Orang Cerdas Cenderung Kurang Bahagia Jika Banyak Bersosialisasi Dengan Teman

Jika Anda adalah seseorang yang memiliki IQ diatas rata-rata, Anda termasuk ke dalam orang-orang yang dapat dikatakan memiliki intelegensi yang tinggi. Orang-orang cerdas cenderung akan memilih teman dalam hidupnya yang ternyata beberapa orang teman saja dapat membuat mereka bahagia dibandingkan harus memiliki banyak teman.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa semakin banyak teman yang Anda miliki, semakin berkurangnya kebahagiaan Anda jika Anda ini termasuk ke dalam orang-orang yang cerdas.  Implikasi ini terlihat pada penelitian baru yang menarik yang diterbitkan dalam British Journal of Psychology. Seorang psikolog evolusi Satoshi Kanazawa dari London School of Economics dan Norman Li dari Singapore Management University menggali ke pertanyaan tentang apa yang membuat hidup menjadi lebih baik.

Psikologi evolusioner sering dipertanyakan karena menganggap bahwa gaya hidup berburu dan mengumpulkan sesuatu dari nenek moyang kita membentuk dasar untuk apa yang membuat kita sekarang bahagia. Kanazawa dan Li mendasarkan penelitian mereka dari Teori Savana Kebahagiaan (The Savanna Theory of Happiness) yang merujuk pada fakta bahwa orang-orang yang tinggal di kota-kota yang lebih padat biasanya melaporkan kurang puas dengan kehidupan mereka daripada orang-orang yang tinggal dalam isolasi pedesaan.

Hal ini dapat dilihat pada grafik yang dipublikasikan oleh The Washington Post mengenai kolerasi yang jelas antara kehidupan tempat tinggal dengan kebahagian.

The Washington Postmenuliskan bahwa pengaruh kepadatan penduduk pada kepuasan hidup memiliki efek dua kali lebih besar untuk individu dengan IQ rendah daripada individu dengan IQ yang tinggi. Individu dengan IQ yang rendah cenderung merasa lebih bahagia ketika mereka bersosialisasi lebih sering dengan teman-teman mereka. Individu yang lebih cerdas sebenarnya kurang puas dengan kehidupan mereka jika mereka bersosialisasi dengan teman-teman mereka lebih sering.

Orang-orang cerdas masih dapat menikmati hidup mereka secara terbuka, bahkan untuk menerima seseorang seperti tetangga atau orang di lingkungan mereka yang kurang menonjol, tetapi ketika mereka bergaul dengan teman-teman mereka merasa kurang bahagia. Satu hal mengapa mereka merasa seperti itu adalah bahwa mereka merasa seperti mereka membuang-buang waktu. Orang pintar biasanya cenderung ingin mengerjakan sesuatu dibandingkan harus berkumpul sekedar minum kopi bersama teman-teman mereka. Mereka merasa perlu untuk membuat sesuatu yang bersifat produktif.

Aspek lain dari teka-teki ini adalah bagaimana teknologi dengan cepat telah mengubah dunia sosial dalam beberapa tahun terakhir ini. Orang-orang cerdas yang level kecerdasan umumnya lebih tinggi sehingga memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memecahkan masalah evolusi baru dan cenderung tidak memiliki kesulitan dalam memahami dan berurusan dengan sebuah situasi dalam evolusi baru. (/DN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use theseHTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>