seleksi karyawan

Panduan Untuk Melakukan Proses Seleksi Karyawan Dari A – Z

Seleksi karyawan adalah kegiatan yang sangat penting bagi sebuah perusahaan karena pada proses tersebut perusahaan bisa mendapatkan karyawan-karyawan baru dengan kompetensi tinggi dan sesuai dengan kebutuhan sumber daya perusahaan. Setiap perusahaan memiliki caranya sendiri untuk menyeleksi karyawan menggunakan berbagai macam metode yang ada.

Perusahaan juga bisa mengganti atau memodifikasi proses seleksi dari waktu ke waktu untuk menyesuaikan dengan kriteria kandidat yang ditarget dan kualitas karyawan baru yang diinginkan. Menurut ManpowerGroup.com sekitar 45% perekrut tidak bisa menemukan kandidat dengan keahlian yang dibutuhkan. 

Lalu bagaimana caranya agar proses seleksi karyawan bisa jadi proses rekrutmen yang efektif dan efisien?

 

Proses Penerimaan Aplikasi

Proses penerimaan aplikasi yang umum di Indonesia biasanya adalah menanti masukan surat lamaran serta CV dan berkas lainnya dari para pelamar kerja kemudian bagian HR akan melakukan sortir mana yang memenuhi kualifikasi untuk maju ke langkah selanjutnya mana yang tidak. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memudahkan proses ini, antara lain:

 

  1. Dengan menggunakan aplikasi online di mana pelamar hanya tinggal mengisi data diri sesuai dengan formulir online yang sudah disediakan, dengan demikian proses penyortiran lamaran pun bisa lebih mudah dan cepat.
  2. Aplikasi online bisa diakses pelamar melalui ponsel sehingga jika antrian input data di acara job fair penuh misalnya, pelamar masih bisa mengisi formulir online via ponsel.
  3. Dilengkapi dengan mengajukan pertanyaan yang jawabannya singkat untuk menguji pengetahuan dan kemampuan awal pelamar. Misalnya apakah bisa mengoperasikan aplikasi perangkat lunak tertentu, apakah bersedia ditempatkan di luar kota, dan lain sebagainya.

 

Baca Juga : Tips Ampuh Screening CV Dengan Cepat dan Tepat

 

Menyortir Aplikasi yang Masuk

Seleksi karyawan selanjutnya adalah menyortir dari aplikasi yang masuk untuk menentukan mana yang masuk ke tahap selanjutnya. Secara umum faktor-faktor yang bisa diperhatikan ketika melakukan penyortiran adalah latar belakang pelamar baik pendidikan formal dan informal, pengalaman kerja, dan juga keahlian yang dimiliki, kemudian desain CV yang dikirim jika Anda menerima aplikasi secara tradisional, dan juga surat lamaran sebagai pengantar CV. Untuk hasil seleksi yang maksimal, hal berikut bisa jadi pertimbangan Anda:

 

  1. Latar belakang pelamar yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan
  2. Desain CV yang mudah dibaca, menyampaikan informasi secara langsung dan jelas bisa dipilih karena artinya pelamar tahu mana yang penting dan memiliki pola pikir yang terorganisir
  3. Surat lamaran ditulis dengan profesional, bercerita singkat mengenai latar belakang dan kemampuan pelamar, dan menggunakan tata bahasa serta ejaan yang tepat
  4. Usahakan jangan ada bias misalnya menganggap lulusan universitas favorit sudah pasti memiliki kualitas SDM yang lebih bagus, melihat jenis kelamin dan ras pelamar, dan sebagainya. 

 

Tes Seleksi

Untuk perusahaan besar dengan jumlah pelamar yang mencapai ribuan, biasanya seleksi karyawan selanjutnya adalah melakukan tes seleksi berbasis komputer. Sedangkan untuk perusahaan yang kecil atau sekelas start up biasanya proses seleksi langsung masuk ke tahap wawancara atau melakukan tes kecil-kecilan untuk menguji kemampuan kandidat di bidang kerja yang sedang dibutuhkan. Hal-hal yang bisa diperhatikan ketika masuk ke proses seleksi antara lain:

  1. Memilih metode tes yang bisa menyaring kandidat dengan kemampuan yang dibutuhkan oleh perusahaan
  2. Informasikan kepada kandidat apa saja yang mesti dipersiapkan misalnya jenis alat tulis yang harus dibawa, berkas, dan lainnya
  3. Tes seleksi juga bisa berupa tes demo di mana kandidat menunjukkan sedikit kemampuannya di depan perekrut seperti sedang audisi
  4. Bantu penilaian tes seleksi dengan menggunakan perangkat lunak maupun keras sehingga hasil tes tertulis bisa lebih cepat keluar dan diinformasikan ke peserta tes.

 

Baca Juga : Proses Rekrutmen Karyawan lebih Mudah Dengan Aplikasi Rekrutmen LinovHR

 

Wawancara Calon Karyawan

Tahap seleksi karyawan selanjutnya adalah wawancara di mana perekrut akan bertemu langsung dengan kandidat yang jumlahnya sudah dirampingkan melalui proses seleksi yang bisa berlapis tergantung kebutuhan perusahaan. Ketika proses wawancara, perekrut bisa menanyakan pertanyaan yang berhubungan dengan posisi yang dilamar oleh kandidat, dan juga bertanya mengenai aspek kulturalnya misalnya rencana kandidat jangka pendek maupun jangka panjang, apa passion-nya, tujuan karir apa yang dimiliki, dan lainnya.

Hal-hal yang mesti dipersiapkan oleh perekrut untuk seleksi wawancara adalah:

  1. Informasikan jadwal wawancara kepada kandidat dan juga tim pewawancara maksimal 3 hari sebelum hari H
  2. Informasikan kepada kandidat mengenai teknis wawancara seperti lokasi, waktu, estimasi waktu wawancara, dan hal teknis lainnya termasuk jika wawancara dilakukan secara remote via telepon atau video conference
  3. Tanyakan kesediaan kandidat mengenai jadwal yang ditentukan untuk mendapatkan kesepakatan jadwal.

 

Baca Juga :  Pertanyaan Interview Kualitas Tinggi ala Pakar SDM Dunia

 

Tahap Pengecekan dan Juga Referensi dari Tempat Kerja Sebelumnya

Anda sudah memiliki nama-nama yang berpotensi untuk bisa diterima menjadi karyawan baru, tapi jangan buru-buru untuk langsung menghubungi mereka dan menawarkan posisi di perusahaan Anda. Cek terlebih dahulu apakah kandidat memiliki rekam jejak kredit yang bagus, apakah punya catatan kriminal, bisa juga dilakukan tes penggunaan obat terlarang. 

Anda juga bisa menghubungi tempat kerja kandidat sebelumnya untuk meminta referensi mengenai performa kerjanya, adakah masalah dengan karyawan lain maupun atasannya, dan juga mengonfirmasi hal-hal yang kandidat katakan kepada Anda saat diwawancara mengenai pengalaman dan tanggung jawab kerjanya. 

 

Menawarkan Posisi di Perusahaan Kepada Kandidat

Harap diperhatikan bahwa  bisa jadi selama mengikuti proses seleksi karyawan di perusahaan Anda, kandidat juga sedang mengikuti seleksi di perusahaan lainnya jadi mereka yang lolos hingga ke tahap akhir seleksi belum tentu resmi menjadi karyawan baru di perusahaan Anda.

Oleh karena itu pada tahap wawancara ada baiknya perusahaan sudah transparan dengan kandidat terutama mengenai gaji dan insentif yang diberikan, budaya kerja yang dimiliki perusahaan, dan apa yang perusahaan harapkan dari kandidat ketika masuk sebagai karyawan baru. Informasikan kepada kandidat mengenai hasil akhir seleksi bisa dilakukan secara lisan maupun tulisan, dan berupa tawaran bukannya perintah. 

Proses seleksi karyawan memang membutuhkan proses dan waktu yang cukup lama, Oleh karena itu Anda sebaiknya bisa melakukan panduan ini dengan sebaik mungkin agar bisa mendapatkan kandidat karyawan potensial yang siap untuk membantu perusahaan mencapai visi misi nya, untuk memaksimalkan proses seleksi karyawan yang ada di perusahaan, tidak ada salahnya untuk menggunakan Software Rekrutmen. 

Software rekrutmen LinovHR dapat menjadi solusi untuk memaksimalkan proses seleksi karyawan, Dengan berbagai fitur yang dimiliki software rekrutmen LinovHR akan membantu HR mendapatkan talenta – talenta terbaik untuk perusahaan .

Ujicoba Software Rekrutmen LinovHR sekarang juga untuk menikmati mudahnya melakukan seleksi karyawan dengan LinovHR – >  https://www.linovhr.com/#/request-free-trial