company profile

Pengertian Company Profile dan Contohnya

Sejak dahulu seorang pepatah mengatakan “Tak kenal maka tak sayang”. Kata-kata in sangat membekas, terutama ketika sedang mengawali sesuatu. Apabila tidak kenal dengan baik atau belum pernah berinteraksi justru menimbulkan keraguan dan rasa malas. Sama seperti manusia, suatu perusahaan atau usaha juga harus diperkenalkan. Bedanya perusahaan diperkenalkan melalui company profile.

Jadi, profil perusahaan dibuat sebaik mungkin supaya dapat memikat hati pelanggan dan calon investor. Eksistensi profil perusahaan menjadi elemen penting yang wajib dipersiapkan dengan matang.

 

Mengapa Company Profile Penting?

Company profile menjadi hal utama untuk memperkenalkan informasi detail tentang perusahaan kepada sasaran bisnis. Sehingga sasaran bisnis mampu mengenal dan memahami identitas perusahaan yang menjadi calon mitra. Ada berbagai keuntungan dari keberadaan profile dalam perusahaan, antara lain: 

  1. Menyajikan dan mempresentasikan identitas perusahaan secara jelas dan lengkap.
  2. Sebagai media komunikasi terbaik dari perusahaan kepada berbagai pihak yang membutuhkan informasi perusahaan.
  3. Meningkatkan profesionalisme dan kredibilitas perusahaan.
  4. Sebagai tools marketing, publikasi dan media branding.

Pada dasarnya company profile perusahaan sama seperti etalase depan yang harus ditata sedemikian rupa untuk menarik minat pengunjung. Jadi, company profile dibuat sesuai dengan informasi dan fakta aktual.

 

Baca Juga: 6 Cara Membangun Sense of Belonging dalam Perusahaan

 

Hal Apa Saja Yang Harus Ada di Company Profile

Profile perusahaan menampilkan penjelasan terkait perusahaan secara lengkap. Dalam hal ini penjelasan yang dimaksud dapat disajikan secara verbal atau grafik. Sehingga dapat meningkatkan nilai produk dan keunggulan perusahaan. Apabila ingin membuat company profile perusahaan harus memperhatikan hal-hal apa saja yang harus ada.

 

Sejarah

Sejarah pendirian perusahaan merupakan informasi dasar yang harus dipublikasikan. Sejarah juga memberikan gambaran perusahaan sejak awal berdiri sampai dengan sekarang kepada pihak eksternal dan internal. Pasalnya rata-rata calon pelanggan atau klien ingin mengetahui landasan usaha yang digeluti.

 

Visi dan Misi

Visi dan misi menjadi informasi mendasar yang tidak kalah pentingnya. Visi adalah cita-cita perusahaan yang hendak diraih. Dapat dikatakan pula sebagai harapan jangka panjang dari pemilik perusahaan yang menginginkan arah usahanya. Sementara, misi adalah langkah-langkah yang dilakukan perusahaan untuk mencapai visi.

 

Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi perusahaan berupa susunan penanggung jawab. Sebaiknya mencantumkan nama-nama individu yang menempati struktur tersebut. Adapun fungsi pencantuman struktur organisasi supaya klien tahu siapa saja yang nantinya berhubungan pekerjaan dengan mereka.

 

Baca Juga: Mengenal Aplikasi untuk Membuat Struktur Organisasi Perusahaan

 

Kinerja Perusahaan

Kinerja perusahaan juga wajib dicantumkan. Dalam hal ini kinerja dapat disampaikan berdasarkan pengalaman pekerjaan terdahulu dan laporan keuangan. Kinerja berdasarkan pengalaman berupa portofolio perusahaan dalam bentuk foto, video, tulisan, dan grafik. 

Kinerja dalam bentuk laporan keuangan dapat disajikan sesuai dengan keinginan perusahaan. Apabila dirasa profile tidak memerlukan data keuangan, maka tidak perlu menampilkan laporan keuangan. Terkadang ada perusahaan yang menampilkan laporan keuangan supaya lebih cepat memperoleh investasi atau kesepakatan kerjasama. Laporan keuangan perusahaan hanya ditampilkan dalam bentuk cetak. Sangat jarang menemukan laporan keuangan yang disajikan secara online.

Seperti itulah 3 hal yang wajib ada dalam profile perusahaan Mengenai sejarah, visi, dan misi disarankan menyampaikan secara singkat, padat, dan jelas. Namun, untuk kinerja perusahaan dan produk dapat dituliskan secara lebih rinci. Sebab, produk merupakan info utama yang lebih difokuskan oleh calon pelanggan, klien, atau investor.

 

Hal Yang Tidak Boleh Ada di Company Profile

Ternyata dalam membuat company profile masih ada hal-hal yang tidak boleh dicantumkan. Sebab, jika dicantumkan akan membuat kabur calon pelanggan maupun investor. Berikut ini hal-hal yang tidak boleh ada pada company profile, antara lain:

  1. Hambatan-hambatan yang dialami perusahaan,
  2. Kasus hukum yang menimpa perusahaan atau karyawan perusahaan,
  3. Testimoni pelanggan,
  4. Ajakan untuk berinvestasi yang disebut melalui verbal lisan secara terang benderang,
  5. Arus kas perusahaan (cash flow),
  6. Kegagalan yang pernah dialami perusahaan, dan 
  7. Kejelekan dari produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan.

 

Contoh Company Profile

Untuk semakin memahami apa itu company profile, berikut adalah contoh beberapa contoh dari beberapa perusahaan besar di dunia :

 

Namun, untuk perusahaan yang baru merintis pun akan menyusun company profile dengan cara berbeda. Apalagi jika perusahaan tersebut sedang mencari pendanaan kepada calon investor. Biasanya penyampaian company profile dilakukan secara elevator pitch atau disebut presentasi bisnis. 

Sebuah manajemen dalam perusahaan diperlukan bahkan sejak mempersiapkan company profile.  Identitas perusahaan secara detail seperti profile, hirarki, tingkatan jabatan, unit jabatan serta klasifikasi pekerjaan wajib dikelola dengan rapi dan sistematis. Melalui  Organization Management dalam Software HRD dari LinovHR dapat membantu perusahaan mendokumentasikan dan mengelola identitas perusahaan. Semua data dan informasi terkait perusahaan tentu dijamin keamanan dan kerahasiaannya dalam server berbasis cloud. Jadi, tunggu apalagi? Hubungi LinovHR  melalui tautan berikut ini  Contact Us  untuk keterangan lebih lanjut!