat menggunakan kuesioner secara efektif, ada beberapa proses yang perlu diperhatikan, seperti berikut ini:

 

1. Menentukan Informasi

Tentukan informasi yang diperlukan sebagai dasar untuk merumuskan pertanyaan kuesioner.

 

2. Merancang Pertanyaan

Rancang pertanyaan dengan bahasa yang jelas dan bisa dijawab dengan baik oleh responden, berdasarkan informasi yang telah ditetapkan.

 

3. Membuat Pertanyaan Tambahan

Tambahkan penjelasan atau pertanyaan lanjutan untuk mendapatkan informasi lebih mendalam.

 

4. Merancang Struktur Kuesioner

Susun kuesioner dengan baik, termasuk identifikasi dan karakteristik responden di awal. Atur pertanyaan secara terstruktur dan evaluasi sebelum disebarkan.

 

5. Melakukan Uji Coba

Lakukan uji coba kuesioner dengan teman atau kolega untuk memastikan pertanyaan terkomunikasikan dengan baik sebelum penyebaran.

Itu dia beberapa contoh kuesioner yang dapat Anda terapkan. Kuesioner merupakan sebuah metode pengumpulan data yang memiliki sifat fleksibel dan efisien untuk digunakan.

Semoga artikel ini membantu Anda memahami lebih dalam mengenai kuesioner sehingga Anda dapat sukses dalam melakukan pengumpulan data!