new normal

Strategi HR dalam Hadapi New Normal Pandemi COVID-19

New Normal adalah istilah yang belakangan ini sering didengar di tengah masyarakat yang risau oleh dampak global pandemi COVID-19. Hampir seluruh lapisan masyarakat mendiskusikan New Normal yang dimaksud. Fase ini diperkirakan akan terjadi bersamaan dengan proyeksi skenario pembukaan ekonomi pasca COVID-19 di Indonesia pada Juni – Juli mendatang.  Sudah bukan rahasia umum jika pandemi COVID-19 mengganggu seluruh proses kehidupan sosial dan ekonomi termasuk perusahaan. Semula bisnis dapat berjalan bebas, kini perusahaan harus menetapkan physical distancing, sistem shift, hingga work from home untuk mengurangi meluasnya pandemi COVID-19. 

 

Baca Juga: HR Wajib Baca, Tips Menghadapi Karyawan Terinfeksi Virus Corona

 

New Normal sendiri adalah sebuah kondisi dari dampak krisis global, dimana semua sektor di dunia termasuk perusahaan membiasakan diri atas fenomena baru terhadap situasi yang terjadi. New Normal bukanlah hal baru bagi dunia. Pada 1900an, pandemi flu Spanyol dan wabah Pes melanda dunia. Di era tersebut, seluruh dunia dituntut untuk tetap menjalani hidup bersamaan dengan tata kebiasaan baru sembari mitigasi penyembuhan pandemi itu sendiri. 

Berdasarkan sejarah yang pernah terjadi serta kebijakan dari pemerintah, perusahaan bersama tim HR harus sigap melakukan strategi khusus agar mampu beradaptasi dengan lingkungan bisnis dan menghadapi tantangan. Apa saja yang dapat tim HR dan perusahaan dalam menghadapi New Normal pasca pandemi COVID-19? 

Beralih Kepada Teknologi

Tak dapat dipungkiri bahwa teknologi menjadi suatu hal yang tak dapat dipisahkan oleh masyarakat. HRD dan perusahaan harus bereaksi cepat menggunakan alat kolaboratif baru dengan cara yang efisien. Perusahaan harus membuat saluran digital untuk pelanggan dan memastikan infrastruktur TI mereka cukup kuat untuk mengatasi tantangan. 

Transformasi digital harus melayani kebutuhan pelanggan dan karyawan baru, misalnya meningkatkan pengambilan keputusan berdasarkan data dan ketersediaan data, pelatihan jarak jauh, dan peningkatan pembelian peralatan perlengkapan melalui e-commerce.

 

Menjamin Kesehatan Karyawan 

Banyak karyawan ingin kembali bekerja di kantor, tetapi banyak juga yang khawatir bisa melakukannya dengan aman. Perusahaan perlu meyakinkan karyawan tentang keselamatan dan menemukan cara untuk memotivasi mereka untuk kembali bekerja pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)  atau lockdown di beberapa negara. 

Manajer HR perlu memastikan keselamatan karyawan di tempat kerja melalui peningkatan tes kesehatan karyawan, pendesainan ulang ruang kerja, penyediaan sanitasi yang baik, dan lainnya. Perusahaan juga dapat meyakinkan karyawan dengan  menekankan kepedulian mereka terhadap kesejahteraan.

Pelatihan Online

Perusahaan atau organisasi dapat mencari cara untuk mengoptimalkan bakat terpendam karyawan dengan melakukan pelatihan. Bakat baru akan sangat bermanfaat dalam proses bisnis yang ada.  Cara ini juga dapat membantu meningkatkan moral tim dan membuat anggota merasa lebih aman.

Tetapi, karena tidak dapat berinteraksi secara langsung, pelatihan dapat dilakukan secara online dari jarak jauh. Pelatihan jarak jauh dapat menggunakan perangkat lunak yang menghubungkan karyawan satu sama lain dengan penyedia pelatihan.  New Normal ternyata juga mendorong cara baru untuk belajar online. Research and Markets telah memperkirakan pasar e-learning meningkat tiga kali lipat pada tahun 2025 hingga mencapai $ 325 miliar.

Masuk Kantor Bergantian

Ribuan pemilik perusahaan mempertimbangkan bagaimana menyesuaikan bisnis di tengah kondisi pandemi. Salah satu hal paling penting dan efektif yang dapat adalah model hibrida, di mana sebagian karyawan akan bekerja di kantor dan sisa lainnya akan bekerja dari rumah sesuai dengan shift yang berlaku. Dengan demikian, perusahaan akan mengurangi risiko tertular COVID-19 di tempat kerja 

Baca Juga: Peran HRD dalam Kesehatan Mental Karyawan Selama Wabah Corona

 

Saling Support Walau Berjauhan 

Pandemi COVID-19 juga menyerang karyawan dari segi kesehatan mental. Karyawan cenderung merasa cemas akan kesehatan pribadi dan keluarnya di luar sana. Agar karyawan tetap merasa nyaman, perusahaan harus terus mengembangkan program pengembangan tim dalam ruang virtual. Program ini dapat berupa sesi makan siang bersama secara online, obrolan ringan, senam bersama, dan sebagainya. 

Perusahaan dapat menawarkan pelayanan kesehatan mental yang dapat dimanfaatkan karyawan. Maka kerja keras anggota tim mereka ketika mereka mencapai puncak dan terus produktif di tengah pandemi COVID-19.

Saat membuat rencana masuk kembali, pengusaha harus mengetahui karyawan dengan kondisi berisiko tinggi seperti diabetes, asma, dan penyakit jantung. Kepedulian terhadap anggota keluarga yang lebih tua atau immunocompromised juga harus dipertimbangkan. Jika anggota tim bekerja lebih produktif dan efisien dari rumah, mungkin inilah saatnya untuk menjadikan telecommuting sebagai pertimbangan dalam bagaimana masa depan pekerjaan dilakukan.

Tantangan yang dihadapi perusahaan dan tim HR memang tidak mudah dalam kondisi pandemi COVID-19. Namun, bukan tidak mungkin bagi perusahaan untuk bersinergi bersama tim HR serta segenap karyawan melewati fase sulit yang terjadi. Jadi, kemauan yang kuat dari karyawan pun juga sangat berperan dalam kesuksesan perusahaan menghadapi New Normal pasca pandemi COVID-19