Bagaimana Cara Menghindari Penipuan Wawancara Kerja Ala Nick Corcodilos?

Prosedur wawancara dalam rekruitmen kerja merupakan hal yang sering dilakukan. Bahkan dianggap harus bisa dilakukan oleh perusahaan, guna menyaring Sumber Daya Manusia yang memang sedang dibutuhkan. Artinya tidak hanya CV yang akan dinilai, ada penilaian lain yaitu dari hasil wawancara.

Namun apa jadinya bila perusahaan meminta wawancara menggunakan Google Hanggouts atau jaringan sosial lainnya? Apakah sebagai seorang pencari kerja kita bisa mempercayai perusahaan yang meminta hal tersebut? Ini adalah salah satu pertanyaan yang dikirimkan kepada Nick Corcodilos seorang professional recruitment yang menerbitkan situs Ask The Headhunter.

Terkait hal tersebut ada beberapa hal yang Nick sarankan, terlebih untuk menghindari penipuan yang meminta wawancara kerja menggunakan situs online.

 

Pewawancara Yang Meng-Klaim Diri Sebuah Perusahaan, Belum Pasti Adalah Perusahaan

Nick mengatakan bahwa ia bukanlah seseorang yang gemar untuk diwawancarai atau mewawancarai via video. Ia meyakini bahwa proses wawancara harus dilakukan lewat saluran telepon atau kalau bisa ya secara langsung. Karena bagaimanapun proses wawancara akan memberikan tekanan tersendiri bagi yang diwawancarai.

Apalagi bila perusahaan meminta untuk melakukan wawancara lewat video hangouts, ini tentu saja bisa membuat orang yang diwawancarai secara alami malah semakin gugup. Penilaian dari mulai ekspresi, bahasa tubuh yang kurang baik bisa memudahkan perusahaan untuk segera memutuskan akan menolak atau melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya.

Memang wawancara sendiri merupakan proses screening karyawan  yang kerap kali dilakukan perusahaan agar bisa menyingkirkan karyawan yang tidak masuk ke dalam kualifikasi perusahaan dengan cepat.

Lantas, bagaimana bila perusahaan sangat bersikeras untuk menggunakan Google Hangouts atau Facebook atau LinkedIn atau jaringan sosial lainnya?

Tentu saja tidak masalah, Anda bisa menerima wawancara tersebut. Namun, Nick Corcodilos menyarankan agar dengan sopan Anda bisa meminta perusahaan untuk mengirimkan email resmi wawancara. Atau bisa juga dengan menghubungi Anda secara langsung untuk mengkonfirmasi jadwal wawancara.

Namun sebelum Anda benar-benar melakukan wawancara via telepon atau situs sosial lain, mintalah kontak resmi perusahaan. Seperti situs websitenya, halaman LinkedIn nya, alamat kantor serta nomor telepon resmi. Ini dilakukan agar Anda bisa menghindari penipuan wawancara kerja. Setelah Anda mendapatkan datanya, carilah informasi perusahaan melalui sumber yang ada di internet.

Ingat, Anda jangan terjebak dengan pernyataan perekrut yang menghubungi Anda bahwa mereka dari sebuah perusahaan. Tidak semua yang mengklaim dirinya perusahaan benar-benar sebuah perusahaan. Pastikan dulu kalau kontak resmi yang Anda minta sudah bisa Anda dapatkan agar Anda bisa mencari tahu lebih lanjut.

Bila Anda berhasil menemukan nama perusahaannya secara online, kemudian mendapatkan nomor lain dari situs resminya coba pastikan lebih lanjut. Apakah benar perusahaan menghubungi Anda via telepon dan meminta melakukan wawancara? Bila tidak, itu artinya perekrut tersebut adalah penipu.

 

Baca Juga :9 Cara Agar Percaya Diri Saat Wawancara Kerja

 

Pastikan Bahwa Perusahaan Bersikap Transparan

Tidak sedikit penipuan berkedok perekrutran kerja di luaran sana. Oleh sebab itulah Anda harus harus bisa memastikan apakah orang yang menghubungi Anda adalah perusahaan sah atau bukan? Perusahaan sah akan bersikap tranparan. Mereka akan membagikan informasi perusahaan melalui situs online, baik dari alamat telepon ataupun alamat kantornya. Jangan sampai akal sehat Anda malah terbujuk oleh para perekrut yang datang dari perusahaan tak jelas.

Itulah beberapa saran yang diberikan oleh Nick Corcodilos. Yuk, jadi pencari kerja yang pintar agar tidak salah mendapatkan perusahaan!