Mari Memahami Subjek dan Objek Pajak Penghasilan!

Pajak adalah iuran yang wajib dikeluarkan oleh seluruh warga untuk negara. Nah, dalam pajak sendiri terdapat istilah mengenai subjek pajak penghasilan dan objek pajak penghasilan. Namun, apa maksud dari kedua istilah tersebut? Mari memahaminya bersama LinovHR melalui pembahasan di bawah ini.

 

Apa itu Subjek Pajak?

Subjek pajak merupakan pungutan yang dilakukan kepada suatu pihak tertentu. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2000 tentang PPh, subjek pajak sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yakni orang pribadi atau warisan, badan, dan badan usaha tetap. 

 

Jenis Subjek Pajak Penghasilan

Subjek pajak penghasilan terdiri dari beberapa jenis. Berikut jenis-jenis dari subjek pajak penghasilan:

 

1. Subjek Pajak Penghasilan Orang Pribadi

Subjek PPh orang pribadi adalah harta berupa warisan yang belum dibagi, badan usaha, dan badan usaha tetap. Tetapi, berdasarkan lingkupnya, subjek pajak penghasilan mencakup dalam negeri dan luar negeri.

 

2. Subjek Pajak Penghasilan Badan

Subjek PPh Badan merupakan pungutan kepada badan atau lembaga yang berdiri di Indonesia. Badan tak kena pajak merupakan unit tertentu dari pemerintah yang punya kriteria tersendiri. 

 

3. Subjek Pajak Badan Usaha Tetap

Subjek PPh ini akan dikenakan pada bentuk usaha yang telah menetap dan digunakan oleh orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia tidak lebih dari 183 hari dalam jangka waktu setahun penuh. Bentuk dari badan usaha tetap, seperti berikut.

  1. Tempat manajemen badan
  2. Cabang perusahaan
  3. Kantor perwakilan badan
  4. Gedung kantor
  5. Pabrik industri
  6. Bengkel
  7. Gudang
  8. Ruang marketing
  9. Tambang sumber daya alam
  10. Peternakan
  11. Perikanan
  12. Pertanian
  13. Perkebunan
  14. Kehutanan
  15. Proyek konstruksi
  16. Penyedia jasa
  17. Pegawai asuransi yang tidak mendirikan usaha di Indonesia, tetapi menerima premi asuransi
  18. Agen elektronik yang disewa dan digunakan untuk kegiatan usaha

 

Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Tarif Pajak

 

Pajak penghasilan merupakan salah satu jenis pajak yang berkaitan dengan penggajian karyawan. Dengan begitu, perusahaan pun harus memaksimalkan pengelolaan pajak agar penggajian karyawan selalu berjalan lancar. Sayangnya, komponen pajak yang rumit untuk setiap karyawan menjadi kendala tersendiri. 

Solusinya, perusahaan dapat menggunakan Software HRD dari LinovHR yang dapat membantu proses pengelolaan pajak jauh lebih optimal dibandingkan mengandalkan cara manual. 

payroll

Golongan Subjek Pajak Penghasilan

jika dilihat dari sisi lain, subjek pajak pun digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu subjek dalam negeri dan luar negeri. Berikut uraiannya! 

 

1. Subjek Dalam Negeri

Inilah rincian atas hal-hal yang masuk dalam lingkup subjek pajak dalam negeri.

  • Orang pribadi menetap di Indonesia atau tinggal selama lebih dari 183 hari dalam jangka waktu satu tahun penuh (12 bulan)
  • Badan yang berdiri di Indonesia
  • Warisan belum terbagi dan masih menjadi satu kesatuan

 

2. Subjek Luar Negeri

Jika ada subjek dalam negeri, maka ada pula subjek luar negeri. Berikut rincian atas hal-hal yang masuk dalam lingkup subjek pajak luar negeri.

  • Orang pribadi yang menetap di Indonesia atau tinggal tak lebih dari 183 hari dalam 12 bulan dan badan yang menjalankan usaha
  • Badan yang tidak berdiri di Indonesia, namun masih melaksanakan kegiatan di Indonesia
  • Orang pribadi yang tidak menetap di Indonesia, lalu memperoleh penghasilan dari Indonesia melalui usaha tetap
  • Badan yang tidak berdiri dan bertempat di Indonesia, namun memperoleh penghasilan dari Indonesia, serta bukan dari usaha yang beroperasi di Indonesia.

 

Apa itu Objek Pajak? 

Ketika membahas subjek pajak, maka tidak akan lepas dari objek pajak. Sederhananya, objek pajak adalah suatu penghasilan atau perolehan atas kemampuan ekonomis yang diterima Wajib Pajak. 

Penghasilan yang dimaksud meliputi penghasilan baik dari dalam negeri (Indonesia), maupun luar negeri. Selain itu, pendapatan ini juga bisa dikonsumsi, atau dimanfaatkan untuk meningkatkan harta kekayaan yang bersangkutan.

 

Baca juga: Apa itu Withholding Tax (WHT) Berikut Pembahasannya! 

 

Jenis-Jenis Bentuk Objek Pajak

Adapun bentuk dari jenis-jenis objek pajak, sebagai berikut.

  1. Pendapatan atas pekerjaan baik dalam bentuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, gratifikasi, bonus, uang pensiun, dan lainnya. Terkecuali hal-hal yang ditentukan dalam UU
  2. Hadiah, hibah, penghargaan, dan sejenisnya
  3. Laba hasil usaha
  4. Laba penjualan atau keuntungan alih harta
  5. Keuntungan yang didapat dari peralihan harta kepada perseroan serta bentuk badan lain sebagai pengganti modal dan saham
  6. Bunga dalam bentuk premium, diskon, imbalan atas jaminan pengembalian utang
  7. Pembagian hasil keuntungan seperti dividen dan Sisa Hasil Usaha koperasi
  8. Royalti
  9. Sewa serta penghasilan lain
  10. Penerimaan pembayaran berkala
  11. Keuntungan atas pembebasan utang
  12. Selisih lebih atas nilai kembali aktiva
  13. Premi asuransi
  14. Iuran dari perkumpulan anggota wajib pajak yang mempunyai usaha
  15. Tambahan kekayaan netto bersumber dari pendapatan belum kena pajak
  16. Pendapatan usaha syariah
  17. Imbalan bunga, seperti dimaksud dalam UU mengatur tentang ketentuan umum serta tata cara perpajakan
  18. Surplus Bank Indonesia
  19. Keuntungan akan adanya alih harta pada pemegang saham, sekutu, atau badan lainnya, seperti:
    • Keuntungan likuidasi, peleburan, penggabungan, pemekaran, pemecahan, pengambilalihan suatu usaha, reorganisasi nama dalam hal apapun
    • Keuntungan alih harta dalam bentuk hibah, bantuan, sumbangan. Kecuali diberikan pada keluarga sedarah dalam garis keturunan, atau orang pribadi yang memiliki usaha mikro dengan ketentuannya tertera dalam Peraturan Menteri Keuangan, selain itu juga tidak ada hubungan usaha, pekerjaan, dan lainnya atas pihak bersangkutan
    • Keuntungan penjualan sebagian atau seluruhnya dari hak pertambangan, tanda ikut serta pembiayaan, ataupun permodalan dalam penambangan
    • Penerimaan pungutan yang sudah dibebankan jadi biaya tambahan dari pengembalian pajak

 

Demikian penjelasan atas subjek pajak penghasilan dan objek pajak penghasilan. Semoga dengan uraian di atas, Anda dapat lebih mengenali, memahami, dan mengerti atas kedua hal tersebut. Diharapkan, informasi ini dapat memberikan manfaat untuk Anda di masa mendatang.