pemasok adalah

Pengertian Pemasok dan Penjelasan Lengkapnya

Dalam menjalankan operasional bisnis, ada banyak pihak yang terlibat. Tidak hanya di internal perusahaan tetapi juga pihak dari luar, seperti supplier atau pemasok.

Pemasok ini berperan penting dalam kelancaran proses produksi dan persediaan barang produksi. Keberadaannya jadi kunci sukses bagi perusahaan dalam menerapkan sistem supply chain management.

Jika Anda ingin lebih memahami tentang apa itu pemasok dan peran besarnya untuk bisnis Anda, coba simak artikel LinovHR berikut ini!

 

 

Pengertian Pemasok

Secara harfiahnya, pengertian pemasok adalah pihak yang memasok atau menjual bahan mentah atau setengah jadi kepada pihak lainnya untuk kemudian diproses menjadi produk jadi. Oleh karena itulah mengapa pemasok menjadi bagian dari rantai pasok yang menyediakan nilai massal dari produk.

Selain itu, ada juga yang mengartikan pemasok sebagai seseorang yang punya peran untuk menjadi pemasok atau penjual sumber daya berupa bahan mentah kepada pihak lain. Bahan mentah tersebut kemudian diolah menjadi barang jadi yang dijual ke pasaran.

Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa intinya pemasok adalah penyedia bahan baku untuk kepentingan produksi suatu perusahaan yang menjadi entitas bisnis mereka.

Supplier sendiri berbeda dengan distributor, pemasok bertugas menjual dan memasok barang. Sedangkan distributor menjual dan menyalurkan produk kepada pengecer untuk kemudian dijual kembali kepada konsumen.

 

Baca juga: Cara Mencari Supplier Terpercaya

 

Peranan Pemasok dalam Tahap Siklus Peredaran Produk

Dalam kegiatan produksi, pemasok memainkan peranan begitu vital untuk product life cycle atau siklus peredaran produk. Product life cycle ini adalah waktu yang dibutuhkan sebuah entitas bisnis untuk menghasilkan produk sampai siap dipasarkan.

Ia menyediakan sumber bahan baku untuk meningkatkan produksi. Perusahaan perlu bekerja sama dengan pemasok untuk mengelola persediaan bahan baku tercukupi dan memastikan bahan baku yang diterima adalah yang terbaik. 

Product life cycle sangat bervariasi dan bergantung pada volume produksi. Berikut ini peran supplier dalam mendukung siklus produk.

 

1. Timeline

Hal ini berkaitan dengan bagaimana perusahaan dapat  menangani permintaan pasar. Sebuah bisnis dikatakan andal apabila mereka mampu mengirim pesanan tepat waktu.

Di sini dapat kita pahami bahwa jika pemasok mengirimkan bahan baku tepat waktu, tentu entitas bisnis sebagai penerima pasokan dapat mengelola persediaan dan inventory dengan baik. Sehingga proses produksi dapat berjalan lebih optimal.

 

2. Menjaga Daya Saing

Kehadiran supplier membantu para perusahaan untuk menjaga daya saing dengan kompetitor. Dengan pemilihan pemasok yang tepat, produk yang dihasilkan bisa lebih unggul baik secara kualitas dan juga harga.

 

3. Pengelolaan Keuangan Perusahaan Lebih Baik

Kehadiran pemasok akan membantu pengelolaan keuangan perusahaan. Contohnya, saat bisnis kekurangan uang kas, biasanya pemasok akan turut membantu dengan memperpanjang jangka waktu kontrak, mengubah tanggal jatuh tempo, bahkan bisa juga berinvestasi dan memberikan suntikan modal.

 

Apa Itu Manajemen Hubungan Pemasok

Manajemen Hubungan Pemasok
Sumber: Pexels.com by Artem Podrez

 

Manajemen hubungan pemasok adalah proses perencanaan dan pengelolaan semua hubungan dengan pemasok yang memasok produk atau layanan apapun kepada perusahaan. Hubungan ini melibatkan beberapa pemasok seperti pemasok bahan baku, pemasok utilitas sampai pemasok layanan kebersihan. 

Sangat penting bagi perusahaan untuk mengelola hubungan ini karena sangat berpengaruh pada pasokan produk dan layanan yang lebih efisien bagi perusahaan, terutama di saat pasar sedang lesu.

Untuk itulah setiap perusahaan perlu menjaga hubungan baik dengan supplier.

Salah satu cara untuk menjaga hubungan baik dengan pemasok adalah dengan menggunakan manajemen hubungan pemasok atau lebih dikenal dengan supplier relationship management (SRM). Metode ini adalah pendekatan sistematis untuk mengelola supplier secara efektif dan efisien.

SRM menyediakan panduan baik perusahaan untuk mengelola relasi yang sehat dengan supplier, baik itu terkait data vendor, manajemen siklus produk, sampai pengelolaan risiko produk.

Menjaga hubungan dengan supplier ini sangat penting dilakukan oleh perusahaan karena supplier lah yang dapat membantu bisnis dalam mencapai target produksi seperti menghasilkan produk berkualitas dan menurunkan biaya pasokan.

Berikut ini beberapa manfaat dari manajemen pemasok bagi perusahaan,

 

1. Pengurangan Biaya

Memiliki hubungan yang baik dengan pemasok membantu perusahaan untuk membangun kerjasama jangka panjang. Bekerja sama dengan satu atau dua pemasok yang dapat menyediakan banyak bahan berkualitas berbeda lebih baik daripada perusahaan harus memiliki banyak pemasok. Ini artinya perusahaan dapat bekerja untuk meningkatkan layanan pemasok dan mengurangi biaya produksi.

 

2. Mendorong Inovasi

Tidak hanya memastikan seluruh kebutuhan produksi, bekerja sama dengan pemasok juga mendorong perusahaan untuk melakukan inovasi produk. Melalui inovasi ini, baik perusahaan atau supplier dapat meningkatkan penawaran secara eksponensial.

 

3. Meningkatkan Manajemen Operasional

Implementasi manajemen hubungan pemasok memungkinkan operasional bisnis akan meningkat karena perusahaan dapat melakukan pengawasan kepada performa supplier melalui software.

 

4. Memfasilitasi Pengambilan Keputusan Secara Cepat

Manajemen hubungan pemasok menyediakan data historis dalam satu platform. Sehingga Anda dapat mengambil keputusan dengan cepat tanpa harus memeriksa banyak dokumen.

 

Bagaimana Menerapkan Manajemen Hubungan Pemasok

Di atas kita sudah membahas manfaat yang didapatkan perusahaan ketika mereka mampu menjaga hubungan baik dengan supplier. Lantas, bagaimana manajemen hubungan dengan pemasok yang efektif itu?

 

1. Menyelaraskan Strategi Manajemen Pemasok dan Strategi Bisnis

Permasalahan yang kerap muncul antara pemasok dan perusahaan adalah tidak selarasnya strategi hubungan pemasok dan strategi bisnis yang dijalankan. Sehingga menyebabkan pengeluaran sumber daya yang tidak perlu dan tidak mencerminkan tujuan bisnis untuk jangka panjang.

Oleh sebab itu, untuk menjaga hubungan baik, cobalah buat strategi manajemen pemasok dan strategi bisnis yang selaras.

 

2. Membangun Kerja Sama Jangka Panjang

Bila Anda berniat untuk menggunakan pemasok dalam jangka waktu yang lama, penting sekali untuk membangun hubungan yang langgeng. Ini bisa tercipta dengan komunikasi terbuka.

Hubungan jangka panjang ini akan memastikan bahwa perusahaan harus dapat memahami seperti apa kemampuan pemasok untuk memenuhi permintaan Anda. Dari sisi pemasok, hubungan jangka panjang yang dibangun akan membuat mereka berusaha memenuhi kebutuhan bisnis perusahaan dibanding perusahaan lain.

 

3. Cobalah Investasi Melalui Teknologi

Teknologi yang berguna seperti ERP akan sangat membantu perusahaan dalam melakukan manajemen rantai pasok sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Selain itu, perusahaan pun akan sangat terbantu dalam menemukan pemasok yang cocok dan paling sesuai dalam memenuhi kebutuhan produksi.

 

4. Melakukan Pembayaran Tepat Waktu

Mungkin ini terdengar sepele, tapi membayar pemasok tepat waktu adalah cara paling terbukti efektif dalam menjaga hubungan baik. Perusahaan yang telat membayar pemasok akan kehilangan kepercayaan pemasok karena menyulitkan dan membuat arus kas mereka tidak stabil.

Kini Anda tentu sudah memahami, kenapa Anda perlu membangun hubungan yang baik dengan supplier. Karena hal itu akan berdampak pada keberlangsungan produksi perusahaan Anda. Apabila pasokan bahan baku yang diperlukan berjalan baik dan lancar, tentu Anda dapat memenuhi permintaan pasar.

Itulah hal yang perlu Anda ketahui tentang pemasok dan bagaimana cara Anda untuk dapat menjaga hubungan dengan mereka agar bisnis Anda berjalan lancar.

Semoga bermanfaat!