tapera

Mengenal Tapera dan Pengaruhnya Terhadap Karyawan

Tapera adalah hal yang baru bagi seluruh karyawan. Tentu saja, hal ini disebabkan karena peraturan ini baru saja ditetapkan oleh pemerintah baru-baru ini. Peraturan ini dikabarkan dapat membawa angin segar bagi karyawan dalam membeli rumah. Memang, harga rumah belakangan ini dinilai cukup fantastis dan tak terjangkau bagi karyawan. Wah, seperti apa peraturan baru ini? Apakah benar akan membuat karyawan mampu membeli rumah? 

 

Apa itu Tapera? 

Pasti istilah ini masih asing di sebagian telinga masyarakat. Tapera singkatan dari Tabungan Perumahan Rakyat. Dari namanya, sudah terdengar jelas bahwa peraturan ini berbau iuran yang harus disetorkan. Peraturan ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 yang akan membantu karyawan dalam memiliki hunian yang layak. Penetapan peraturan ini ditetapkan pada 20 Mei lalu oleh Presiden Joko Widodo dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat. Dalam peraturan tersebut, pemerintah menetapkan bahwa perusahaan wajib diikuti oleh semua karyawan di Indonesia, baik pegawai negeri sipil (PNS), TNI, Polri, dan karyawan swasta.

 

Baca Juga: Syarat Pencairan BPJS Ketenagakerjaan 100% Secara Online

 

Kapan Berlaku? 

Meskipun ditetapkan pada tahun ini, pelaksanaan resmi Tapera ditetapkan pada tahun 2021 mendatang. Warga Negara Asing (WNA) pun wajib mengikuti dengan persyaratan telah bekerja di Indonesia selama 6 bulan. Pemberlakuannya pun dilakukan secara bertahap. Tahap pertama akan berlaku untuk PNS, TNI, dan Polri. Tahap kedua, berlaku untuk pegawai BUMN. Dan paling terakhir adalah perusahaan swasta dan peserta mandiri. Khusus bagi perusahaan swasta, pemerintah memberikan kesempatan untuk mendaftar selama 7 tahun terhitung dari tahun penetapan Tapera. 

Keikutsertaan peserta dalam program ini berakhir saat masa pensiun yaitu 58 tahun, meninggal dunia, atau tak lagi memenuhi kriteria peserta selama 5 tahun berturut-turut. Setelah masa kepesertaan berakhir, dana hasil simpanan dapat disimpan berupa deposito, saham, dan bentuk investasi lainnya. 

 

Bagaimana Mekanismenya? 

Besaran simpanan yang ditetapkan sebesar 3% dari gaji karyawan. Jumlah tersebut terdiri dari pihak perusahaan atau pemberi kerja menanggung sebesar 0,5% dan pekerja sebesar 2,5%. Simpanan Peserta dipercayakan untuk dikelola secara transparan oleh BP Tapera. 

Program yang diharapkan menjadi solusi perumahan rakyat ini difokuskan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan penghasilan maksimal Rp 8.000.000 dan belum mempunyai rumah pertama.  Mereka berhak mengajukan manfaat pembiayaan perumahan dengan bunga murah untuk membeli rumah menggunakan skema suku bunga  KPR  5% atau membangun rumah dan renovasi di lahan sendiri. Pengajuan kepesertaan dapat diajukan setelah setahun masa kepesertaan melalui berbagai pilihan bank dan lembaga pembiayaan lainnya. 

Lalu, bagaimana masyarakat yang sudah memiliki rumah atau berpenghasilan di atas MBR? Jangan khawatir, dana yang disetorkan peserta tidak akan terbuang percuma. Peserta yang sudah memiliki rumah atau berpenghasilan di atas MBR dapat mengambil pemupukan tabungan setelah masa pensiun dari tempat kerjanya. 

 

Baca Juga : Apa itu e-Bupot? dan Cara Menggunakan nya

 

Apa manfaat bagi Karyawan? 

Hunian yang layak adalah hak semua masyarakat dari kalangan  manapun. Seperti yang diketahui, selama ini harga kepemilikan rumah cukup tinggi sehingga menyulitkan banyak orang. Oleh karena itu, Tapera hadir untuk mengurangi kesenjangan sosial dalam konteks kepemilikan hunian layak. Masyarakat akan berpeluang besar memiliki rumah tinggal sendiri yang layak dengan harga yang terjangkau. 

Dengan karyawan atau pekerja menjadi peserta akan mendapatkan dana bantuan untuk membeli atau membangun rumah terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Hal ini juga menjadi solusi yang efektif bagi peserta yang sulit menabung untuk membeli rumah.

 

Baca Juga:  Manfaat Efikasi Diri untuk Karyawan

 

Untuk karyawan yang memiliki penghasilan di atas MBR atau yang telah memiliki rumah pertama,  dana hasil simpanan bisa dijadikan sarana tabungan untuk biaya renovasi atau pemeliharaan rumah. Namun, layanan ini hanya bisa dilakukan sekali dalam masa kepesertaan. Jadi, harap digunakan secara bijaksana dan hati-hati, ya! 

Peluncuran program Tapera merupakan terobosan pemerintah dalam mewujudkan rumah yang merakyat dan terjangkau semua orang. Karyawan pun bisa bekerja dengan tenang karena memiliki hunian kini tak lagi sulit. Semoga dapat berjalan dengan transparan dan optimal agar semua pekerja di Indonesia dapat menikmati manfaat dan rumah pribadi yang layak. Mempunyai rumah idaman bukan lagi khayalan, nih!