strategi marketing

Pada Artikel sebelumnya yang berjudul  Strategi Baru Pemasaran & Humas – Penggunaan Media Online (Bag. 1) , kita telah membahas mengenai metode marketing dan humas klasik, serta bagaimana strateginya telah tergantikan oleh kehadiran suatu platform, yaitu website.

Website telah mengubah prinsip dan strategi lama marketing, perusahaan harus berkomunikasi secara langsung dengan pembeli. Perusahaan harus mentransformasi strategi humas untuk membuat web sebagai pasar ide terbesar. Humas tidak sekedar berbicara melalui media massa walaupun media tersebut masih menjadi komponen penting. Marketing tidaklah sekedar siaran iklan satu arah, walaupun pengiklanan dapat menjadi bagian dari strategi.

Paramarketer harus mengubah cara berpikir dari membidik sejumlah kecil pembeli di puncak kurva permintaan menuju jumlah pembeli niche yang lebih besar dan dilayani melalui web. Teori Long Tail Marketing yang dipopularkan oleh Chris Anderson pada Oktober 2004 ini dianggap sebagai prinsip baru pemasaran dengan strategi menjual banyak jenis item dengan masing-masing item terjual relatif kecil yang mana biasanya menjual sedikit jenis itemyang populer dalam jumlah besar.

Konsumen mencari jawaban atas masalah melalui internet dengan browse blogschat room, dan website untuk menemukan ide serta mencari tawaran produk dan jasa yang tepat untuk memuaskan keinginan mereka pada saat mereka online, sehingga marketer harus memahami bahwa web adalah tempat untuk menjangkau jutaan pasar mikro (micromarkets) dengan pesan yang tepat. Perusahaan harus membuat banyak situs mikro (microsites) dengan tujuan membangun halaman pertama yang dikunjungi konsumen (landing pages) dengan konten yang sesuai. Hal ini bertujuan untuk membidik target pasar yang lebih sempit dan memiliki kebutuhan spesifik.

Dalam humas, strategi baru yang dilakukan untuk menggapai pembeli tidak perlu menghabiskan biaya besar setiap bulan untuk program relasi dengan media massa dan mencoba meyakinkan reporter majalah, koran, stasiun TV untuk pencitraan perusahaan. Humas seharusnya menargetkan blogger, situs online baru, micropublishing, pembicara publik, analis, dan konsultan marketing yang telah menggapai target audiensi sesuai dengan target pasar perusahaan. Lebih baik tidak harus menunggu seseorang bersuara dalam media untuk menulis tentang produk atau jasa suatu perusahaan. Melalui media sosial, setiap orang dan perusahaan berkomunikasi secara langsung dengan audiensi dan mem-bypass media lebih tuntas. Perusahaan berkuasa dalam membangun brand sendiri dan untuk konsumen spesifik.

Daripada harus menulis siaran pers yang berisikan berita yang penting atau besar saja dan bergantung pada jurnalis, melalui web kita dapat menulis materi siaran pers yang menyoroti ide dan cerita, sehingga pembeli dapat menemukannya melalui search engine seperti Google atau Yahoo. Melalui jaringan sosial, semua orang di dunia membagikan konten dan terkoneksi satu sama lain baik dengan perusahaan atau orang lain serta dapat melakukan transaksi bisnis. Melalui web juga, garis pemisah antara marketing dan humas telah menjadi kabur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use theseHTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>