bisnis mlm

Apakah yang Dimaksud Bisnis MLM & Bagaimana Cara Kerjanya?

Multi Level Marketing (MLM) atau dikenal juga dengan sebutan Network Marketing telah menjadi model bisnis yang sangat populer selama bertahun-tahun. Sebelum membahas lebih jauh, apa itu multi level marketing atau bisnis MLM, simak penjelasannya terlebih dahulu di bawah ini! 

 

Pengertian Bisnis MLM

Multi level marketing adalah model distribusi yang digunakan perusahaan untuk menyampaikan produknya ke konsumen. Bisnis MLM menggunakan sales representatives untuk mendistribusikan dan menjual produk mereka. 

Jadi, multi level marketing adalah strategi di mana para anggota yang berperan sebagai sales akan melakukan penjualan secara langsung serta merekrut sales baru, di mana sales yang ada akan mendapatkan komisi atau persentase dari hasil penjualan rekrutan mereka.

 

Jenis MLM

Berikut beberapa contoh multi level marketing yang banyak digunakan di berbagai perusahan:

 

1. Breakaway Business Models

Model breakaway merupakan model bisnis multi level marketing yang paling umum. Sesuai namanya, model ini seolah-olah “melepaskan diri”, yang dimana distributor membentuk tim mereka sendiri setelah mereka mencapai tingkat kesuksesan tertentu. 

Hampir setiap perusahaan multi level marketing menggunakan bentuk model breakaway. Sebab, struktur modelnya yang andal berhasil untuk distributor tertentu. Dalam model ini, terdapat dua kelompok distributor yaitu tenaga penjualan (sales) dan pemimpin penjualan (sales manager).

 

2. Unilevel Business Model

Model unilevel hanya dapat berfungsi dengan baik jika Anda memiliki pengaturan organisasi yang substansial. Biasanya, distributor baru tidak akan bertahan lama karena jumlah komisi yang didapatkan tidak cukup tinggi untuk membuat orang lain tertarik bergabung. 

Padahal, model ini menggunakan serangkaian bonus untuk membantu distributor mendatangkan lebih banyak pendapatan. Model bisnis unilevel sangat cocok untuk seseorang ingin terjun ke dalam dunia multi level marketing tetapi tidak ingin menghabiskan banyak waktu untuk mengerjakannya.

 

3. Binary Business Models

Model binary merupakan model bisnis multi level marketing yang terbaru dan model ini paling menonjol dari model yang lain. Model ini mengacu pada barisan distributor. Meskipun model ini sudah banyak berubah sejak pembuatannya, namun model binary merupakan salah satu model yang paling mudah untuk dipahami. Selain itu, model ini juga lebih mudah untuk dijelaskan sehingga dapat membantu meningkatkan kesuksesan Anda.

 

Perbedaan Bisnis MLM Dengan Bisnis Lain

Pada bisnis tradisional seperti toko grosir atau eceran, pemilik bisnis mempekerjakan dan membayar karyawan untuk membantu menjual produknya. Terlepas dari banyaknya jumlah produk yang dijual karyawan, mereka akan tetap menerima gaji yang sama. 

Sementara dalam multi level marketing, semua anggota adalah pemilik bisnis. Mereka semua bekerja untuk mendapatkan komisi. Berbeda dengan bisnis tradisional, perusahaan multi level marketing membangun dan mendayagunakan tenaga kerja mereka untuk memotivasi distributor untuk menjual produk mereka dan merekrut lebih banyak distributor baru. Besarnya uang yang diterima oleh distributor tergantung pada upaya yang dilakukan distributor dalam menjual dan mendistribusikan produk.

 

Baca Juga : Sederet Aspek yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Bisnis

 

Cara Kerja Bisnis MLM

Program multi level marketing bekerja melalui perekrutan. Biasanya, Anda akan diundang oleh orang yang berkecimpung di dunia bisnis untuk menjadi distributor. Berikut sistem bisnis multi level marketing:

 

1. Signing Up

Cara kerja multi level marketing yang pertama ialah Anda akan direkrut oleh pihak sales dari multi level marketing. Apabila Anda menunjukkan minat terhadap bisnis ini, Anda bisa langsung mendaftarkan diri. Saat mendaftar, Anda akan menandatangani kontrak dengan perusahaan utama yang produknya akan Anda jual. Sales yang merekrut dan memperkenalkan Anda dengan bisnis dan produk yang harus Anda jual.

 

2. Retail Selling

Dalam bisnis multi level marketing, pada dasarnya Anda akan memiliki dua aspek utama yang akan Anda fokuskan. 

Yang pertama adalah membeli produk untuk Anda. Biasanya pembelian barang ini akan dikenakan potongan, contohnya Anda membeli barang senilai 1 juta setiap bulan, maka Anda berhak mendapatkan potongan harga sebesar 15% dari harga eceran maksimum. 

Selain membeli produk untuk diri sendiri, Anda juga bisa kembali menjual produk yang sudah Anda beli sebelumnya dengan harga tertentu.

 

3. Merekrut dan Membangun Jaringan

Aktivitas selanjutnya yang Anda fokuskan adalah merekrut distributor lain di bawah Anda. saat Anda mulai merekrut berbagai macam orang dan membuat mereka mendaftarkan diri sebagai distributor, maka Anda akan menjadi sponsor mereka. Ketika Anda mulai mengembangkan jaringan Anda, Anda akan memperoleh penghasilan dari penjualan yang dilakukan oleh distributor Anda.

 

Baca Juga : Tips Memilih Distributor yang Tepat untuk Tingkatkan Keuntungan Perusahaan

 

Keunggulan Bisnis MLM

Terdapat alasan mengapa bisnis MLM sangat populer di Indonesia. Berikut beberapa keunggulannya:

 

  1. Minim risiko. Berbeda dengan bisnis tradisional yang memiliki risiko besar dan modal awal yang lebih besar. Bisnis multi level marketing memiliki risiko rendah, sehingga siapa pun dapat memulai bisnis ini tanpa khawatir akan kegagalan. 
  2. Potensi income yang besar. Keunggulan bisnis ini adalah Anda dapat menghasilkan pendapatan sebanyak yang Anda inginkan. Sebab, tidak ada ketentuan atau aturan khusus tentang berapa banyak uang yang dapat Anda hasilkan karena itu semua tergantung pada upaya Anda. 
  3. Biaya operasional rendah. Model bisnis multi level marketing memungkinkan Anda untuk menjalankan bisnis dengan biaya rendah dibandingkan model bisnis lainnya.
  4. Bebas menjalankan bisnis. Fleksibilitas atau kebebasan adalah salah satu keunggulan terbesar yang dibawah bisnis multi level marketing. Bisnis ini tentunya memberikan kebebasan total, mulai dari aspek finansial, keamanan kerja, hingga jadwal kerja. 

 

Kelemahan MLM

Selain keunggulan, model bisnis multi level marketing juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain:

 

  1. Sering mengalami penolakan. Pada industri multi level marketing, sebagian besar distributor akan menjual produk mereka secara face to face. Saat menjual, mereka banyak mendapatkan penolakan karena kemungkinan besar Anda tidak dapat meyakinkan pelanggan tersebut.
  2. Memiliki stigma buruk dan sering dipertanyakan legalitasnya. Perusahaan multi level marketing saat ini sedang menjamur, namun kenyataannya tidak semua perusahaan benar-benar mengikuti regulasi yang ada. Ada banyak perusahaan multi level marketing ilegal menjalankan modus penipuan dan merugikan banyak pihak
  3. Membutuhkan waktu untuk tumbuh. Bisnis multi level marketing membutuhkan waktu lebih lama untuk tumbuh karena bisnis ini bukan sepenuhnya milik Anda.
  4. Belum tentu cocok dengan semua orang. Jika Anda benar-benar baru dalam bisnis ini, Anda perlu mendedikasikan waktu, menginvestasikan uang dan berpartisipasi dalam memahami model bisnis. Hal ini yang membuat MLM seringkali dipandang sebelah mata. 

 

Hal yang membuat bisnis MLM ini sangat menarik tidak hanya soal aspek finansial, melainkan juga aspek pemenuhan gaya hidup. Multi level marketing adalah peluang besar bagi Anda yang ingin memulai bisnis mereka sendiri dengan risiko minim, biaya rendah, potensi pendapatan cukup besar, dan mencapai kebebasan finansial. 

Namun, jika Anda enggan menawarkan produk secara langsung kepada target, maka bisnis model ini tidak akan cocok bagi Anda. Dibutuhkan rasa percaya diri yang tinggi untuk menawarkan produk secara langsung meskipun sering mengalami penolakan akibat stigma bisnis MLM yang buruk. Jadi, apakah Anda tertarik dengan bisnis ini?