penunda-nunda

Pendapat Ahli Tentang Bagaimana Berhenti Menunda-Nunda

Penunda-nunda sering juga disebut orang yang suka menunda-nunda atau menangguh-nangguhkan sesuatu sering kali melakukan percakapan yang sama dengan dirinya sendiri ketika berhadapan dengan tugas. Mereka bertanya pada diri sendiri, “Apakah sekarang waktu yang tepat menyelesaikan pengerjaan proyek kerja yang jatuh tempo di akhir bulan, sehingga saya bisa mulai mengerjakan proyek lain yang jatuh tempo di akhir bulan depan?”. “Baiklah, ya. Tetapi… nanti juga merupakan saat yang tepat untuk memulai”, jawab mereka kembali.

Apakah ini kedengarannya tidak asing lagi? Jika ya, maka anda mungkin juga merupakan salah satu mahasiswa yang menghabiskan semalam suntuk untuk menyelesaikan PR yang ditugaskan berminggu-minggu yang lalu, beberapa jam sebelum tiba waktunya untuk diserahkan. Bila ini terjadi, tidak sedikit di antara anda yang mungkin menyalahkan diri sendiri atas kurangnya disiplin anda atau atas kemalasan anda.

Bagi banyak di antara anda, jawabannya tiada lain adalah tidak membuka tautan YouTube teman anda yang dikirimkan kepada anda. Bagi yang lainnya, penunda-nundaan bisa menjadi masalah nyata dan bisa berdampak serius pada kehidupan, harga diri dan kesejahteraan mereka.

 

Tahapan Penunda-nundaan yang Kita Ketahui Dengan Sangat Jelas

“Penunda-nundaan bisa karena ketakutan atau kecemasan”, demikian dikatakan ahli neuropsikologi klinik Dr. Jacen Lee dari Pusat Neuropsikologi Klinik Hong Kong. Misalnya saja, jika anda takut melakukan hal yang buruk dalam ujian matematika sekalipun anda sudah belajar keras untuk itu, anda mungkin menghindari belajar sama sekali dan menerima kegagalan sebagai sudah nasib  bukan hanya sebagai suatu kemungkinan. Namun, ini berarti anda mungkin tidak pernah benar-benar berhasil dalam segala hal, karena anda tidak mau mencoba.

Perfeksionisme (keinginan untuk menjadi sempurna) dipandang sebagai kualitas yang baik oleh banyak orang, tetapi ekspektasi orang lain agar anda sempurna dapat menimbulkan kecemasan, yang berujung pada penunda-nundaan. Usaha dan energi yang diperlukan untuk memenuhi standar tinggi orang lain ternyata bisa sangat membebani, yang mungkin saja menyebabkan anda mengulur-ulur selama mungkin tanggal memulai suatu proyek atau waktu menyelesaikan suatu tugas.

“Anda menjadi cemas, sadar atau tidak, manakala anda menerima suatu tugas dan anda langsung merasa lega ketika anda menjauhkannya”, Lee berkata. “Ini adalah suatu bentuk reward internal”. Menghargai diri sendiri memang terasa enak, sehingga menunda kerja keras menjadi kebiasaan. Inilah salah satu alasan mengapa banyak orang gagal merapikan kamar tidur mereka, mempelajari bahasa baru atau memperoleh ketrampilan kerja yang bermanfaat.

 

Baca Juga :Penelitian Terbaru : Ternayata Sikap Dingin Dapat Menghambat Karir

 

Masalah Baru: Apakah Upaya Kita Demi Kesempurnaan Mengarah Ke Depresi ?

Jadi, bagaimana caranya kita berhenti menjadi penunda-nunda ?

Menurut Dr. Jacen Lee dari Pusat Neuropsikologi Klinik Hong Kong mengatakan bahwa langkah pertama yang baik adalah mengetahui apa yang menghentikan anda mengambil tugas-tugas yang hendak diselesaikan. Ini berarti mengetahui apakah alasan-alasan yang anda berikan kepada diri anda untuk menghindari sesuatu itu nyata atau tidak. Langkah selanjutnya adalah mencari tahu terlebih dahulu mengapa anda memberikan alasan-alasan ini kepada diri anda.

Salah satu kiat yang berguna adalah mengetahui cara-cara anda menunda-nunda. Begitu anda menyadari anda beralih perhatian dari tugas anda, luangkan waktu sejenak untuk menuliskan apa yang mengalihkan perhatian anda. Ketahui apakah anda dapat menemukan suatu pola, yang akan membantu anda mengidentifikasi, menangani, mengurangi dan menyingkirkan gangguan tersebut.

Dr. Jacen Lee juga mengatakan adalah ide yang baik “membagi-bagi tugas menjadi potongan-potongan yang lebih kecil dan lebih mudah ditangani untuk menaklukkan berbagai hal selangkah demi selangkah”.

 

Baca Juga :[ InfoGrafis ] 5 Kesalahan Generasi Milenial Dalam Berkarir

 

Masalah Baru: Ambil Kembali Kendali  !  Jangan Biarkan Kecemasan Menguasai Hidup Anda

Pendapat lainnya adalah tetapkanlah tujuan-tujuan kecil untuk diri sendiri, bukan satu tujuan besar. Mengatakan pada diri sendiri anda akan menyelesaikan sebuah artikel hingga akhir minggu kedengarannya lebih menakutkan daripada mengatakan pada diri sendiri anda akan menulis garis-garis besar hari ini, menulis draft pertama dalam waktu dua hari dan menulis draft kedua dua hari setelah itu. Dengan cara ini, pikiran anda fokus pada bagaimana caranya anda akan sampai di sana bukan pada fakta anda perlu sampai di sana.

Jika langkah-langkah sederhana seperti ini tidak dapat menghentikan bahkan masalah sering menunda semakin menjadi-jadi , maka anda haruslah mencoba berbicara dengan orang  terpercaya, misalnya guru atau dokter, dan melihat pendapat apa yang mereka berikan kepada anda.

Menunda-nunda adalah sesuatu yang kurang baik dalam hal apapun, jika kita meluangkan waktu untuk mengenalinya, kita bisa mengalahkannya dan akhirnya membereskan penunda-nundaan berbagai hal  selamanya.