Onboarding adalah

5 Langkah Strategis HRD Dalam Melakukan Onboarding

Banyak karyawan yang keluar masuk, membuat HRD sibuk melakukan perekrutan sepanjang tahun. Di zaman sekarang, perusahaan berkembang dengan persaingan yang ketat dan memerlukan tenaga kerja yang kompeten serta loyal dalam bekerja. Semua ini membuat dunia kerja marak dalam sisi perekrutan karyawan. Tak jarang karena asal merekrut tenaga kerja, membuat karyawan baru juga tidak bisa memenuhi harapan bagi perusahaan. Tak jarang karyawan yang seperti ini akan keluar dari perusahaan dan membuat tim HRD membuka  lowongan kerja lagi bagi posisi kosong dalam perusahaan. Terkadang karyawan rekrutan baru, merasa belum paham betul tentang pekerjaan dan seluk beluk dalam perusahaan. Inilah yang diperlukan HRD dalam melakukan onboarding bagi karyawan baru tersebut.

Onboarding dapat diartikan sebagai proses penyesuaian karyawan baru dengan perusahaan tempat ia bekerja. Onboarding akan membantu karyawan baru untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja di perusahaan tempatnya bekerja. Secara umum, seorang yang memasuki lingkungan atau perusahaan baru perlu penyesuaian diri atau adaptasi yang baik untuk dirinya. Dengan adaptasi yang baik di perusahaannya akan membuat karyawan baru nyaman bekerja dan mampu mengerjakan tugas yang diberikan. Sangatlah mendasar proses onboarding ini dapat dilakukan mulai pengenalan akan lingkungan kantor, rekan kerja atau karyawan lain, kebiasaan umum di perusahaan. Hal-hal kecil yang bisa meningkatkan kepercayaan diri karyawan baru tersebut. Bagi tiap HRD perusahaan berbeda-beda cara menerapkan onboarding. Tiap HRD memiliki tips tersendiri dalam onboarding.

Proses ini meliputi jenis pekerjaan yang akan dihadapi, suasana kantor, orang-orang yang berinteraksi di dalamnya, dan lain sebagainya. Penerapannya bisa berbeda di masing-masing perusahaan. Tergantung jumlah karyawan dalam perusahaan tersebut. Jika perusahaan kecil medium, akan mudah mengurus 5 -20 karyawan. Tapi bagaimana jika karyawan perusahaan yang besar berjumlah banyak? Ada yang menggunakan cara sistem khusus dan ada juga yang membiarkan karyawan baru mereka belajar sendiri. Tapi berikut ada 5 langkah strategis dan praktis dalam melakukan onboarding.

1. Waktu Khusus Onboarding

Seperti masa orientasi siswa (MOS), saat karyawan baru masuk ke dalam perusahaan memang harus mempunyai masa pengenalan khusus tentang kantor atau perusahaan tempatnya bekerja. Ini perlu waktu khusus bagi HRD untuk menolong karyawan baru tersebut menjalani masa “orientasi karyawan”. Anggaplah ini suatu waktu perkenalan karyawan baru. Waktu yang diperlukan untuk onboarding berbeda-beda untuk setiap perusahaan, bisa 3 hari sampai 1 minggu. Jangan menganggap ini adalah pemborosan waktu, mengingat tujuan onboarding adalah membuat karyawan betah dan nyaman bekerja.

Baca Juga: Manfaat Program Orientasi Dan Pelatihan Bagi Karyawan Baru

2. Membagikan Visi Misi Perusahaan

Ini sangat penting bagi karyawan baru agar mereka memahami visi dan misi perusahaan baru tempatnya bekerja. Tak jarang banyak karyawan yang keluar masuk perusahaan karena kurang cocok dengan visi misi perusahaan. Hindari terjadi hal ini pada karyawan baru supaya mereka betah bekerja.

3. Perkenalan Ke Setiap Divisi

Proses onboarding yang baik juga harus mengenalkan divisi lainya di luar divisi di mana tempat karyawan baru bekerja. Pengenalan divisi lain sangat bermanfaat bagi karyawan baru untuk memahami bagian lain perusahaan yang nantinya akan saling berhubungan dan bekerjasama.

4. Ice Breaking

Ice breaking sangat baik dilakukan saat onboarding. Jika karyawan baru merasakan kehangatan di tempatnya bekerja, maka ia akan bekerja dengan baik dan betah di perusahaan. Lakukan ice breaking ini saat onboarding dengan cara khusus, seperti makan siang bersama di kantin kantor, atau membuat acara yang menarik saat onboarding.

5. Mengetahui Ekspektasi Karyawan

Jarang sekali dilakukan saat onboarding. Tapi ini penting, mengetahui ekspektasi karyawan baru kepada pihak perusahaan tempatnya bekerja. Ini akan membuat karyawan merasa dihargai dan ada komunikasi terbuka antara perusahaan dan karyawan. Dengan cara ini maka diharapkan karyawan juga akan terbuka ke depannya saat diperlukan ide atau masukan kepada perusahaan.

Onboarding memang merupakan sebuah hal penting demi menciptakan karyawan dengan kinerja baik untuk performa perusahaan. Ada baiknya jika proses onboarding dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Dengan penggunaan cara ini HRD dapat membuat perubahan juga dalam perusahaan.