perputaran karyawan

Tips HR: Mengelola Tingkat Perputaran Karyawan & Retensi

Dalam lingkup perusahaan, perputaran karyawan dan juga retensi merupakan dua hal yang saling berkaitan. Perputaran karyawan adalah proses menggantikan satu pekerja dengan pekerja lain dengan alasan tertentu. Sedangkan retensi adalah cara perusahaan untuk mempertahankan karyawan terbaiknya.

Agar perusahaan bisa mendapatkan dan mempertahankan karyawan terbaiknya, tentu saja harus dilakukan pengelolaan yang baik. Kali ini,  LinovHR akan membahas secara jelas tentang cara mengelola perputaran dan retensi karyawan. Tanpa menunggu lama lagi, simaklah artikel di bawah ini!

 

Alasan Terjadinya Perputaran Karyawan

Tingkat perputaran karyawan atau turnover bisa terjadi karena beberapa alasan. 

  1. Secara Fungsional, adalah dimana karyawan yang kurang dalam kualitas kinerjanya akan pergi meninggalkan perusahaan
  2. Disfungsional, yaitu karyawan dengan kualitas kinerja yang baik pergi meninggalkan perusahaan.
  3. Sukarela, yaitu seorang karyawan dengan sendirinya untuk pergi meninggalkan perusahaan
  4. Tidak sukarela, yaitu karyawan dengan terpaksa atau sengaja harus meninggalkan perusahaan walau karyawan tersebut tidak menginginkannya

 

Perputaran karyawan tentu saja bisa menjadi dampak positif maupun negatif bagi perusahaan. Dampak positifnya, perusahaan bisa meminimalisir karyawan dengan kinerja yang buruk. Namun dampak negatifnya, perusahaan bisa saja ditinggalkan oleh karyawan dengan kualitas yang baik.

Untuk menurunkan tingkat perputaran karyawan yang akan berdampak buruk bagi perusahaan, tentu saja hal ini dapat diminimalisir dengan meningkatkan tingkat retensi karyawan.

 

Baca Juga : Cara Menjaga Hubungan Antar Sesama Karyawan di Lingkungan Kerja

 

Cara Mengelola Perputaran dan Retensi Karyawan

Perputaran dan retensi karyawan merupakan dua hal yang saling berhubungan. Agar tidak terjadi peningkatan turnover, maka perusahaan juga harus memikirkan cara untuk mempertahankan karyawan terbaik mereka.

Untuk memudahkan hal tersebut, Anda bisa menerapkan tips di bawah ini!

 

Merekrut Karyawan Sesuai dengan Kebutuhan Perusahaan

Sebelum melakukan perekrutan, pastikan bahwa posisi yang dicari benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Karena jika terjadi penumpukan atau kekurangan karyawan, tentu saja akan menghambat efektivitas dalam bekerja.

Hal-hal yang bisa Anda lakukan adalah menentukan kualifikasi atau syarat yang harus dipenuhi oleh calon kandidat, seperti halnya latar belakang yang sejenis, minimal tingkatan pendidikan, umur, pengalaman kerja, skill yang dibutuhkan, dan yang lainnya.

Dengan cara ini tentu saja akan memudahkan Anda dalam menyaring kandidat yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan.

 

Baca Juga: Fokus HR di Saat ini dan Masa Mendatang

 

Dengarkan Kebutuhan Karyawan

Dengarkanlah dengan baik apa yang karyawan Anda butuhkan. Dengan memenuhi kebutuhan yang mereka inginkan tentu saja akan meningkatkan produktivitas dan kinerja mereka dalam bekerja. Sehingga hal ini juga akan meningkatkan loyalitas karyawan dan mengurangi tingkat perputaran karyawan.

 

Ciptakan Lingkungan Kerja yang Nyaman

Lingkungan kerja yang nyaman tentu saja akan meningkatkan semangat karyawan dalam bekerja. Kenyamanan dalam lingkungan kerja tersebut bisa dibangun dengan cara meningkatkan hubungan baik antara karyawan dengan atasan serta antara sesama karyawan. Hubungan baik menjadi awal terciptanya kenyamanan dalam bekerja. Karena dengan begitu, karyawan tidak akan segan untuk meminta bantuan atau sekedar mengajak diskusi.

 

Sediakan Fasilitas yang Dibutuhkan

Selain memenuhi kebutuhan, kelengkapan fasilitas kerja juga menjadi faktor utama dalam kelancaran dan produktivitas kerja. Fasilitas kerja yang memadai tentu saja memudahkan proses kerja, selain itu hal ini tentu saja akan meningkatkan sense of belonging atau rasa memiliki pada perusahaan. Sehingga akan memotivasi karyawan untuk memberikan hasil terbaiknya.

 

Jangan Lupa Memberikan Reward!

Walau terdengar sepele, namun ternyata pemberian reward menjadi hal penting dalam mengurangi tingkat turnover karyawan. Karena dengan memberikan reward, karyawan akan merasa dihargai atas hasil kerja keras yang telah mereka lakukan. Reward juga dapat meningkatkan motivasi kepada karyawan lainnya.

 

Berikan Kesempatan Karyawan untuk Mengembangkan Diri

Adakanlah pelatihan karyawan untuk meningkatkan skill, kapabilitas, serta kompetensi karyawan. Fasilitas yang diberikan perusahaan seperti pelatihan kerja ini tentu sangat membantu karyawan untuk proses pengembangan diri yang lebih baik. Selain itu, mereka juga bisa menemukan bakat lain diluar skill yang dimiliki. Hal ini tentu saja akan menguntungkan pihak perusahaan.

 

Evaluasi Hasil Kinerja

Evaluasi adalah proses untuk mengetahui apakah karyawan mengalami penurunan atau peningkatan kinerja. Jika mengalami penurunan, tentu saja tim HRD harus mengetahui hal apa yang membuat kinerja karyawan menurun. 

Sehingga mereka juga mengetahui solusi yang tepat untuk mengembalikan kualitas kinerja karyawan. Sebaliknya jika terjadi peningkatan kinerja, perusahaan juga harus memikirkan cara untuk tetap mempertahankan karyawan tersebut.

 

Baca Juga: Apa Keuntungan dari Buddy System dalam Onboarding Karyawan? 

 

Kesimpulan

Agar kelancaran dan keefektifan dalam bekerja bisa tetap terjaga, tentu saja perusahaan harus melakukan strategi yang tepat dalam mengelola karyawan. Jika terjadi peningkatan perputaran karyawan yang membuat perusahaan kehilangan karyawan terbaiknya, maka retensi karyawan harus ditingkatkan. Perputaran dan retensi karyawan merupakan 2 hal yang saling berhubungan. Semoga tips di atas bisa membantu dalam mengefektifkan dan mempertahankan karyawan perusahaan Anda. Selamat mencoba!