Akuisisi: Pengertian dan Perbedaan dengan Merger

.

Newslater

Newsletter

Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini :

akuisisi
Isi Artikel

Pernah dengar tentang akuisisi? Akuisisi dalam dunia bisnis bukan lagi hal yang asing untuk dilakukan. Untuk mengembangkan perusahaan dan mendapatkan keuntungan, perusahaan seringkali melakukan akuisisi. 

 

 

Akuisisi ini seringkali diartikan sama dengan merger atau sebaliknya. Padahal keduanya merupakan hal yang berbeda. Untuk mengetahui apa itu akuisisi dengan lebih mendalam, yuk simak penjelasannya di bawah ini!

 

Pengertian Akuisisi

Menurut KBBI, kata akuisisi ini memiliki arti  perolehan atau pemerolehan. KBBI juga menjelaskan bahwa akuisisi berarti pemindahan atau pengambilalihan kepemilikan perusahaan atau aset dan atau cara memperbesar perusahaan dengan cara memiliki perusahaan lain.

Akuisisi sendiri dalam bahasa inggris merupakan acquisition atau take over yang berarti ambil alih. Kata acquisition berasal dari acquire yang berarti mendapatkan sesuatu atau keuntungan atas usaha sendiri (to get or gain by one). 

Menurut Sudana (2011), akuisisi adalah penggabungan dua perusahaan yang mana perusahaan akuisitor membeli sebagian saham perusahaan yang diakuisisi.

Sehingga pengendalian manajemen perusahaan yang diakuisisi berpindah kepada perusahaan akuisitor, sementara kedua perusahaan masing-masing tetap beroperasi sebagai suatu badan hukum yang berdiri sendiri. 

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 2 paragraf 08 tahun 1999, akuisisi perusahaan adalah penggabungan usaha dimana perusahaan pengakuisisi mendapatkan kendali penuh atas aset bersih yang dimiliki oleh perusahaan yang diakuisisi dengan memberikan aset-aset atau saham tertentu atau mengakui suatu kewajiban yang baru.

Menurut Peraturan Pemerintah No 57 Tahun 2010, akuisisi diartikan sebagai perbuatan hukum yang dilakukan oleh pelaku usaha untuk mengambil alih saham badan usaha yang mengakibatkan beralihnya pengendalian atas badan usaha tersebut.

Dari banyaknya pengertian di atas akuisisi secara umum diartikan sebagai suatu cara untuk mengembangkan perusahaan yang sudah ada atau menyelamatkan suatu perusahaan yang sedang mengalami kekurangan atau kesulitan modal. 

 

Alasan Perusahaan Melakukan Akuisisi

akuisisi
akuisisi

Ada beberapa alasan mengapa perusahaan memutuskan untuk melakukan akuisisi.

Tentunya dengan tujuan utama untuk memajukan dan mengembangkan perusahaan ada beberapa alasan lain saat perusahaan melakukan akuisisi diantaranya:

 

Memperluas Jangkauan Pasar

Seringkali akuisisi perusahaan dilakukan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Mengapa demikian? Market atau jangkauan pasar dari suatu perusahaan akan dihitung berdasarkan aspek seperti hasil penjualan. Akuisisi perusahaan ini dapat memudahkan jalan untuk memperluas jangkauan pasar dengan lebih cepat. 

Misalkan perusahaan ABC memiliki target jangkauan pasar yang dimiliki oleh perusahaan XYZ padahal perusahaan XYZ lebih kecil dari ABC, dengan mengakuisisi perusahaan XYZ maka perusahaan ABC bisa mendapatkan jangkauan pasar yang diinginkan. Hal ini lebih efisien dibandingkan membentuk perusahaan baru.  

 

Memperluas Skala Perusahaan

Memperluas jangkauan pasar ini akan sebanding juga dengan penguatan dan perluasan skala perusahaan. Jika terjadi akuisisi maka akan ada sumber daya baru, penerapan teknologi yang lebih maju, juga peningkatan produktivitas yang akan membantu memperluas skala perusahaan. 

 

Diversifikasi

Diversifikasi berarti keberagaman. Apa hubungannya dengan akuisisi? Pengembangan suatu perusahaan bukan hanya masalah perluasan jangkauan pasar namun juga keberagaman jenis produk atau jasa yang dipasarkan. Melakukan akuisisi dapat juga berarti menambah keberagaman operasi bisnis, memperluas segmentasi pasar, atau bahkan produk dan jasa baru. 

 

Meningkatkan Finansial

Biasanya, akuisisi perusahaan juga dilakukan dengan alasan tidak finansial.

Misalnya perusahaan X sedang mengalami kekurangan atau kesulitan modal dan finansial, perusahaan Y yang lebih besar dapat melakukan akuisisi kepada perusahaan tersebut. Akuisisi ini dapat menjadi upaya untuk meningkatkan finansial yang ada dari kedua perusahaan. 

 

Menjaga Kelanjutan Perusahaan 

Jika dua perusahaan memiliki proses produksi yang serupa dan terkait, biasanya akan terjadi akuisisi salah satu perusahaan. 

Melakukan ambil alih suatu perusahaan yang masih memiliki keterkaitan merupakan salah satu alasan melakukan akuisisi ini yaitu untuk mempertahankan keberlanjutan suatu perusahaan.

Misalnya perusahaan A mengakuisisi perusahaan B yang berkaitan dengan distributor mereka. 

 

Baca Juga: Pengertian, Jenis dan Contoh Usaha Perdagangan dalam Industri

 

Jenis Akuisisi

Ada beberapa jenis akuisisi yang perlu Anda ketahui. Berdasarkan keterkaitan jenis usaha, akuisisi dibagi menjadi: 

 

1. Akuisisi Horizontal.

Akuisisi horizontal adalah akuisisi yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau badan usaha yang memiliki bisnis dalam bidang yang sama. 

 

2. Akuisisi Vertikal.

Akuisisi vertikal merupakan akuisisi yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang bergerak di bidang industri hilir dengan hulu atau sebaliknya. 

 

3. Akuisisi Konglomerat.

Akuisisi konglomerat merupakan akuisisi perusahaan yang tidak memiliki bidang bisnis yang sama atau tidak saling berkaitan. Akuisisi jenis ini lebih didorong oleh motivasi memperbesar kerajaan bisnis konglomerat.

 

Berdasarkan teoritis, ada dua jenis akuisisi perusahaan yaitu:

 

1. Akuisisi yuridis.

Akuisisi yuridis merupakan pengambilalihan perusahaan melalui saham dari perusahaan yang bersangkutan.

 

2. Akuisisi ekonomis.

Akuisisi ekonomis adalah akuisisi yang dilakukan untuk pengambilalihan aset perusahaan saja. 

 

Perbedaan Akuisisi dengan Merger

Walaupun masih banyak yang menganggap akuisisi dan merger ini merupakan kedua hal yang sama, mereka sebenarnya berbeda.

Berikut perbedaan merger dan akuisisi

 

Merger Akuisisi
Penggabungan dua perusahaan menjadi satu identitas baru dan saling bekerja sama. Penggabungan dua perusahaan yang bertujuan untuk mendapatkan sesuatu atau kendali atas perusahaan tertentu.
Dilakukan dua perusahaan yang memiliki luasan, jenis, dan kemampuan yang sama. Biasanya perusahaan yang mengakuisisi memiliki kedudukan atau posisi lebih tinggi.
Merger dilakukan dengan jumlah perusahaan minimal 3 perusahaan Minimum ada dua perusahaan dalam proses akuisisi
Proses merger lebih lama karena formalitas legalnya lebih banyak. Proses akuisisi lebih cepat karena formalitas legalnya lebih sedikit dibanding merger.

 

Manfaat Akuisisi

Beberapa manfaat dari akuisisi yang bisa Anda dapatkan yaitu:

 

1. Mendapatkan sumber daya yang lebih berpengalaman.

Penggabungan dua perusahaan akan menggabungkan juga sumber daya yang ada sehingga perusahaan yang mengakuisisi akan mendapatkan sumber daya yang lebih berpengalaman.

 

2. Memperoleh sistem operasional dan administratif yang lebih mapan.

Sistem operasional dan administratif yang ada akan semakin diperkuat dengan penggabungan dua perusahaan.

 

3. Investasi yang menguntungkan.

Akuisisi merupakan salah satu bentuk investasi yang baik bagi kedua perusahaan. 

 

4. Memperbesar diversifikasi perusahaan dengan lebih cepat.

Keberagaman jenis produk, usaha, dan jasa yang ditawarkan dapat lebih cepat tercapai dengan melakukan akuisisi.

 

5. Memperkecil tingkat persaingan dalam usaha.

Mengakuisisi perusahaan dengan jenis yang sama dapat memperkecil tingkat persaingan dalam usaha.

 

6. Memperbesar ukuran perusahaan.

Penggabungan dua perusahaan tentunya akan memperbesar ukuran perusahaan sehingga perusahaan bisa berekspansi. 

 

7. Menguatkan inti perusahaan.

Penggabungan juga berarti penambahan kekuatan dan sumber daya. Perusahaan yang sudah berdiri akan lebih kuat intinya jika dilakukan proses akuisisi. 

 

Kelebihan Akuisisi

Beberapa kelebihan dari akuisisi yang dapat Anda ambil yaitu: 

 

  1. Formalitas untuk legalitas cenderung lebih sedikit sehingga prosesnya lebih cepat. 
  2. Penggabungan dua perusahaan akan mempertahankan perusahaan yang diakuisisi dan memperkuat yang mengakuisisi. 
  3. Berhubungan langsung dengan suara pemegang saham mayoritas sehingga tidak memerlukan proses persetujuan manajemen.
  4. Memperkecil persaingan bisnis dan menjadi salah satu cara yang baik untuk mengembangkan perusahaan. 

 

Kekurangan Akuisisi

Sedangkan ada juga kekurangan jika Anda melakukan akuisisi, diantaranya:

 

  1. Suara pemegang saham sangat menentukan. jika pemegang saham minoritas tidak setuju, akuisisi pun masih bisa batal.
  2. Butuh biaya yang tinggi dalam proses legalitas.
  3. Perlu pengawasan yang baik agar kedua perusahaan bisa tetap selaras berjalan 

 

Baca Juga: Apa Itu Officer Development Program (ODP)? Berikut Pembahasannya!

 

Contoh Kasus Akuisisi Perusahaan di Indonesia

Berikut beberapa contoh kasus akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan di Indonesia:

 

Tokopedia x Bridestory dan Parentstory

Pada bulan Juni 2019 E commerce Tokopedia mengakuisisi dua platform yaitu Bridestory dan Parentstory. Akuisisi ini berupa akuisisi aset juga termasuk SDM yang ada di dalamnya. 

 

PT PLN Batubara Investasi x PT Mahakarya Abadi Prima

Berdasarkan data dari KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha), PT PLN Batubara Investasi memutuskan untuk mengakuisisi PT Mahakarya Abadi Prima Pada Januari tahun 2019. 

 

Ovo x Bareksa dan Taralite

Akuisisi ini dilakukan dalam rangka memperluas jangkauan dan penggunaan layanan Ovo pada kedua platform tersebut. Ovo juga sudah pernah melakukan kolaborasi dengan Bareksa yang menghasilkan produk Reksadana. 

 

Warung Pintar x Limakilo 

Warung Pintar yang merupakan start up transformasi digital toko kelontong ini melakukan akuisisi kepada Limakilo yang merupakan platform supplier. Keduanya merupakan startup di bawah naungan East Ventures.

 

Baca Juga: Apa Itu Startup?

 

Akuisisi dapat menjadi salah satu pilihan yang Anda bisa gunakan. Jangan lupa untuk mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari melakukan akuisisi kepada perusahaan Anda.  Sebab proses akuisisi perusahaan tidaklah mudah dan membutuhkan kesepakatan bersama. 

 

Demikian ulasan tentang akuisisi juga beberapa contoh yang ada di Indonesia. Perkembangan bisnis dan kemunculan banyaknya perusahaan baru mau tidak mau memaksa pelaku dan aktor yang bergerak dalam industri ini memiliki cara dan strategi tersendiri dalam mengembangkan perusahaannya.

Semoga bermanfaat!

Bagikan Artikel Ini :

Related Articles

.

Newslater

Newsletter

Tentang Penulis

Sella Melati
Sella Melati

Cuma senang menulis, yang suka nonton sama traveling
Follow them on Linkedin

Artikel Terbaru

Telusuri informasi dan solusi HR di sini!

Subscribe newsletter LinovHR sekarang, ikuti perkembangan tren HR dan dunia kerja terkini agar jadi yang terdepan di industri

Newsletter