siklus SDM

Berbagai Aktivitas Utama dalam Siklus SDM di Perusahaan

Seperti bagian lain dari kehidupan dan bisnis, sumber daya manusia atau SDM juga memiliki siklusnya tersendiri. Siklus SDM adalah urutan tahapan yang dilalui karyawan mulai dari bekerja di awal sampai tahap di mana karyawan harus berhenti bekerja.

Apa saja aktivitas dalam siklus SDM?

Simak uraian LinovHR berikut ini! 

 

Kegiatan Utama dalam Siklus SDM

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, terapat berbagai aktivitas dalam siklus SDM yang dimulai dari karyawan bekerja sampai berhenti dari pekerjaannya.

Jika diuraikan, berikut beberapa aktivitas atau kegiatan utama dari siklus SDM: 

 

Rekrutmen dan Seleksi

Sebesar apapun perusahaah, pastinya akan selalu membutuhkan karyawan unggulan yang sanggup membantu jalannya sebuah bisnis.

Untuk mendapatkan karyawan tersebut perusahaan mengadakan program seleksi dan rekrutmen. Meskipun identik sama, rekrutmen dan seleksi mempunyai makna yang berbeda. Awalnya perusahaan akan mengadakan rekrutmen, barulah kemudian melalukan seleksi dari talent atau kandidat yang melamar dalam perusahaan.

Perusahaan dengan program employer branding yang baik biasanya akan menarik kandidat lebih banyak dibandingkan dari perusahaan yang tidak. 

 

Induksi dan Orientasi Karyawan

Penting bagi perusahaann untuk memastikan bahawa karyawan baru yang bergabung dalam perusahaan benar-benar paham dan mengerti tugas harian mereka. Untuk memaksimalkan proses adaptasi, perusahaan mengadakan program induksi dan orientasi yang disesuaikan dengan tugas si karyawan dan industri perusahaan.  

Contohnya, pada perusahaan manufaktur, biasanya perusahaan akan mengenalkan terlebih dahulu apa-apa saja mesin yang digunakan dalam pekerjaan karyawan serta prosedural K3 untuk menjaga keselamatan karyawan selama bekerja. 

 

Perencanaan Pengembangan Karir

Setelah karyawan menyesuaikan diri dengan pekerjaannya, fokus selanjutnya adalah memberikan kesempatan bagi karyawan untuk tumbuh. Bagian penting dari tahap ini adalah bagaimana perusahaan menangani manajemen kinerja.

Tahapan pengembangan karir dapat dimulai dengan memberikan penghargaan kepada karyawan pasca evaluasi kerja. HRD juga dapat menawarkan insentif untuk individu atau tim dengan produktivitas yang tinggi. 

Sementara bagi karyawan yang belum terlihat unggul dibandingkan yang lain, perusahaan dapat mempertimbangkan membentuk program training karyawan untuk meningkatkan produktivitas.

Namun, sebelum itu HRD perlu memahami dan mengidentifikasi keterampilan, minat dan bakat potensial yang karyawan miliki serta mencari strategi terbiak untuk membantu karyawan tersebut tumbuh.

 

Baca juga: Strategi Human Capital Management untuk Peningkatan Pengelolaan SDM

 

Retensi

Ada banyak waktu dan uang yang diinvestasikan dalam siklus untuk setiap karyawan. Setiap karyawan meninggalkan pekerjaannya, perusahaan harus mengeluarkan biaya lagi untuk mencari penggantinya.

Belum tentu karyawan baru tersebut mampu beradaptasi dengan cepat dan memiliki kinerja yang sama baik dengan karyawan lama. Maka itulah mempertahankan karyawan atau retensi sangat penting. 

Cara yang dapat HRD lakukan untuk mempertahankan karyawan yang baik adalah dengan memberi mereka sarana, lingkungan yang sehat, dan dukungan yang cukup.

Dengan begitu karyawan jauh lebih betah untuk berkontribusi dalam perusahaan meskipun load pekerjaan sedang padat-padatnya. 

 

Offboarding dan Teriminasi

Meski HRD sudah melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan karyawan terbaik, ada saja kasus di mana karyawan tetap ingin mengajukan pengunduran diri. HRD tidak bisa menghalangi karyawan untuk resign terkacuali ada kontrak khusus yang mengikat.

Dalam tahap offboarding, HRD perlu memastikan bahwa karyawan resign sudah melakukan handover kepada karyawan pengganti. Sehingga operasional perusahaan dapat berjalan normal

Di sisi lain, bukan rahasia umum jika perusahaan mengalami berbagai kondisi yang membuat perusahaan terpaksa memberhentikan karyawan. Pemberhentian kerja atau termininasi biasa dilakukan apabila karyawan melakukan kesalahan fatal yang melanggar hukum, mencemarkan nama baik perusahaan, atau perusahaan mengalami pailit.

Ketika itu sudah terjadi, tak ada jalan lain selain memberhentikan karyawan. 

 

Modul Recruitment LinovHR: Mudahkan Alur Siklus SDM di Perusahaan Anda!

Bagi HRD selaku divisi yang bertanggung jawab untuk mengontrol jalannya siklus SDM, terdapat berbagai tantangan tersendiri. Perusahaan perlu memastikan bahwa siklus SDM berjalan lancar sehingga mendapatkan tenaga kerja terbaik. 

Salah satu solusi yang paling tepat adalah menggunakan modul Recruitment dari  Software HRIS Indonesia LinovHR.

Terdapat berbagai fitur dalam modul Recruitment LinovHR yang akan membantu jalannya siklus SDM, contohnya fitur  recruitment request untuk melakukan proses rekrutmen pada posisi tertentu hingga fitur stage yang dapat membantu untuk mengelola proses rekrutmen.

Adapun fitur library untuk mengatur segala kebutuhan proses rekrutmen karyawan, seperti PIC HR Rekrutmen, PIC Interview User, hingga terkait detail pekerjaan kandidat karyawan.

Masih banyak lagi fitur lainnya yang bisa didapat dari modul Recruitment dari Software HRD LinovHR. Jadi, tunggu apalagi?

Mudahkan siklus SDM perusahaan Anda bersama LinovHR!