quarter life crisis

Apa itu Quarter Life Crisis? Berikut Pembahasan Lengkapnya!

Pernahkah Anda mengalami rasa cemas dan ragu dalam kehidupan sehari-hari di usia 20an? Anda tidak sendirian. Mungkin Anda mengalami suatu fase yang bernama quarter life crisis.

 

Apa itu Quarter Life Crisis?

Quarter life crisis adalah suatu fase di mana seseorang merasa cemas, gelisah, ragu, dan bingung terhadap tujuan, masa depan, dan juga kualitas hidupnya. Biasanya quarter life crisis adalah kebingungan seseorang soal jenjang karir, kehidupan pribadi, pendidikan, hingga keuangan. 

Kondisi ini biasanya dialami oleh seseorang yang sudah menginjak seperempat abad hidup atau antara usia 20 hingga 30 tahun. Tetapi, fase ini juga bisa terjadi kepada anak muda yang baru memasuki usia 17 atau 18 tahun sudah mengalami krisis ini.

 

3 Kebiasaan Pemicu Quarter Life Crisis

Coba renungkan kembali kebiasan yang sering Anda lakukan, mungkin saja beberapa kebiasan di bawah ini menjadi pemicu munculnya fase ini.

 

  • Ketidakmampuan Mengelola Stress

Manusia memang selalu menghadapi banyak pilihan sepanjang hidup. Namun, jika Anda selalu merasa terlalu banyak pilihan sampai membuat tertekan, ada indikasi bahwa Anda mengalami quarter life crisis. Berbagai pilihan justru membuat Anda pusing dan merasa kewalahan. 

Merasa bingung atau clueless sesekali wajar-wajar saja. Bagaimana jika terlalu sering? Itu tandanya Anda belum paham benar siapa diri Anda dan apa yang Anda butuhkan. Semua hal ini lama-lama akan menumpuk dan mengakibatkan stress berkepanjangan jika tidak dikelola dengan baik. 

 

Baca Juga: Panduan Cara Mengelola Stress untuk Karyawan

 

  • Selalu Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Pernah merasa bodoh atau tidak kompeten dibandingkan rekan yang lain? Membandingkan diri untuk meningkatkan kualitas ada bagusnya, tetapi akan berimbas buruk jika Anda melakukannya secara kontinu tanpa mempertimbangkan aspek internal diri Anda. 

Ada baiknya Anda mengurangi membandingkan diri dengan orang lain. Sebagai gantinya, Anda dapat membandingkan dengan diri sendiri lalu mengevaluasi apakah posisi Anda saat ini sudah lebih baik dari tahun lalu atau tidak. Cara ini jauh lebih sehat ketimbang selalu membandingkan diri dengan orang lain. 

 

  • Terlalu Lama di Zona Aman

Berlama-lama di zona aman sebenarnya bisa berbahaya bagi perkembangan diri Anda. ketika tiba-tiba Anda “terpaksa”  keluar dari zona aman, Anda akan merasa tak tahu apa yang harus dilakukan untuk mendukung diri Anda sendiri.

Solusinya, sering-seringlah melatih dan menantang diri Anda dengan mengambil tanggung jawab baru atau mencoba hal baru. Dengan begitu Anda lebih terbiasa untuk menghadapi segala ketidakpastian yang ada. 

 

Ciri-Ciri Quarter Life Crisis

ciri ciri quarter life crisis
Sumber Gambar: Pixabay

 

Quarter Life Crisis saat ini menjadi kondisi yang sering dialami oleh kebanyakan anak muda untuk menentukan arah hidupnya.

Apakah ciri-ciri di bawah ini pernah Anda alami? 

 

Merasa Gagal

Sering kali Anda merasa gagal dengan usaha yang sudah Anda lakukan namun hasilnya tidak sesuai dengan ekspektasi. Kegagalan tersebut membuat semangat Anda menjadi menurun dan tidak percaya diri dengan tantangan selanjutnya.

 

Sering Mempertanyakan Tujuan Hidup

Biasanya, seseorang yang sudah memasuki usia 20 hingga 30 tahun mulai merasa bingung dengan tujuan hidup akan dibawa seperti apa nantinya. Kegiatan sehari-hari pun menjadi tidak fokus karena Anda tidak mempunyai tujuan yang jelas. 

 

Merasa Paling Tertinggal

Ketika sedang bermain sosial media dan melihat postingan teman-teman akan pencapaian yang sudah diraih, Anda mungkin akan merasa paling tertinggal karena belum bisa menghasilkan sesuatu atau target yang sudah Anda susun belum ada yang tercapai.

Kondisi ini akan membuat kepercayaan diri Anda menurun dan memunculkan pikiran-pikiran negatif terhadap diri sendiri.

 

Khawatir dengan Masa Depan

Khawatir sesekali cukup wajar dialami semua orang. Biasanya Anda akan khawatir soal masa depan dan bertanya-tanya “apakah saya akan naik jabatan?”, “bagaimana jika saya gagal?”, “apakah ada jaminan saya akan berhasil?”,

dan sebagainya. Akan tetapi, merasa khawatir dengan masa depan terlalu sering bisa menjadi ciri quarter life crisis. 

 

Terburu-Buru dalam Mengerjakan Sesuatu

Di umur yang sudah menginjak seperempat abad, Anda pasti tidak mau tertinggal dengan teman-teman lain yang sudah sukses pada karirnya masing-masing. Hal tersebut membuat Anda menjadi tergesa-gesa agar mencapai tujuan yang sudah Anda rencanakan.

 

Quarter Life Crisis bisa dihadapi dengan cara melakukan kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat untuk Anda. Ingat! Setiap orang memiliki tujuan hidupnya masing-masing. Fokuslah dengan tujuan dan juga impian Anda sendiri dan jangan lupa untuk selalu berusaha dan menerima kegagalan dari setiap langkah yang dilakukan.