Outsourcing

Outsourcing: Pengertian, Regulasi dan Manfaatnya

Perusahaan akan mempekerjakan tenaga kerja untuk mendukung operasional. Namun, rekrutmen tidak selalu mudah dilakukan.

Sistem outsourcing pun dinilai menjadi salah satu solusi bagi perusahaan untuk mendapatkan tenaga kerja kompeten dalam waktu yang singkat untuk mendukung operasional bisnis.

Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini!

 

 

Apa Itu Outsourcing?

Outsourcing adalah sebuah sistem penyaluran atau alih daya tenaga kerja dari satu perusahaan ke perusahaan client yang membutuhkan. Perusahaan yang menyediakan tenaga alih daya ini disebut dengan perusahaan outsource. 

Perusahaan client yang membutuhkan tenaga alih daya ingin mengefisiensikan waktu dan biaya dalam rekrutmen, sehingga memutuskan untuk menggunakan jasa perusahaan outsource.

Dengan menggunakan jasa perusahaan outsource, perusahaan client tidak membutuhkan waktu lama dan biaya lebih untuk rekrutmen dan pelatihan karyawan baru.

 

Baca juga : Apa Perbedaan Karyawan Outsourcing dan Karyawan Kontrak?

 

Penerapan Sistem Outsourcing

Umumnya, karyawan yang direkrut dari sistem outsourcing bukanlah karyawan pendukung operasional perusahaan dan bukan bekerja untuk inti proses perusahaan. 

Sama seperti perusahaan lain saat merekrut karyawan, perusahaan yang membutuhkan jasa outsourcing harus melakukan kontrak kerja dan kedua belah pihak harus saling memenuhi hak dan juga kewajibannya.

Dari sisi karyawan outsourcing pun memiliki dua kontrak kerja. Yang pertama antara dirinya dengan perusahaan outsource dan yang kedua antara dirinya dengan perusahaan dimana dia ditugaskan.

 

Contoh Pekerjaan Outsourcing

pekerjaan outsourcing
contoh pekerjaan outsourcing

 

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahwa pekerja outsourcing biasanya bukan merupakan pekerja yang menempati posisi inti atau strategis di perusahaan. Berikut merupakan contoh pekerjaan outsourcing:

  • Petugas Kebersihan.
  • Customer Service.
  • Call Center.
  • Pekerja Pabrik.
  • Kurir/ Pengemudi.

 

Regulasi Outsourcing di Indonesia

Aturan mengenai perusahaan outsourcing telah diatur dalam Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Pada pasal 65 ayat 2, dijelaskan bahwa pekerjaan yang dapat diserahkan kepada pihak perusahaan outsourcing adalah sebagai berikut:

  • Pekerjaan dilakukan secara terpisah dari pekerjaan utama
  • Pekerjaan dilakukan atas perintah langsung maupun tidak langsung dari pemberi kerja
  • Outsourcing merupakan kegiatan untuk menunjang perusahaan secara keseluruhan
  • Pekerja outsourcing tidak menghambat proses produksi secara langsung.

 

Selain itu, pasal 66 juga menjelaskan perusahaan yang menggunakan jasa dari perusahaan outsourcing tidak boleh mempekerjakan tenaga kerja dengan kegiatan pokok atau kegiatan yang berhubungan langsung dengan proses produksi.

Tenaga kerja outsourcing hanya dikhususkan sebagai kegiatan jasa penunjang.

Jadi menurut sistem hukum yang berlaku tenaga kerja outsourcing hanya dikhususkan untuk melakukan pekerjaan penunjang, bukan untuk pekerjaan utama dalam suatu perusahaan.

 

Manfaat Outsourcing Bagi Perusahaan dan Karyawan

Dengan melakukan kerjasama dengan perusahaan penyedia jasa outsourcing, terdapat beberapa manfaat yang dirasakan bagi perusahaan pemakai dan juga para karyawan.

 

Manfaat Outsourcing Bagi Perusahaan

Di bawah ini adalah beberapa manfaat penggunaan tenaga alih daya dalam sebuah perusahaan.

 

1. Pekerjaan Fokus Kepada Orientasi Utama

Dengan bekerja sama dengan perusahaan outsourcing, perusahaan pemakai akan lebih fokus untuk bekerja dan mengejar tujuan yang sedang dijalani dengan adanya bantuan dari perusahaan outsourcing.

 

2. Mendapatkan Karyawan Ahli dan Berpengalaman

Karena hanya berfokus mengerjakan satu bidang, perusahaan akan mendapatkan karyawan yang ahli dalam suatu bidang. Sehingga proses kerja akan dilakukan lebih cepat.

 

4. Tidak Perlu Mengeluarkan Biaya atas Tunjangan dan Fasilitas

Manfaat yang dirasakan perusahaan yaitu tidak perlu menyiapkan biaya lebih seperti tunjangan hingga fasilitas BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan.

 

5. Karyawan Bekerja Atas Dasar Kontrak Kerja

Setiap karyawan yang memberikan pengaruh dan hasil kerja yang baik biasanya perusahaan akan sulit untuk mencabut kontrak kerja.

Namun lain hal dengan outsourcing, karyawan hanya bekerja sesuai dengan perjanjian waktu yang berlaku. Jadi jika karyawan memberikan hasil kerja yang negatif, maka perusahaan bisa langsung memecat atau menyudahi kontrak kerja.

 

Manfaat Outsourcing Bagi Karyawan

Tidak hanya bagi perusahaan, karyawan alih daya pun juga mendapatkan beberapa manfaat dari sistem ini. Apa saja manfaat tersebut? 

 

1. Memudahkan dalam Mendapatkan Pekerjaan

Bagi para calon pekerja yang baru selesai menyelesaikan pendidikan, perusahaan outsourcing justru akan memudahkan mereka untuk menyalurkan kerja ke beberapa perusahaan.

 

2. Mendapatkan Pelatihan Kerja

Sebelum disalurkan ke perusahaan, para calon tenaga kerja akan diberikan pelatihan yang memadai tentang bidang dan juga pekerjaan yang akan mereka lakukan. Sehingga para tenaga kerja memiliki kesiapan yang cukup perihal dunia kerja.

 

3. Mendapatkan Keahlian Khusus

Perusahaan outsourcing hanya akan memberikan tenaga kerja dengan keahlian yang khusus. Jadi bagi para calon tenaga kerja, mereka akan berfokus kepada satu keahlian yang diminati.

 

4. Menjadi Ruang Untuk Pengembangan Diri

Perusahaan outsourcing akan memberikan ruang bagi para pekerja untuk melakukan pengembangan diri yang lebih luas tanpa terikat pada status kerja di sebuah perusahaan.

 

5. Mendapatkan Koneksi yang Lebih Luas

Karena bekerja dengan pihak luar, para karyawan akan mendapatkan relasi yang lebih luas. Bahkan jika karyawan tersebut memiliki pola kerja yang baik maka akan mendapatkan kesempatan untuk bekerja di perusahaan tersebut.

 

Kelebihan & Kekurangan Outsourcing

Sistem kerja outsourcing mempunyai peran penting dalam meningkatkan performa perusahaan.

Karena dalam prakteknya, sistem outsourcing dapat menekan biaya operasional perusahaan dan membuat perusahaan lebih fokus dalam memajukan bisnis utamanya (core business).

Sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan sistem outsourcing, Anda perlu mengetahui kelebihan dan kekurangannya.

 

Kelebihan Sistem Outsourcing

Berikut ini beberapa kelebihan sistem kerja outsourcing bagi perusahaan, diantaranya adalah:

 

1. Mengurangi Beban Biaya Rekrutmen Karyawan

Seluruh proses rekrutmen pekerja outsource dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa (perusahaan outsource). Sehingga perusahaan tidak perlu repot lagi merekrut karyawan satu persatu karena perusahaan sudah bisa langsung mendapatkan pekerja outsource terpilih dari perusahaan outsource.

 

2. Menghemat Anggaran untuk Memberikan Pelatihan

Biasanya, pekerja outsource sudah mempunyai keahlian spesifik yang dibutuhkan. Misalnya keahlian dalam membersihkan atau mengorganisir barang. Perusahaan yang membutuhkan jasa pekerja outsourcing bisa menghemat anggaran untuk memberikan pelatihan (training).

 

Baca Juga: Hak Karyawan Outsourcing Menurut Undang-Undang?

 

Kekurangan Sistem Outsourcing

Namun dibalik kelebihannya, sistem kerja outsourcing juga memiliki beberapa kekurangan bagi perusahaan, antara lain:

 

1. Informasi Perusahaan Rentan Bocor

Walaupun tidak menggunakan pekerja outsource untuk mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan utama bisnis, akan tetapi tetap saja perusahaan outsource bisa mendapatkan informasi-informasi penting seputar bisnis perusahaan.

Masalahnya, ada beberapa jenis pekerjaan outsource bersifat rahasia, yang bisa meningkatkan peluang bocornya rahasia perusahaan.

Hal ini sangat merugikan perusahaan karena rahasia perusahaan bisa dijual ke pihak lain atau bahkan diketahui oleh pesaing.

 

2. Kontrak Pekerja Outsource Relatif Singkat

Kontrak kerja pekerja outsource yang relatif singkat akan membuat perusahaan cukup direpotkan. Karena harus sering memperbarui kontrak atau mencari perusahaan outsource yang baru. Jika merekrut pekerja outsource yang baru, akan dibutuhkan waktu lagi untuk peralihan tugas dan proses rekrutmen.

 

3. Ketergantungan pada Tenaga Kerja Outsource

Perusahaan yang menggunakan pekerja outsource berpotensi untuk mengalami ketergantungan. Hal ini bisa terjadi apabila ada sistem atau cara kerja yang dirahasiakan oleh perusahaan outsource. Sehingga perusahaan yang menggunakan jasa pekerja outsource tidak bisa mengetahui hal tersebut.

 

4. Kehilangan Kontrol Manajerial

Perusahaan dapat kehilangan kontrol manajerial perusahaannya, karena perusahaan outsource tidak akan mendorong perusahaan untuk maju, melainkan mendorong untuk membuat keuntungan dari layanan yang mereka sediakan.

 

Itu tadi adalah pembahasan lengkap mengenai outsourcing. Singkatnya, outsourcing adalah penggunaan tenaga kerja yang disediakan oleh pihak luar perusahaan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang memesan jasa outsourcing tersebut.

Semoga informasi ini bermanfaat.