pasar persaingan tidak sempurna

Pasar Persaingan Tidak Sempurna: Pengertian, Ciri, dan Jenisnya

Ketika pasar persaingan sempurna tidak berjalan dengan baik, maka akan tercipta pasar persaingan tidak sempurna. Kemunculan berbagai jenis pasar merupakan kejadian yang lumrah dalam kegiatan ekonomi. LinovHR akan menjelaskan bagaimana kondisi pasar yang tidak sempurna tersebut melalui artikel di bawah ini! 

 

Pengertian Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Pasar persaingan tidak sempurna menggambarkan situasi dimana penjual atau pedagang dalam suatu pasar pasar lebih sedikit dibandingkan pembeli. Penjual berhak atas penjualan produk tertentu dan hanya merekalah yang boleh atau mampu menjual produk dengan jumlah yang terbatas. Adanya hal jumlah penjual yang lebih banyak menjadikan penentuan harga produk di pasar terjadi ketidakseimbangan.

 

Ciri Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Secara umum, kondisi pasar dengan persaingan tidak sempurna dapat memicu konflik karena jumlahnya yang tak seimbang antara penjual dan pembeli. Ciri-ciri dari pasar tidak sempurna antara lain: 

 

1. Ketidakseimbangan Antara Penjual dan Pembeli

Penjual dan pembeli mempengaruhi kondisi pasar. Dalam kondisi pasar yang tidak sempurna, pasar hanya terdiri dari satu atau beberapa penjual yang lebih sedikit dari pembeli. Ketidakseimbangan ini menyebabkan penjual lebih berkuasa di pasar. 

 

2. Penjual Menentukan Harga

Karena penjual lebih berkuasa dibandingkan pembeli dan hanya sedikit pihak yang mempengaruhi pasar, penjual bebas dan mendominasi dalam penentuan harga. Kebebasan dan dominasi memungkinkan perusahaan memperoleh profit yang jauh lebih besar. Hal ini disebabkan oleh persaingan yang minim dalam penjualan barang di pasar.

 

3. Sulit untuk Masuk ke Dalam Pasar

Industri dalam pasar tidak sempurna hanya mampu dijalankan pihak tertentu. Karena hanya mampu dijalankan oleh pihak tertentu, maka sulit bagi penjual lain untuk masuk dan memulai bisnis dalam pasar. Ini berbanding terbalik dengan pasar persaingan sempurna dimana penjual bebas keluar masuk pasar. 

 

4. Tidak ada barang pengganti

Tidak adanya kebebasan untuk memasuki pasar menjadikan ketersediaan atas pengganti produk dengan fungsi dan manfaat yang sama menjadi lebih sedikit atau bahkan sulit dicari.  Jadi, untuk mendapatkan produk atau barang yang bersangkutan, penjual harus membeli dari penjual yang hanya menjual produk tersebut.

 

Kelebihan Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Walau berpotensi terjadi konflik, ada beberapa kelebihan dari pasar tidak sempurna. Kelebihannya dapat diuraikan sebagai berikut: 

 

1. Produk yang Dijual Berkualitas Unggul

Barang yang susah dicari dan hanya terdapat beberapa penjual yang menjualnya biasanya bersifat unggul dan mempunyai banyak manfaat. Hal ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan barang atau produk yang mudah dicari. 

 

2. Keuntungan yang Lebih Besar

Penjual akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar. Ini dikarenakan pembeli tidak punya opsi pilihan lain atas produk pengganti dan harga yang ditetapkan penjual bersifat bebas tergantung keinginan penjual.

 

3. Bebas Biaya Produksi

Sebelum memasuki pasar, penjual sudah melakukan riset terlebih dahulu apakah mampu atau tidak memasuki industri pasar tidak sempurna. Riset akan menunjukkan bahwa produk yang dijual dalam pasar sangat dibutuhkan oleh masyarakat, seperti bahan bakar dan listrik. Tanpa promosi dan iklan sekalipun, pembeli sudah mengenal  baik produk yang dijual perusahaan. 

 

Baca Juga:  Manfaat dan Jenis Inovasi dalam Perusahaan

 

4. Mendorong Inovasi Produk

Inovasi produk dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan menguntungkan penjual kedepannya. Ini dapat didorong dengan hak paten atau lisensi yang dipegang oleh penjual terhadap produk sehingga penjual lebih leluasa melakukan eksplorasi demi kepentingan inovasi. 

 

Kekurangan Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Saat pasar mengalami persaingan yang tidak sempurna akan mengalami sebuah fluktuasi ekonomi.  Keuntungan pun hanya dapat dirasakan pihak tertentu. Ada beberapa kerugian karena pasar didominasi satu orang, yaitu: 

 

1. Permainan Harga

Karena pasar hanya didominasi oleh pihak tertentu dan jumlah penjualnya sedikit, besar kemungkinan terjadi permainan harga. Permainan harga makin lama dapat merugikan konsumen. Ketidakmampuan konsumen dalam memahami kisaran harga yang seharusnya diterapkan karena minim pembanding juga menjadi faktor terjadinya permainan harga.  

 

2. Sedikit Alternatif

Konsumen dihadapi oleh ketidakberadaan alternatif produk pengganti dengan manfaat dan fungsi yang sama. Tidak ada pilihan lain selain membeli produk dari penjual yang menguasai pasar.

 

3. Diskriminasi Harga

Tidak hanya permainan harga, penjual juga dapat melakukan diskriminasi harga. Penjual dapat mematok harga yang jauh lebih mahal untuk kelompok pembeli yang berbeda atas produk yang sama.  

 

4. Eksploitasi Konsumen

Jumlah penjual yang mendominasi pasar dibandingkan pembeli membuat pasar riskan terjadi eksploitasi konsumen. Imbas dari eksploitasi konsumen yang tidak bisa bertindak mengambil alih untuk menyeimbangkan pasar.

 

Jenis Pasar Persaingan Tidak Sempurna

Ketidaksempurnaan menyebabkan pasar terdiri dari beberapa jenis. Jenis-jenis pasar persaingan tidak sempurna antara lain: 

 

Pasar Monopoli

Monopoli adalah kondisi dimana terdapat satu penjual dan banyak pembeli dalam pasar. Penjual mempunyai kekuatan besar, dikenal oleh masyarakat luas, dan modal yang besar. Keberadaan modal yang besar menyulitkan kompetitor baru untuk memasuki pasar. Penjual biasanya akan menetapkan hak paten (hak cipta) serta hak eksklusif terhadap produk dan meningkatkan kualitas melalui  inovasi dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Contoh penjual dalam pasar Monopoli di Indonesia adalah PT PLN yang melayani dan menyediakan kebutuhan listrik masyarakat seluruh Indonesia. 

 

Pasar Oligopoli

Jika monopoli hanya terdapat satu penjual, maka Oligopoli terdapat beberapa penjual yang menguasai pasar dengan banyak pembeli. Kegiatan promosi masih diperlukan untuk mengenalkan produk kepada masyarakat luas serta bersaing dengan penjual lain. Persaingan yang terjadi pun cenderung sangat ketat. Bila terjadi penurunan harga oleh satu penjual, maka penjual lain akan terpengaruh dan ikut menurunkan harga supaya pembeli tidak berpaling  kepada kompetitor. 

 

Pasar Monopolistik

Pasar Monopolistik terdiri dari penjual yang menjual produk identik tetapi memiliki perbedaan dan ciri khas masing-masing dari segi fungsi, manfaat,  kemasan, bentuk, dan lain-lain. Jumlah penjual pada pasar ini tidak terbatas dan dapat dimasuki dengan mudah oleh kompetitor baru. Inovasi dan promosi menjadi penentu dalam kesuksesan penjualan produk.

 

Pasar Monopsoni

Berbanding terbalik dengan Monopoli, pasar Monopsoni terdapat banyak penjual dengan hanya ada satu pembeli. Pada pasar ini pembeli jauh lebih berkuasa dibandingkan penjual. Harga produk bisa disesuaikan dengan keinginan pembeli, di samping penjual tetap akan mencari keuntungan sebanyaknya. Kualitas dari produk yang dijual juga lebih terjamin karena penjual berusaha memberikan yang terbaik untuk pembeli agar tak kalah dengan penjual lain.

 

Pasar Oligopsoni

Oligopsoni terdiri dari banyak penjual dan beberapa pembeli, dimana pembeli akan mengolah produk untuk kemudian akan dijual kembali. Kebanyakan barang yang dijual dalam pasar ini merupakan barang mentah yang harus diolah terlebih dahulu untuk mendapatkan fungsi dan manfaatnya. Harga produk cenderung lebih stabil dan lebih ditentukan oleh pembeli. Tetapi, penjual tidak kehilangan dayanya atas menentukan harga. 

 

Kondisi pasar yang didominasi penjual membuat dibutuhkannya pengawasan dari badan terkait sesuai dengan peraturan dan regulasi pemerintah agar tidak merugikan pembeli. Itulah penjelasan singkat mengenai pasar persaingan tidak sempurna. Semoga dapat membantu dan menambah wawasan!