Prive Adalah: Pengertian, Karakteristik, Contoh, dan Cara Menghitungnya

Prive adalah salah satu istilah dalam dunia bisnis yang berkaitan dengan investor pada bisnis perusahaan.

Ketika hal ini terjadi maka perusahaan akan mengambilnya dari bagian modalnya dan akan melakukan pencatatan dalam jurnal keuangan perusahaan.

Istilah ini mungkin terdengar rumit dan asing ditelinga. Untuk membantu Anda lebih memahami apa itu prive, simak artikel LinovHR kali ini!

 

 

Pengertian Prive

Prive adalah istilah akuntansi yang dikenal sebagai penarikan modal atau aset yang dilakukan oleh pemilik investasi atau modal dari suatu perusahaan. Penarikan ini umumnya untuk keperluan pribadi dan penarikan ini akan tercatat pada jurnal prive.

Investor memiliki kebebasan dalam menarik investasinya. Akan tetapi aktivitas prive ini harus disepakati oleh dua belah pihak.

Persetujuan tersebut akan membutuhkan beberapa prosedur dan persetujuan beberapa pihak. Hal ini disebabkan karena prive dapat berdampak pada ekuitas perusahaan.

Di dalam akuntansi, prive atau istilah lainnya disebut dengan withdrawals tergolong dalam kolom saldo debit di dalam pembukuan perusahaan.

Bentuk dari modal yang dapat ditarik oleh investor. Bisa juga berupa aset tak tetap dan tetap, serta produk. Modal yang ditarik haruslah senilai dengan modal awal yang ditanamkan.

 

Karakteristik Prive dalam Akuntansi

Prive dalam akuntansi memiliki tiga karakteristik utama. Berikut adalah penjelasan karakteristiknya.

 

  1. Sebagai Pelacak Modal yang Dipakai untuk Kebutuhan Pribadi

Akun prive dapat membantu perusahaan dalam melacak total dana dari bisnis oleh pemilik dalam memenuhi kebutuhan pribadi.

Dengan adanya akun ini, pengawasan penarikan dana oleh pemilik bisnis bisa dilakukan dengan mudah. Pemilik bisnis juga bisa memastikan saldo modal pada perusahaan terjaga dan sesuai dengan arus kas yang ada pada catatan perusahaan. 

 

  1. Tidak Terhitung sebagai Akun Permanen 

Akun withdrawals tidak termasuk sebagai akun permanen atau akun berkelanjutan. Hal ini disebabkan karena pada akhir periode atau tahun keuangan akun tersebut akan diseimbangkan pada kredit di buku besar. 

Sisanya dari keuangan tersebut akan dikirim ke jumlah modal maupun sisi ekuitas pemilik bisnis dari neraca dan termasuk ke dalam jenis debit.

Akun penarikan ini akan digunakan pada tahun selanjutnya untuk melacak penarikan dana dari bisnis di tahun sebelumnya.

 

  1. Tidak Termasuk Akun Pengeluaran pada Bisnis Perusahaan

Prive membuat perusahaan mengalami pengurangan pada total dana pada bisnis perusahaan, akan tetapi hal ini tidak terhitung sebagai pengeluaran. Mengapa begitu? Sederhananya, penarikan ini bukan termasuk pada aktivitas bisnis. 

Prive hanya dianggap sebagai pengurangan ekuitas yang dilakukan oleh pemilik aset pada bisnis. Jika ditulis dalam pengeluaran, pencatatannya akan  ditulis pada laporan rugi laba perusahaan, bukan pada neraca. 

 

Kategori Prive 

Terdapat beberapa jenis aset yang dapat ditarik oleh investor melalui transaksi prive, yaitu sebagai berikut ini:

  1. Pembagian laba atau hasil keuntungan atas dasar nama baik dalam bentuk apapun,
  2. Pembayaran upah atau gaji pada anggota yang modalnya tidak terbagi ke dalam saham,
  3. Penarikan modal yang dilakukan oleh anggota aktif maupun pasif,
  4. Anggota persekutuan komanditer (CV) yang menggunakan dana perusahaan untuk kebutuhan pribadinya.

 

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengatasi Financial Distress di Perusahaan

 

Cara Menghitung Prive 

Ada tiga cara yang umum yang dipakai untuk menghitung prive dalam laporan perubahan modal. Berikut adalah cara-caranya. 

 

1. Tidak tercantum dalam laporan Laba Rugi

Cara ini menjadi yang paling banyak digunakan karena dianggap sebagai alternatif yang paling baik. Dalam cara ini prive yang dicatat di bagian debit tidak akan masuk dalam beban pada laporan laba rugi.

Namun akan tercatat sebagai pengurangan modal. Sesuai dengan perhitungan di dalam laporan perubahan modal.

Mengapa cara ini banyak digunakan? Ini karena prive tidak dianggap sebagai operasional bisnis. Bisa saja bisnis tetap mengalami keuntungan meski privenya besar.

Sehingga, ketika ia dimasukkan ke dalam laporan laba rugi maka hasilnya akan tidak proporsional.

 

2. Dicatat dalam Bentuk Piutang

Berbeda dengan cara sebelumnya, cara ini jarang dilakukan. Pada cara ini, penarikan prive oleh investor akan dianggap sebagai piutang dalam laporan keuangan. 

Konsekuensinya, investor harus mengembalikan apa yang mereka ambil dengan jumlah yang sama. Cara ini dilakukan jika investor memiliki komitmen yang tinggi dan tidak ingin mengganggu arus kas dan modal pada bisnis perusahaan.

 

Cara ini memiliki sistem yang sama dengan cara yang pertama, akan tetapi pencatatan pada cara ini dilakukan pada saat dilakukan. Namun, cara ini bisa berpotensi untuk menimbulkan kebingungan antara prive yang dianggap sebagai pengurangan modal karena kerugian, atau penarikan modal oleh investor.

 

Contoh Perhitungan Prive 

Contoh kasus dari aktivitas prive dapat dilihat dari studi kasus di bawah ini.

Prive dapat dihitung menggunakan rumus, di mana rumus prive adalah sebagai berikut:

 

Prive = Modal akhir – (modal awal + laba)

 

Perusahan PT Berkah Abadi Jaya memiliki data bisnis per Desember 2022 sebagai berikut.

 

  • Modal awal sebanyak Rp200 juta 
  • Laba bersih perusahaan Rp100 juta 
  • Modal akhir perusahaan Rp250 juta

 

Maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

 

Prive = Modal akhir – (modal awal + laba) 

         = Rp250 juta – (Rp200juta + Rp100 juta) 

         = Rp250 juta – Rp300 juta

         = – Rp50 juta

 

Tanda (-) di atas adalah jumlah prive yang bisa ditarik. Jadi, jumlah prive yang bisa ditarik investor tersebut adalah sebanyak Rp50 juta dan akan dimasukkan ke dalam debit dan kredit di kasnya.

 

Cara Efektif Mengelola Prive

Penarikan modal yang berlebihan dan tidak efektif dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Berikut adalah kiat untuk mengelola prive yang efektif.

 

1. Membuat batasan

Perusahaan harus bisa membuat batasan penarikan. Idealnya, penarikan prive harus di bawah 50% dari modal awal dalam kurun waktu tertentu. Batasan ini berguna untuk menjaga kestabilan finansial perusahaan. 

 

2. Menyiapkan dana darurat

Menyiapkan dana darurat adalah salah satu langkah antisipasi jika ada investor menarik modal mereka dalam jumlah yang besar. Dana darurat dapat digunakan untuk menjaga finansial agar tetap sehat dan tidak terganggu.

 

3. Membuat kebijakan yang jelas

Pemilik modal atau investor memang memiliki wewenang untuk menarik apa yang mereka tanam. Akan tetapi, perusahaan juga perlu membuat kebijakan yang jelas agar tidak ada pihak yang dirugikan. Perusahaan bisa membuat kebijakan terkait jumlah penarikan. Idealnya, besaran penarikan modal tidak boleh lebih dari imbal hasil.

 

4. Melakukan evaluasi prive

Sebagai investor, Anda wajib melakukan evaluasi terhadap jumlah modal yang ditarik. Evaluasi dapat berguna untuk menghindari jumlah penarikan yang melebihi jumlah modal. Hal ini juga salah satu bentuk tindakan untuk menjaga kondisi finansial pada perusahaan.  

 

5. Memahami prioritas

Baik investor dan perusahaan baiknya bisa memisahkan antara kebutuhan pribadi dan kebutuhan perusahaan. Jika tidak bisa dipisahkan, hal ini bisa berdampak buruk pada bisnis perusahaan. 

 

Itulah ulasan tentang prive, penarikan modal yang ditarik oleh investor karena alasan pribadi. Idealnya perusahaan harus bisa membuat kebijakan dan peraturan yang disepakati terkait transaksi ini.

Kebijakan-kebijakan tersebut dapat membuat finansial pada bisnis perusahaan tetap stabil meski terjadi penarikan modal.