9 Box grid

Menggunakan 9 Box Grid untuk Menilai Potensi Karyawan

Setiap perusahaan punya cara tersendiri dalam menilai kinerja karyawan yang  bertujuan untuk mengetahui sejauh mana produktivitas kinerja yang telah dicapai. Penilaian kinerja karyawan dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui metode 9 box grid. Apakah Anda sudah mengetahui metode ini? 

 

Mengenal 9 Box Grid

Metode 9 Box Grid adalah sebuah cara dalam menilai suatu individu karyawan atau tim divisi dalam kontribusinya pada perusahaan. Melalui cara ini, perusahaan dapat mengidentifikasi akan potensi yang telah diberikan dan dikembangkan oleh karyawan. 

Tak jarang perusahaan menggunakan metode ini, lantaran mudah dalam penerapannya. Selain itu, metode 9 box grid tidak membutuhkan waktu yang lama dalam pembuatannya. 

9 Box grid sendiri memiliki bentuk berupa tabel yang terdapat 2 sumbu,yakni x dan y. Untuk sumbu x, akan memaparkan informasi berupa performa karyawan. Sedangkan sumbu y, akan menyajikan keterangan berupa potensi karyawan.

 

performance review

Contoh penerapannya, segala kinerja karyawan yang memenuhi target ataupun tidak maka dijelaskan pada sumbu x. Lalu, segala potensi perkembangan karyawan dari waktu ke waktu, dijelaskan pada sumbu y.

Tujuan utama dari penggunaan metode ini,  untuk melakukan evaluasi kinerja karyawan serta potensinya. Lalu, hasilnya dapat dijadikan perencanaan untuk menunjuk karyawan yang pantas untuk menjadi pemimpin suatu divisi di masa mendatang.

 

Baca Juga: Metode Analisis Bobot Kerja Karyawan Menggunakan Job Evaluation

 

Kembali ke Daftar Content

Cara Menilai Potensi Karyawan Menggunakan 9 Box Grid

Apabila Anda masih kesulitan dalam membuat 9 box grid, simak cara-cara dalam penerapannya beserta penjelasannya di bawah ini.

 

  • Lakukan Persiapan

Sebelum membuat menjalankan metode ini, Anda perlu membuat tim yang berisikan para pemimpin untuk membuat suatu perencanaan. Contohnya, seperti tolak ukur akan potensi karyawan yang baik.

Pastikan tiap anggota dari tim para pemimpin ini paham dalam penggunaan 9 box grid. Berilah sedikit waktu agar mereka mampu mempersiapkan penilaian ini dengan baik. Dengan begitu, metode dengan penilaian ini akan terlaksana secara sempurna.

 

  • Penentuan Standar Kriteria Penilaian

Walaupun manajemen dapat dengan mudah menilai karyawan melalui jumlah target yang dipenuhi, akan tetapi, cara tersebut masih belum optimal. Mengapa? Hal tersebut lantaran setiap karyawan pasti memiliki potensi tersembunyi yang perlu digali.

Namun, untuk mengetahui apakah potensi seorang karyawan dapat berguna di kemudian hari, perlu dilakukan sebuah standar penilaian. Melalui standar penilaian potensi, manajemen dapat memprediksi kinerja karyawan di masa mendatang.

Sebaiknya, penilaian potensi dilakukan dengan standar yang objektif. Hal ini perlu dilakukan agar potensi karyawan dapat diketahui secara apa adanya.

 

  • Lakukan Diskusi 

Apabila pihak manajemen Anda sudah memiliki standar kriteria penilaian karyawan, maka langkah selanjutnya adalah menerapkannya. Setiap perusahaan tentu punya cara tersendiri dalam menerapkan 9 box grid ini. Akan tetapi, jika Anda belum pernah menerapkannya, bisa diawali dengan melakukan diskusi dengan karyawan yang hendak dinilai.

Melalui diskusi, tim manajemen Anda dapat memperoleh banyak informasi dari karyawan yang bersangkutan. Mulai dari profil, pengalaman kerja, kesulitan dalam pemenuhan target dan lainnya. Bahkan, kepribadian karyawan pun dapat diketahui melalui diskusi ini.

Selain itu, diskusi juga berfungsi sebagai sarana karyawan dalam menyampaikan pendapatnya pada manajemen. Dengan begitu, manajemen akan semakin paham akan potensi setiap karyawan yang dimiliki.

 

  • Lakukan Evaluasi Berulang-Ulang

Setelah melakukan diskusi dengan karyawan secara lebih dekat, tentu akan muncul gambaran akan kriteria terbaru untuk dinilai. Nah, selanjutnya Anda dapat memperbaharui standar penilaian kinerja secara berkala. 

Hal ini perlu dilakukan agar standar kerja karyawan dapat terus berkembang dan mampu meningkatkan produktivitas dari masa ke masa.

 

Kembali ke Daftar Content

Kelebihan dan Kekurangan Penilaian Karyawan Melalui 9 Box Grid

Setiap perusahaan tentu mempunyai kultur kerja yang berbeda-beda. Atas hal tersebut cara penilaian karyawan pun dapat dilakukan dengan berbagai cara. Sebelum mengetahui apakah metode 9 box grid cocok dengan perusahaan Anda, pahamilah dahulu kelebihan dan kekurangannya.

 

Kelebihan Metode 9 Box Grid

Berikut kelebihan dari penggunaan metode 9 box grid.

 

  • Metode 9 box grid dapat digunakan dengan mudah

Cara penilaian ini mudah dalam diterapkan dalam perusahaan. Hal tersebut karena tidak membutuhkan waktu yang lama dalam perencanaannya. Umumnya, setiap manajemen sudah mempunyai standar penilaian tersendiri yang sesuai dengan visi misi perusahaan. 

 

  • Konsisten bila digunakan terus-menerus

Umumnya, evaluasi karyawan hanya dilakukan dengan diskusi tatap muka. Hal ini hanya menghasilkan nilai yang bersifat sementara. Namun, jika perusahaan Anda melakukan diskusi sekaligus pemetaan potensi pada 9 box grid, maka hasilnya dapat digunakan secara terus-menerus. Dengan begitu, penilaian kerja dapat terlaksana secara konsisten 

 

  • Manajemen dapat mengetahui karyawan yang berpotensi menjadi pemimpin

Melalui penilaian kerja 9 box grid, Anda dapat memetakan potensi setiap karyawan. Termasuk karyawan yang memiliki potensi untuk menjadi pemimpin di masa depan. Setiap perusahaan tentu membutuhkan regenerasi kepemimpinan. Melalui metode 9 box grid ini, perusahaan Anda dapat menentukan karyawan yang benar-benar sesuai akan kriteria pemimpin di perusahaan.

 

Baca Juga: Solusi Suksesi Talenta Menggunakan Individual Development Plan

 

  • Penilaian yang lebih akurat dari pendapat pribadi

Terkadang ada saja manajemen yang menilai kinerja karyawan melalui asumsi pribadi. Hal tersebut tentu kurang efektif lantern hasil penilaian kinerja akan bersifat subjektif. Namun, dengan menggunakan 9 box grid, manajemen dapat menilai kinerja karyawan dengan lebih objektif dan mendapatkan hasil yang akurat.

 

Kekurangan Metode 9 Box Grid

Berikut kekurangan dari metode 9 box grid.

 

  • Terkadang Sulit Mengidentifikasi Potensi

Dalam melakukan evaluasi, pihak manajemen berkemungkinan akan kesulitan dalam mengetahui potensi karyawan. Namun, hal ini dapat diatasi dengan cara melibatkan pihak Human Resources yang mengenal lebih jauh akan pengetahuan psikologis manusia. Dengan begitu, melalui identifikasi kepribadian karyawan dapat mempermudah manajemen dalam mengenal potensinya.

 

  • Butuh Waktu dalam Mengubah Standar Penilaian

Dalam meningkatkan produktivitas kerja karyawan, perlu akan adanya proses pembaharuan dalam cara penilaian kinerja. Untuk mewujudkan hal itu, tentu Anda perlu melakukan diskusi secara mendalam dengan berbagai pihak. Salah satunya manajer perusahaan. 

Namun, proses diskusi terkadang memakan waktu yang cukup lama, hal ini dapat berakibat dalam penerapan 9 box grid yang akan datang.

 

  • Sudut Pandang Manajer Terkadang Subjektif

Dalam menentukan standar penilaian, tak jarang manajer perusahaan melakukannya berdasarkan opini pribadi atau subjektif. Hal ini dikhawatirkan dapat menyebabkan ketidaksesuaian perkembangan kinerja karyawan. Untuk mengatasinya, manajer harus sering melakukan diskusi dengan berbagai pihak agar standar penilaian dapat lebih objektif dan optimal.

 

  • Kinerja baik karyawan tidak selalu berpotensi menjadi pemimpin manajemen

Perlu diingat bahwa hasil penilaian kinerja karyawan yang baik bukan menjadi tolak ukur utama dalam menjadikannya sebagai pemimpin di masa depan. Hal itu terjadi lantaran karyawan tersebut memang lebih cocok menjadi seorang pelaksana tugas. 

Dengan begitu, sangat diperlukan evaluasi kepribadian lebih mendalam untuk mengetahui apakah karyawan tersebut cocok menjadi pemimpin di masa mendatang.

 

Setelah membaca penjelasan atas 9 Box Grid, Anda tentu mendapat sebuah gambaran baru dalam penilaian kinerja karyawan. Selain itu, melalui metode ini potensi setiap karyawan pun dapat lebih mudah teridentifikasi. Dengan begitu, Anda dapat menempatkan posisi yang lebih cocok pada karyawan bersangkutan agar produktivitas kerja  dapat terus meningkat.

Anda dapat menggunakan software LinovHR apabila masih kesulitan dalam menilai kinerja karyawan. Selain itu, LinovHR juga didukung oleh sistem yang baik dan terus berkembang dari waktu ke waktu. Terlebih LinovHR memiliki Aplikasi Penilaian Kinerja Karyawan yang akan sangat membantu Anda dalam melakukan evaluasi kerja.

 

Untuk mengetahui berbagai keunggulan dari LinovHR, Anda dapat segera menghubungi kami dengan klik tautan berikut ini. Selamat mencoba!