pasar persaingan sempurna

Pasar Persaingan Sempurna: Pengertian, Ciri, dan Contohnya

Pasar adalah tempat para pembeli dan pedagang melakukan transaksi jual beli dan mendapatkan barang yang mereka inginkan. Apakah pernah terbesit dalam pikiran Anda jenis-jenis pasar yang ada? Pasar persaingan sempurna adalah satu dari sekian banyak jenis pasar yang ada di dunia ekonomi. 

Pengertian Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna adalah suatu pasar yang menjual produk sejenis atau homogen. Total jumlah pembeli dan penjual sama banyaknya atau sama rata. Penawaran dan permintaan antara pembeli dan penjual yang berjalan seimbang yang mempengaruhi harga produk. Harga tersebut pun tidak dapat dipengaruhi oleh pembeli dan penjual. 

Baik dari sisi pembeli dan penjual telah mengetahui dan memahami struktur dan sistem yang ada dalam pasar, sehingga mereka juga mengerti harga yang pantas untuk mendapatkan produk bersangkutan. Pada umumnya, seluruh kegiatan niaga dalam pasar ini didasarkan atas membantu sesama untuk mendapatkan kebutuhan barangnya. Karena produk yang dijual memang dibutuhkan oleh banyak orang atau menjadi bahan pokok. 

Ciri Pasar Persaingan Sempurna

Tak sembarang pasar yang dapat dibilang sempurna. Pasar harus dapat memenuhi ciri-ciri yang terjadi di ruang lingkup penjual dan pembeli. Ciri-cirinya antara lain: 

1. Jumlah pembeli dan penjual sama banyak 

Ciri pertama yang harus dipenuhi adalah jumlah pembeli dan penjual yang seimbang. Kondisi banyaknya jumlah penjual menyebabkan pembeli memiliki pengetahuan dan informasi yang cukup untuk produk yang beredar. Maka harga yang ditetapkan tidak bisa dimainkan seenaknya oleh penjual.  Jadi, tak peduli seberapa banyak produk yang dibeli, harganya tak akan berubah, Satu-satunya hal yang mempengaruhi harga produk adalah kekuatan penawaran dan permintaan. Semakin tinggi permintaan, biasanya harga akan semakin tinggi.

Baca Juga: Mengenal Segmentasi Pasar untuk Perusahaan

 

2. Adanya free exit dan free entry

TIdak ada ikatan yang mengikat penjual untuk tetap bertahan menjual produk atau menutup usaha penjualannya. Jadi penjual berhak menutup atau membuka usahanya apa pun alasannya. Hal ini berbeda jauh jika dibandingkan perusahaan dengan skala besar dalam sistem pasar lain. Dimana perusahaan hanya boleh menutup usahanya dengan kondisi dan waktu tertentu yang tercantum pada akta pendirian dan perjanjian perusahaan

 

3. Produk yang dijual bersifat serupa

Hampir semua produk yang dijual oleh penjual adalah produk yangs serupa. Oleh karena itu pembeli bebas membeli produk di penjual yang berbeda dengan produk yang sejenis. Meski dijual oleh penjual yang berbeda, produk yang ada dalam pasar tetap memiliki kualitas dan harga yang tak berbeda antara satu penjual dengan penjual lain. 

 

4. Pembeli dan penjual tahu kondisi pasar

Pembeli dan penjual mempunyai wawasan dan informasi yang berimbang membuat mereka sama-sama paham atas kondisi dan perkembangan pasar yang terjadi. Seluruh sumber daya yang ada digunakan sepenuhnya untuk keuntungan paling maksimal. Karena sudah sama-sama saling paham dan mengerti, tak ada penjual yang menjual harga lebih rendah dari harga pasar serta tak ada pembeli yang membeli barang dengan harga tinggi lebih dari harga pasar. 

Kelebihan Pasar Persaingan Sempurna

Ada beberapa kelebihan atau keunggulan dibandingkan sistem pasar lain. Kelebihan yang dimaksud adalah:

  1. Tak ada persaingan yang ketat karena produk yang dijual sejenis
  2. Penjual tak perlu memasang iklan untuk promosi karena produk yang ada sudah dikenal banyak pembeli
  3. Harga yang beredar cenderung stabil
  4. Pembeli bebas mendapatkan produk dari penjual mana saja 
  5. Mendorong efisiensi untuk produksi karena produsen berlomba-lomba untuk memproduksi dan meningkatkan mutu produk yang kemudian akan dijual oleh penjual 

Baca Juga: Perusahaan Manufaktur Sebagai Produsen Produk 

Kekurangan Pasar Persaingan Sempurna

Sempurna tak berarti tidak memiliki kekurangan. Beberapa kekurangan pada pasar persaingan sempurna adalah: 

  1. Minim inovasi produk
  2. Pembeli akan kesulitan untuk memilih produk karena produk yang berbeda sejenis dan sama kualitasnya
  3. Muncul ketidakseimbangan persebaran pendapatan antara produsen produk dan penjual 
  4. Penjual yang berlokasi utama cenderung mendapatkan banyak pembeli dibandingkan yang tidak 
  5. Banyak pesaing yang menyebabkan hambatan untuk memasuki pasar untuk menjual produk 

Contoh Pasar Persaingan Sempurna

Di bawah ini adalah contoh dari pasar persaingan tidak sempurna. Apa saja yang termasuk? 

 

Pasar Buah dan Sayur

Tingkat konsumsi buah dan sayur cukup tinggi di Indonesia karena menjadi salah satu komoditi yang tak bisa ditinggalkan masyarakat. Harga jual dari buah dan sayur dalam pasar adalah hasil permintaan dan penawaran dari pihak penjual dan pembeli. Jadi, tak ada pihak untuk mempengaruhi harga jual lebih tinggi dari harga buah dan sayur sejenis di pasar. 

Pasar Bursa Efek

Modal dan bursa efek memang bukan bahan pokok masyarakat pada umumnya. Mengapa dapat dikategorikan menjadi pasar persaingan yang sempurna? Hal ini disebabkan karena harga produk telah ditentukan oleh sistem sehingga tak akan terpengaruh dengan pihak baik dari penjual maupun pembeli. 

Pasar Persaingan Sempurna VS Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Di samping pasar persaingan sempurna, ada jenis pasar lain yang sekilas terhubung yaitu pasar persaingan tidak sempurna. Apa sih perbedaannya? Jika dalam persaingan sempurna telah disebutkan bahwa jumlah penjual cukup banyak dan seimbang dengan jumlah pembeli, maka dalam pasar persaingan tidak sempurna adalah kebalikannya. Pasar persaingan tidak sempurna memiliki sedikit penjual namun jumlah pembelinya banyak, Hal ini menyebabkan besar harga yang ada ditentukan oleh kebijakan penjual. Pembeli pun tak memiliki banyak pilihan untuk memilih produk dari penjual lain. Pasar persaingan tidak sempurna pun terdiri dari beberapa jenis lagi, antara lain: 

  1. Oligopoli
  2. Monopoli
  3. Monopolistik 

 

Dalam pasar persaingan tidak sempurna, penjual tidak bisa seenaknya keluar dan masuk pasar. Jika pun memang ingin dan harus keluar dari pasar, maka penjual harus menghadapi hambatan yang ketat berupa perjanjian dan regulasi sesuai dengan kondisi tertentu yang dihadapi penjual. Sangat berbeda jauh, bukan? 

Perlu dipahami bahwa sistem pasar persaingan tidak sempurna dan sempurna penerapannya cukup relatif tergantung komoditas yang dijual. Penjual ada baiknya memahami risiko dari masing-masing sistem.