ciri karyawan malas bekerja

Penyebab dan Cara Mengatasi Karyawan Malas

Memiliki karyawan yang giat bekerja serta bertanggung jawab atas seluruh pekerjaannya merupakan idaman bagi pengusaha atau pemberi kerja. Namun, ada kalanya perusahaan memiliki karyawan malas yang dapat menurunkan produktivitas perusahaan.

Tentunya hal ini perlu dilakukan sebuah tindakan untuk mencegah dan mengubahnya agar perusahaan dapat dengan optimal menjalankan bisnisnya. Jangan sampai sifat karyawan yang malas bekerja itu menular dan menjadi budaya perusahaan.

Untuk itu perlu untuk mencari tahu penyebab serta cara mengatasi karyawan yang malas bekerja.

Simak ulasan artikel berikut ini!

 

Penyebab Karyawan Malas

Malas dalam bekerja sebenarnya lumrah dirasakan oleh setiap individu. Namun, jika hal ini terus berlanjut hingga ke tingkat yang lebih besar, maka akan berdampak buruk bagi perkembangan karyawan itu sendiri maupun perusahaan.

Oleh karenanya, Anda perlu mengetahui penyebab dari karyawan yang malas bekerja di perusahaan Anda, seperti berikut ini:

 

1. Gaji yang Tidak Sebanding Dengan Tugas

Permasalahan gaji merupakan hal yang tidak bisa dihindari lagi karena ini adalah aspek yang sangat penting untuk menjaga motivasi karyawan. Jika terdapat karyawan yang mengalami penurunan motivasi serta semangat kerja, bisa jadi itu disebabkan karena gajinya yang tidak sepadan dengan tugas yang diemban.

Tentunya perusahaan harus cepat bertindak secara objektif dengan memberikan gaji yang sesuai dengan tugas serta tanggung jawabnya.

 

Baca Juga: Tim Payroll Perlu Tahu, Ini Cara Menentukan Standar Gaji Karyawan

 

2. Tidak Ada Kepastian Karier

Karyawan yang malas bekerja mungkin saja disebabkan oleh perusahaan yang tidak memberikan kepastian karier. Hal ini tentunya sangat mempengaruhi motivasi karyawan sehingga mereka cenderung tidak semangat dalam menjalankan tugasnya.

 

3. Dipimpin Oleh Orang yang Salah

Seringkali terdapat orang-orang yang tidak dapat memimpin dengan baik dalam suatu divisi. Hal ini juga dapat memicu demotivasi oleh karyawan sehingga mereka jadi malas bekerja.

Agar meningkatkan motivasinya kembali, perusahaan harus segera mencari pimpinan divisi yang baru sehingga dapat mengembalikan produktivitas karyawan yang malas.

 

4. Target Kerja yang Tidak Masuk Akal

Target kerja merupakan hal yang lumrah dalam bekerja, apalagi target yang dipasang cukup tinggi. Namun, apabila target tersebut dirasa tidak masuk akal atau tidak realistis, maka yang terjadi adalah penurunan performa dan semangat karyawan.

 

Ciri-ciri Karyawan Malas

Setelah mengetahui penyebabnya, penting untuk Anda agar mengetahui apa saja ciri-ciri karyawan malas bekerja yang mungkin ada di lingkungan kerja Anda.

Berikut ciri-cirinya:

 

1. Menunda Pekerjaan

Ciri utama dari karyawan yang malas bekerja adalah dengan menunda-nunda pekerjaan yang diberikan. Padahal, mereka mengetahui bahwa pekerjaan tersebut harus segera diselesaikan.

Akhirnya mereka lebih sering membuang-buang waktu yang menandakan malas bekerja.

 

2. Banyak Alasan

Karyawan yang menyertakan banyak alasan ketika bekerja merupakan salah satu ciri karyawan yang malas bekerja. Mereka selalu mencari-cari alasan sehingga pekerjaannya tidak selesai.

 

3. Sering Mengeluh

Selain banyak alasan, ciri-ciri karyawan yang malas yaitu sering mengeluh. Mereka akan cenderung mengeluh ketika diberi pekerjaan baru dan tidak termotivasi untuk menyelesaikannya.

 

4. Tidak Mandiri

Ciri karyawan malas bekerja yang selanjutnya adalah tidak mandiri. Artinya, mereka selalu meminta bantuan rekan kerjanya dan yakin akan selalu ada yang datang untuk membantunya.

Hal ini tentunya dapat menghambat pekerjaan orang-orang yang ada di sekitarnya sehingga karyawan yang malas harus segera diatasi.

 

Cara Mengatasi Karyawan Malas

Pastinya memiliki karyawan yang malas akan merugikan perusahaan. Sehingga, hal ini perlu diatasi dengan berbagai cara sesuai dengan kondisinya. Berikut merupakan beberapa cara mengatasi karyawan yang malas.

 

1. Berikan Sanksi

Sanksi yang diberikan ketika karyawan melakukan tindak pelanggaran merupakan hal yang lumrah. Sanksi juga dapat digunakan ketika Anda ingin mengubah karyawan yang malas untuk kembali berkinerja normal.

Sanksi diharapkan membuat karyawan yang malas tidak mengulangi kesalahan dan membuatnya jera.

 

2. Menegur Secara Langsung

Menegur karyawan yang malas tentunya dapat Anda lakukan secara hati-hati. Anda perlu pastikan tidak menegur di depan banyak orang sehingga mereka tidak merasa dipermalukan.

Pastikan pula ketika menegur Anda berpikir dengan tenang dan tidak emosi. Sehingga, karyawan yang ditegur pun dapat mengerti maksud dan tujuan Anda.

 

3. Ciptakan Lingkungan Kekeluargaan

Lingkungan kekeluargaan memungkinkan karyawan membentuk rasa saling peduli karena supportive. Hal ini tentunya diperlukan untuk mengatasi kemungkinan karyawan yang malas agar kembali bekerja sebagaimana mestinya.

Caranya pun cukup sederhana seperti halnya Anda menunjukkan sikap membutuhkan karyawan malas tersebut. Sehingga mereka merasa dibutuhkan kehadirannya dan lebih dihargai.

 

4. Lakukan Evaluasi Kinerja Secara Berkala

Kegiatan evaluasi kinerja sangat penting karena dapat meningkatkan hubungan yang lebih dekat antara pemimpin dan karyawan. Evaluasi dilakukan tentunya untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan di masa lampau. Sehingga hal tersebut cukup efektif untuk mengatasi karyawan yang malas bekerja.

 

Tips Menegur Karyawan Malas

Mengatasi masalah karyawan yang malas bukanlah perkara yang mudah. Anda harus melakukan pendekatan yang tepat agar karyawan tersebut dapat kembali bekerja secara optimal.

Untuk menegur karyawan yang malas, berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan:

  • Anda dapat menegur karyawan malas secara lembut. Tanyakan mengapa ia mengalami penurunan kinerja. Jika perlu, Anda dapat berikan karyawan tersebut cuti untuk mengembalikkan performanya.
  • Tunjukkan hasil evaluasi kerja yang telah Anda buat. Hal ini bertujuan agar mereka sadar terhadap apa yang telah mereka lakukan sehingga berusaha untuk mengubahnya.
  • Tunjukkan ketegasan Anda ketika menegur. Perlu dipastikan Anda tidak terbuai dengan alasan-alasan yang tidak rasional.
  • Jika dirasa teguran yang Anda lakukan tidak berdampak, Anda dapat memberikan sanksi atau mengajukan permasalahan ke atasan Anda.

 

Awasi Produktivitas Karyawan Lebih Mudah dengan Performance Management LinovHR

 

performance review

 

Agar Anda dapat mengawasi kinerja karyawan serta mencegah adanya karyawan malas, Anda perlu melakukan penilaian performa secara berkala. Supaya dapat memudahkan penilaian tersebut, LinovHR hadir untuk membantu proses penilaian kinerja karyawan dengan modul Performance Management.

Modul yang terdapat pada Software HRD LinovHR ini memungkinkan Anda untuk melakukan analisa serta penilaian performa karyawan secara teratur.

Melalui fitur yang ada di modul Performance Management LinovHR, seperti Performance Appraisal, Goal Management, Anda dapat mengetahui bagaimana pencapaian kerja dari karyawan.

Apakah mereka bisa menyelesaikan semua tugas dan KPI yang diberikan? Semua bisa Anda pantau secara akurat, cepat, dan tepat.

Anda dapat melakukan penilaian kinerja karyawan secara berkala dengan memanfaatkan fitur Performance Appraisal/Review.

Sementara itu, untuk mengetahui sejauh mana kemajuan yang karyawan Anda lakukan, Anda dapat memanfaatkan fitur Goals & KPI.

Anda juga bisa memberikan feedback kepada karyawan yang malas dengan menggunakan fitur Feedback pada modul Performance Management LinovHR.

Jadi, tunggu apalagi?

Segera gunakan aplikasi penilaian kinerja karyawan dari LinovHR untuk tingkatkan produktivitas kinerja karyawan Anda!