Team Buidling

Penelitian dengan jelas menunjukkan bahwa team building berdampak besar dan positif terhadap tim yang biasa sulit untuk bekerja sama. Team building melibatkan karyawan dan manajemen untuk bersama-sama belajar bekerja sama sebagai sebuah tim. Perusahaan di seluruh dunia memakai berbagai macam teknik dan strategi untuk membantu karyawan mengenal satu sama lain, menyelesaikan masalah, meningkatkan kinerja pribadi dan tim kerja untuk mencapai tujuan bersama.

Membangun team yang baik membawa dampak besar yang positif bagi perusahaan, sehingga pantas untuk mencurahkan waktu, sumber daya, dan bahkan uang untuk itu.

Statistik menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki interaksi baik antar karyawan menghasilkan pemasukan 2,5 kali lebih banyak daripada yang memiliki interaksi rendah antar karyawan. Selain itu, karyawan yang memiliki aktivitas interaksi tinggi 87% kemungkinannya lebih rendah untuk meninggalkan perusahaan dibandingkan karyawan rendah dalam interaksi.

Team building yang dikerjakan dengan semestinya menghasilkan persahabatan di tempat kerja. Penelitian menunjukkan bahwa teman baik di tempat kerja meningkatkan interaksi seseorang sebanyak 50%. Kegiatan team building yang efektif untuk membuat persahabatan antar karyawan antara lain pertemuan sosial mingguan atau bulanan, pertemuan atau seminar tertentu yang dibawakan bergilir oleh para karyawan.

Team building juga membangun kepercayaan antara supervisor, manajer, dan bawahan. Gallup menemukan bahwa tim kepemimpinan yang memiliki interaksi tinggi bisa mendongkrak interaksi antar karyawan lain sebesar 39%. Para pemimpin dalam perusahaan bisa meningkatkan team building dengan menentukan target individu dan perusahaan yang dikerjakan bersama, dengan transparansi dan menjadikannya kultur perusahaan. Beberapa latihan yang baik untuk dilakukan misalnya mengadakan tantangan kelompok dengan tim campuran manajer dan karyawan yang bekerja sama tanpa memandang jabatan untuk menyelesaikan sebuah masalah atau memenangkan permainan.

Lebih dari 85% kegagalan di tempat kerja disebabkan oleh kurang kerja sama dan/atau komunikasi yang tidak efektif. Kurang dari 50% karyawan mempercayai perusahaan mendiskusikan suatu permasalahan dengan jujur dan efektif. Buatlah kegiatan team building yang membuat setiap anggota berkomunikasi lebih banyak untuk meningkatkan efektivitas. Sertakan juga kebijakan perusahaan yang mendukung jalinan kerja sama tim.

Satu ide yang sangat efektif dilakukan oleh sebuah bank besar dengan mengatur ulang jadwal coffee break sehingga setiap tim call center bisa beristirahat bersama. Kebijakan sederhana ini menurunkan waktu pelayanan sebanyak 20%, meningkatkan kepuasan karyawan lebih dari 10%, dan menghasilkan perkiraan peningkatan pendapatan sebesar lebih dari 15 juta dolar.

Team building melalui sosial media juga efektif, khususnya untuk perusahaan dengan banyak karyawan milenial. Hampir setengah dari para milenial menggunakan sosial media untuk meningkatkan kerja sama di tempat kerja. Apalagi menurut karyawan yang diwawancara mereka mau mengeluarkan biaya pribadi untuk itu.

Banyak dari perusahaan terbesar di dunia menyadari bahwa kreativitas bisa meningkatkan kinerja dan kualitas perusahaan. Google dan 3M misalnya, mengijinkan karyawan untuk meninggalkan pekerjaan rutin mereka supaya bisa mendapatkan ide, prosedur, dan produk baru. Terlebih lagi, perusahaan tersebut menyebutkan “waktu kreatif perusahaan” ini sebagai inspirasi di balik beberapa produk terbaik mereka.

Team building meningkatkan kreativitas melalui dua cara. Pertama, ini menempatkan karyawan dalam suasana baru dan mendorong mereka untuk melakukan tugas atau menyelesaikan masalah yang bukan merupakan tugas keseharian mereka. Kedua, team building berbasiskan kreativitas memberikan gambaran yang jelas kepada karyawan bahwa manajer perusahaan dan para eksekutif menghargai kreativitas.

Buatlah acara team building jauh dari lingkungan perusahaan. Hotel bisa menjadi tempat yang bagus untuk mengadakan permainan dan aktivitas. Outdoor juga bisa ideal jika semua karyawan fit secara fisik dan bisa terlibat dalam permainan yang lebih aktif. Dant untuk mengatur itu semua, dibutuhkan sebuah sistem HR yang memiliki fitur Training Management seperti LinovHR Premise.

Semoga perusahaan Anda semakin berkembang dengan adanya kegiatan team building yang terorganisir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use theseHTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>