pasar modal

Pasar Modal: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

Dunia bisnis di Indonesia tak asing lagi dengan istilah pasar modal. Di tempat ini, semua orang bertemu untuk melakukan penawaran dan perdagangan saham.  Agar lebih memahami tentang pasar modal, mari simak penjelasan berikut ini!

 

Pengertian Pasar Modal

Menyadur Undang-Undang No. 8 Tahun 1995, pasar modal merupakan kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.

Sedangkan, melansir dari buku Investasi dan Pasar Modal Indonesia (2018) yang ditulis oleh Gusti Ayu dan Diota Prameswari, pengertian pasar modal adalah tempat bertemunya para penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi dalam rangka memperoleh modal.

Pasar modal dikatakan juga sebagai capital market, yakni fasilitas pendanaan untuk perusahaan maupun lembaga lainnya, juga sebagai sarana kegiatan berinvestasi. Sederhananya, capital market diartikan sebagai sarana dan prasarana aktivitas jual beli dan aktivitas lainnya yang terkait.

 

Sejarah Pasar Modal di Indonesia

Vereniging voor den Effectenhandel mengeluarkan buku “Effectengids” pada tahun 1939 yang menjelaskan perihal transaksi efek telah berlangsung sejak 1880.sayangnya, hal itu dilakukan tanpa organisasi resmi yang mengakibatkan catatan tentang transaksi tersebut tidak lengkap. Sedangkan pada tahun 1878, Dunlop & Koff, cikal bakal PT Perdanas sudah dibentuk yang merupakan perusahaan untuk perdagangan komunitas dan sekuritas.

Pada tahun 1912, untuk pertama kalinya Amsterdamse Effectenbueurs membuka cabang bursa efek di Indonesia, tepatnya di Batavia, Jakarta.

Cabang bursa efek ini adalah capital market tertua yang keempat untuk tingkat Asia setelah Bombay, Hongkong, dan Tokyo. Pada awal abad 19, berbagai perkebunan sedang dibangun secara besar-besaran, sehingga hal inilah yang menjadi alasan mengapa pihak pemerintahan Belanda mendirikan bursa efek di Batavia ini.

Pemerintah kolonial Belanda yang pada saat itu membutuhkan modal agar proses pembangunan bisa berjalan dengan baik lantas menggunakan tabungan dari orang-orang Eropa dan juga Belanda yang mempunyai penghasilan di atas rata-rata.

Karena hal itulah, pada tanggal 14 Desember 1912, Vereniging voor de Effectenhandel resmi didirikan, dimana terjemahan bahasa Indonesia namanya berarti Asosiasi Perdagangan Efek. Pasar modal ini terletak di Jakarta, atau yang kala itu disebut dengan Batavia, dimana efek yang diperjualbelikan berupa saham dan obligasi.

 

Baca juga: Modal Ventura: Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya Untuk Perusahaan

 

Fungsi Pasar Modal

Bagi perusahaan, fungsi capital market adalah membantu perusahaan untuk mendapatkan dana dengan menjual sahamnya. Agar perusahaan bisa mendapatkan dana untuk operasional, saham yang ditawarkan tersebut pun diolah sedemikian rupa sehingga dapat dibeli oleh masyarakat umum atau lembaga lain.

Berbagai saham yang sudah dibeli pun akan membagikan dividen atau bagian dari keuntungan perusahaan terhadap para pembelinya dalam jangka waktu tertentu. Maka itu, fungsi capital market dianggap sebagai sarana pemerataan pendapatan.

 

Baca Juga: Pengertian Lembaga Keuangan, Fungsi, & Berbagai Jenisnya di Indonesia

 

Pelaku Pasar Modal

Di dalam pasar modal juga terdapat pelaku, karena tentu saja pasar ini tak jauh bedanya dengan pasar pada umumnya. Mereka berperan sebagai penggerak kegiatan yang dikelompokkan menjadi empat bagian, yaitu:

 

1. Pengawas

Lembaga yang berperan menjadi pengawas dalam capital market Indonesia adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang memiliki tugas seperti:

 

  • Melakukan pengawasan kegiatan sehari-hari terhadap capital market.
  • Menciptakan kegiatan yang efisien, serta melindungi kepentingan para pemodal dan masyarakat.

 

2. Penyelenggara

Lembaga yang berperan menjadi penyelenggara adalah bursa efek. Bursa Efek Indonesia adalah satu-satunya Bursa Efek yang dimiliki Indonesia, di mana tugas utamanya adalah menyediakan fasilitas perdagangan supaya proses transaksi dapat berjalan dengan adil, efisien, juga transparan.

 

3. Pelaku Utama

Pelaku utama dalam capital market ada enam, yaitu:

 

  • Emiten, perusahaan pencari modal dari bursa efek yang dilakukan dengan cara menerbitkan efek.
  • Investor, adalah perorangan maupun organisasi yang membelanjakan uangnya.
  • Penjamin emisi (underwriter), adalah perusahaan yang menjadi penanggung jawab terjualnya efek emiten kepada investor. Mereka juga bertugas menjual efek dan menerbitkan efek.
  • Pialang, adalah dimana penjualan serta pembelian efek di pasar sekunder dilakukan oleh perusahaan tersebut.
  • Manajer Investasi, adalah perusahaan yang berkegiatan menyelenggarakan pengelolaan portofolio efek. Selain itu, manajer investasi juga bertugas menerbitkan sertifikat reksadana.
  • Penasihat Investasi, adalah perorangan maupun organisasi yang memberikan nasihat, membuat analisis, hingga laporan mengenai efek.

 

Baca juga: Apa Itu E-Commerce, Jenis, dan Manfaatnya Untuk Konsumen dan Penjual

 

4. Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal

Lembaga dan profesi penunjang capital market ada sepuluh, yakni:

 

  • Biro Administrasi Efek, adalah perusahaan yang berdasarkan kontrak tertentu dengan emiten dan menyediakan berbagai jasa.
  • Tempat Penitipan Harta  atau yang biasa disebut dengan custodian, adalah yang memberikan jasa penyelenggaraan penyimpanan harta yang dititipkan dari berbagai pihak.
  • Wali Amanat, adalah perusahaan atau organisasi yang menjadi wakili kepentingan seluruh investor obligasi atau sekuritas kredit.
  • Penanggung, adalah pembayaran kembali jumlah pokok dan bunga emisi obligasi ditanggung oleh perusahaan penanggung. Sebagai contoh, Lembaga Kliring dan Pinjaman (LKP) yang bertugas mencatat transaksi.
  • Lembaga Penyelesaian dan Penyimpanan (LPP), adalah segala transaksi yang dicatat LKP diselesaikan dan ditanggung jawab oleh sebuah perusahaan tertentu.
  • Akuntan Publik, adalah pihak yang berwenang untuk melakukan pemeriksaan atas keuangan emiten, demi memberi pendapat atas laporan keuangan.
  • Konsultan Hukum, pendapat hukum ditandatangani oleh pihak yang bertanggung jawab dan berkepentingan.
  • Notaris, adalah pihak yang memiliki wewenang untuk membuat akta otentik tentang perjanjian dan pernyataan.
  • Penilai, adalah laporan penilaian atas nilai aktiva yang dibuat atas hasil pemeriksaan diterbitkan dan ditandatangani oleh pihak tersebut.

 

Baca Juga: Manajemen Keuangan: Pengertian, Tujuan dan Manfaat dalam Perusahaan

 

Instrumen Investasi Pasar Modal

Berbagai jenis surat berharga yang setiap hari diperdagangkan oleh capital market adalah: 

 

1. Saham

Surat berharga yang menjadi bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan atau organisasi. Yang berhak untuk mendapatkan dividen atau pembagian laba adalah investor yang memiliki saham di perusahaan tersebut.

 

2. Reksadana

Wadah dari pengumpulan serta pengelolaan dana beberapa investor. Pasar uang, obligasi, saham, atau efek lainnya adalah hasil pengolahan dari manajer investasi melalui dana dari instrumen tersebut.

 

3. Surat utang atau obligasi

Pemegangnya berhak menerima bunga serta pelunasan utang berdasarkan jangka yang telah ditentukan. Selain itu, surat ini juga dapat dipindahtangankan.

 

4. Exchange traded fund (ETF)

Mirip dengan reksadana karena sama-sama dikumpulkan secara kolektif. Bedanya, EFT bisa diperdagangkan di bursa efek layaknya saham.

 

5. Derivatif

Dikenal sebagai bentuk turunan dari saham. Terdapat 2 jenis derivatif yang bisa ditemukan di capital market Indonesia, yaitu warrant dan right.

 

Manfaat Pasar Modal

Pasar modal memiliki manfaat bagi emiten maupun untuk para investor, seperti:

 

1. Manfaat untuk Emiten

  • Jumlah dana yang dapat dihimpun berjumlah besar
  • Solvabilitas perusahaan tinggi sehingga memperbaiki citra perusahaan
  • Ketergantungan emiten terhadap bank menjadi lebih kecil

 

2. Manfaat untuk Investor

  • Nilai investasi berkembang mengikuti pertumbuhan ekonomi. Meningkatnya harga saham yang mencapai capital gain merupakan cerminan dari peningkatan yang ada. 
  • Dividen diperoleh bagi mereka yang memiliki bunga yang mengambang bagi pemegang obligasi, dan juga para pemegang saham.
  • Beberapa instrumen yang mengurangi risiko dapat sekaligus dilakukan investigasi.

 

Baca juga: 10 Tips Menggaet Investor Untuk Perusahaan Anda

 

Itulah ulasan tentang pentingnya memahami berbagai jenis, peran, hingga manfaat pasar modal. Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat untuk Anda!