Bonus Tahunan Karyawan: Pengertian, Macam dan Perhitungannya

.

Newslater

Newsletter

Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini :

macam-macam bonus
Isi Artikel

Bonus tahunan menjadi sebuah cara yang dapat dipakai perusahaan untuk meningkatkan semangat dan produktivitas kerja karyawan. Selain sistem kerja yang baik, suasana kerja yang nyaman, gaji yang memadai, berbagai bonus juga diberikan untuk memotivasi karyawan.

Dengan adanya banyak kompensasi menarik kepada karyawan, diharapkan para karyawan semakin produktif dan semangat dalam bekerja.

 

 

Apa itu Bonus Tahunan?

Bonus tahunan adalah sesuatu pembayaran yang diterima setahun sekali oleh karyawan karena karyawan tersebut memberikan suatu hasil yang sesuai atau melebihi target yang telah ditentukan oleh perusahaan.

Biasanya bonus ini dibagikan oleh perusahaan setiap akhir tahun, setelah penutupan buku perusahaan.

 

Bonus Bukan Termasuk Upah

Bonus bukanlah upah atau gaji, hal ini termuat dalam UU Ketenagakerjaan. Walaupun tidak ada pasal khusus yang mengatur tentang bonus bagi karyawan, tetapi dari Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja SE-07/MEN/1990.

Definisi bonus disini bukan merupakan bagian dari upah, melainkan pembayaran yang diterima pekerja dari hasil keuntungan perusahaan atau karena pekerja menghasilkan hasil kerja lebih besar dari target produksi yang normal atau karena peningkatan produktivitas; di mana besarnya pembagian bonus diatur berdasarkan kesepakatan.

 

Baca Juga: Perbedaan Insentif dan Bonus yang Karyawan Harus Pahami

 

Macam-Macam Bonus untuk Karyawan

bonus tahunan karyawan
Macam Bonus Tahunan

 

Bonus tahunan yang diberikan kepada karyawan swasta, biasanya ditentukan dalam persentase dari gaji pokok dan ada jumlah minimum dan maksimumnya.

Ada beberapa bonus tahunan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yang mencapai targetnya, seperti:

 

  1. Bonus Tahunan

Beberapa perusahaan yang bagus, membagikan bagi hasil keuntungan (profit sharing) mereka kepada karyawannya. Pembagian bonus ini diberikan berdasarkan keuntungan perusahaan di akhir tahun. Besar kecilnya bonus berkisar anta 2-7 % dari gaji pokok karyawannya.

Dengan diberikan bonus profit sharing ini, diharapkan karyawan bekerja dengan hati karena merasa memiliki perusahaan bersama.

Biasanya bonus ini diberikan di tahun berikutnya, misalkan bonus keuntungan perusahaan tahun 2017 diberikan di tahun 2018.

Anda dapat mengetahui bagaimana cara menghitung bonus akhir tahun disini.

 

  1. Bonus Retensi

Bonus ini biasanya diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yang bekerja di perusahaan yang mengalami merger atau akuisisi dengan pihak perusahaan lain. Bonus retensi ini memang diberikan supaya karyawan tetap kontinu bekerja di perusahaan saat keadaan khusus sedang terjadi dalam perusahaan mereka.

Karyawan akan melakukan perjanjian kerja sampai batas waktu tertentu yang menyatakan mereka akan tetap bekerja di perusahaan sampai tugas atau proyek mereka selesai.

Biasanya bonus ini diberikan di akhir tahun untuk mencegah karyawan meninggalkan perusahaan tempat mereka bekerja.

 

  1. Bonus Tanteim

Tanteim adalah keuntungan perusahaan yang dihadiahkan kepada karyawan. Bila perusahaan mendapatkan laba bersih sesuai Pasal 70 ayat (1) UU no. 40 Tahun 2007 tentang perseroan terbatas.

Dalam peraturan yang diatur oleh Dirjen Pajak No.SE-16/PJ.44/1992 tentang Tanteim hanya diberikan kepada komisaris dan Dewan Direksi oleh pemegang saham berdasarkan suatu jumlah persentase tertentu dari laba bersih suatu perusahaan setelah melakukan pembayaran pajak.

 

  1. Bonus Tunjangan Hari Raya

Setiap perusahaan diwajibkan memberikan bonus Tunjangan Hari raya (THR) bagi karyawan yang telah memiliki masa kerja 1 (satu) bulan atau lebih. Tidak peduli apakah karyawan adalah pekerja tetap atau pekerja kontrak, mereka harus tetap mendapatkan bonus tunjangan hari raya setiap tahunnya.

 

Semua bonus didesain oleh perusahaan untuk memotivasi karyawan bekerja dengan baik bekerja dengan hati sehingga menguntungkan perusahaan dan karyawan itu sendiri. Hal ini akan membuat suasana kerja tidak membosankan karena ada tujuan yang bisa diraih dalam bekerja.

 

Baca Juga: Mengenal Bonus Sales dan Perbedaannya dengan Komisi Sales

 

Cara Menghitung Bonus Tahunan

Berikut adalah beberapa langkah umum yang dapat diikuti untuk menghitung bonus tahunan.

 

  1. Tentukan Persentase

Periksa kebijakan perusahaan Anda terkait bonus tahunan. Biasanya, perusahaan akan menetapkan persentase bonus yang akan diberikan berdasarkan kinerja karyawan atau berdasarkan gaji yang diterima.

Misalnya, jika perusahaan Anda menetapkan bonus sebesar 10% dari gaji tahunan, maka bonus tahunan Anda akan menjadi 10% dari total pendapatan yang telah dihitung.

 

  1. Hitung bonus tahunan

Setelah menentukan persentase bonus, hitunglah bonus tahunan Anda dengan mengalikan persentase bonus dengan total pendapatan Anda selama setahun.

 

  1. Kurangi pajak

Perlu diingat bahwa bonus tahunan biasanya dikenakan pajak. Pastikan untuk mengurangi pajak dari jumlah bonus tahunan Anda untuk mendapatkan jumlah bersih yang akan Anda terima.

Contohnya, jika Anda memiliki total pendapatan tahunan sebesar Rp 100 juta dan perusahaan Anda menetapkan bonus sebesar 10%, maka bonus tahunan Anda akan menjadi Rp 10 juta.

Namun, jika bonus dikenakan pajak sebesar 10%, maka bonus bersih yang akan Anda terima hanya sebesar Rp 9 juta.

 

Ketentuan Perhitungan Bonus Tahunan Karyawan

Variabel untuk menghitung bonus tahunan karyawan bisa berbeda-beda di setiap perusahaan. Namun, secara umum, berikut ini ketentuan perhitungan bonus tahunan karyawan.

Rumus cara menghitung bonus tahunan karyawan:

 

Bonus tahunan = (poin masa kerja x level jabatan x departemen x gaji) x sanksi surat peringatan

 

  1. Persentase Berdasarkan Lama Masa Kerja

 

Masa Kerja Nomor Poin Keterangan
< 1 tahun Prorata Rumus prorata = (gaji : 12) x masa kerja
1 tahun – <2 tahun 90% Masa kerja = tanggal masuk s/d akhir tahun
2 tahun – <4 tahun 100% Masa kerja = tanggal masuk s/d akhir tahun
4 tahun – <6 tahun 110% Masa kerja = tanggal masuk s/d akhir tahun
6 tahun – <8 tahun 120% Masa kerja = tanggal masuk s/d akhir tahun
8 tahun – <10 tahun 130% Masa kerja = tanggal masuk s/d akhir tahun
>10 tahun 140% Masa kerja = tanggal masuk s/d akhir tahun

 

  1. Level Jabatan

 

Level Nomor Poin Keterangan
Operator pelaksanaan 80% Posisi karyawan terendah
Foreman 90%
Supervisor 100%
Superintendent 110%
Manajer 120% Posisi karyawan tertinggi

 

  1. Kategori Departemen

 

Departemen Nomor Poin Keterangan
Produksi 120% Kategori berat
Non-produksi 110% Kategori sedang
Supporting 100% Kategori sedang

 

  1. Sanksi Surat Peringatan

 

Sanksi Bobot Keterangan
Tanpa sanksi 100% Pernah atau sedang menjalani
SP-1 90% Pernah atau sedang menjalani
SP-2 80% Pernah atau sedang menjalani
SP-3 70% Pernah atau sedang menjalani
Skorsing 3 bulan 60% Pernah atau sedang menjalani
Skorsing 6 bulan 50% Pernah atau sedang menjalani

 

Baca Juga: 3 Cara Menghitung Bonus Karyawan Menggunakan Excel

 

Contoh Cara Perhitungan Bonus Tahunan

Untuk membantu Anda lebih memahami mengenai perhitungan bonus tahunan, berikut ini contoh cara menghitung bonus tahunan karyawan.

Misalnya, Anda memiliki data karyawan sebagai berikut ini:

 

Nama Level Jabatan Departemen Gaji Masa Kerja Sanksi
Sarah Foreman Produksi 5 jt >4 tahun
Bilqis Supervisor Produksi 6 jt > 2 tahun
Arya Manajer Supporting 8 jt > 3 tahun SP II

 

Sesuai dengan data karyawan di atas, maka cara perhitungan bonus tahunan karyawan adalah:

 

Bonus tahunan = (poin masa kerja x level jabatan x departemen x gaji) x sanksi surat peringatan

 

Sarah= (110% x 90% x 120% x 5.000.000) x 100% =  Rp5.940.000,-

Bilqis= (90% x 100% x 120% x 6.000.000) x 100%= Rp6.480.000,-

Arya= (90% x 120% x 100% x 8.000.000) x 80%= Rp6.912.000,-

 

Baca Juga: Insentif Adalah Bonus, Ini Pengertian, Tujuan, dan Jenisnya

 

Kelola Semua Bonus Karyawan dengan Aplikasi Payroll LinovHR

payroll

 

Saat ini perusahaan dalam melakukan manajemen bonus karyawan dengan Aplikasi Payroll LinovHR, tidak hanya bonus perusahaan juga dapat mengatur reimbursement, gaji, pinjaman karyawan, hingga pajak. Dengan mudah dan cepat bersama LinovHR.

Aplikasi dan Software Payroll LinovHR memiliki banyak fitur dan manfaat yang dapat digunakan untuk proses payroll seperti fitur E- Payroll untuk mengelola laporan payroll karyawan, Fitur Salary Slip untuk cetak slip gaji otomatis hingga payroll process untuk memproses setiap payroll yang berjalan.

Bagikan Artikel Ini :

Tentang Penulis

Admin LinovHR
Admin LinovHR

Akun Admin dikelola oleh tim digital sebagai representasi LinovHR dalam menyajikan artikel berkualitas terkait human resource maupun dunia kerja.

Related Articles

.

Newslater

Newsletter

Artikel Terbaru