aptitude test

Sedang Mencari Kerja? Pahami Aptitude Test Dulu!

Ketika Anda akan mencari pekerjaan, atau memasuki dunia kerja profesional, ada beberapa hal yang akan menjadi acuan perusahaan saat akan merekrut Anda.  Salah satunya adalah aptitude test. Apa itu aptitude test? Apa saja contoh, jenis dan kapan kira-kira perusahaan akan melakukannya?

 

 

Dengan memahami pentingnya dari melakukan test ini, Anda akan memiliki bekal yang lebih banyak sebelum terjun ke dunia kerja. 

 

Apa Itu Aptitude Test?

Secara umum, aptitude test adalah sebuah tes untuk menilai atau menentukan sejauh mana kemungkinan seseorang untuk berhasil saat diberikan tugas tertentu. Hasil dari aptitude test dapat menunjukkan di bagian mana seseorang paling kuat dan lemah sesuai dengan bawaan alami orang tersebut. Karena pada dasarnya setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda dengan yang lain. 

Hal yang paling penting Anda ketahui adalah, test ini bukanlah uji pengetahuan atau tes untuk mengetahui pengetahuan yang Anda miliki di bidang tertentu. Karena sifat tes ini bukanlah suatu tes yang bisa Anda pelajari terlebih dahulu. 

Asosiasi professional bernama American Psychologist Association mendefinisikan aptitude test sebagai sebuah alat atau instrumen yang memiliki rancangan sedemikian rupa untuk mengukur potensi seseorang. Tes ini kerap kali digunakan untuk memprediksi kemungkinan apakah seseorang dapat berhasil di sebuah pekerjaan atau pendidikan di masa depan. 

 

Kapan Perusahaan Menggunakan Aptitude Test?

Setelah Anda mengetahui apa yang dimaksud dengan aptitude test, mungkin Anda bertanya-tanya kapankah sebuah perusahaan menggunakannya? Berikut diantaranya:

 

Screening awal 

Banyak perusahaan menggunakan aptitude test sebagai screening di masa pra-perekrutan untuk menyaring kandidat yang ada. Perusahaan dapat menyeleksi mana saja calon yang memenuhi kriteria dasar yang disyaratkan dan mana yang tidak. 

 

Baca Juga: Hati-Hati dengan Halo Effect Saat Interview!

 

Jumlah pelamar sangat banyak

Seringkali terjadi perusahaan harus menyeleksi ratusan bahkan ribuan lamaran yang masuk. Disinilah sebuah tes sangat diperlukan sehingga perusahaan dapat memilih calon yang paling sesuai.

 

Penyeleksian kandidat mana yang paling tepat

Selain dapat digunakan untuk screening awal, aptitude test digunakan juga ketika perusahaan sudah memiliki beberapa kandidat. Dari beberapa kandidat ini, perusahaan harus menyaring kembali agar terpilih satu orang yang paling sesuai untuk posisi yang tersedia. 

 

Perusahaan terlindungi secara hukum

Pada perkembangannya, sebuah perusahaan tidak bisa serta merta memecat karyawan hanya dengan alasan kompetensi. Karena jika perusahaan memutuskan hubungan kerja dengan karyawan hanya karena alasan karyawan tidak kompeten, maka perusahaan beresiko terkena tuntutan hukum. Karena itu dengan aptitude test yang baik, perusahaan mendapatkan karyawan yang sungguh-sungguh kompeten di bidangnya. 

 

Jenis Aptitude Test

Aptitude test memiliki beberapa jenis yang umum digunakan saat proses perekrutan. Jenis-jenis yang perlu Anda ketahui adalah:

 

Tes Bakat Kognitif

Tes ini termasuk salah satu jenis tes yang paling umum digunakan saat ini. Tes bakat kognitif menunjukkan apakah seseorang mampu mempelajari hal-hal yang diperlukan. Skor yang tinggi juga menunjukkan apakah seseorang bisa memiliki kinerja yang baik apapun tugas yang diberikan padanya. 

 

Tes Bakat Numerik

Tes ini berfungsi untuk melihat apakah seseorang mampu menangani data dengan akurat. Mulai dari perhitungan, menangani input, mengolah data yang ada sampai hasilnya harus saling berkesinambungan. 

 

Tes Bakat Verbal

Skor yang tinggi dari hasil tes ini menunjukkan apakah seseorang mampu memahami informasi verbal yang rumit. Juga menunjukkan jika ia mampu berkomunikasi dengan baik. Karyawan yang memiliki kemampuan verbal mumpuni sangat berguna ketika ia diberi tugas untuk merepresentasikan perusahaan atau menjadi “wajah” perusahaan. 

 

Tes Penalaran Abstrak

Tes ini menilai kemampuan calon karyawan apakah ia mampu mengidentifikasi sebuah pola yang rumit atau tidak. Seseorang yang memiliki skor tinggi mampu memilih respon apa yang paling tepat untuk setiap situasi yang berbeda. 

 

Berpikir Kritis

Karyawan yang memiliki kemampuan berpikir kritis mampu mengolah tugas-tugas yang rumit. Ia juga mampu menganalisa kasus per kasus dengan baik. Kemampuan ini diperlukan terutama untuk tugas yang harus dilaksanakan sesuai aturan yang ketat. 

 

Tes Penalaran Diagram

Tes ini menunjukkan seseorang mampu menerapkan logika saat berhadapan dengan pola diagram atau gambar. Dengan kata lain, kemampuan abstrak seseorang dapat dilihat berdasarkan hasil tes ini. 

 

Tes Penalaran Spasial

Dalam tes ini ada beberapa 2 tahapan yang harus dilalui peserta seperti :

  1. Peserta diminta memvisualisasikan sebuah benda di pikirannya.
  2. Selanjutnya dari gambaran tersebut, ia diminta untuk memberikan solusi atau jawaban dari situasi yang ada.

 

Kemampuan ini sangat diperlukan untuk pekerjaan yang memerlukan visualisasi. Seperti pekerjaan desain atau teknik. 

 

Baca Juga: 7 Manfaat Pengembangan Karir Bagi Karyawan dan Perusahaan

 

Tips Menghadapi Aptitude Test

Cara terbaik untuk memaksimalkan nilai tes aptitude adalah dengan berlatih secara rutin agar Anda dapat familiar dengan serangkaian tes nya. Selain itu ada beberapa tips menghadapi aptitude test yang bisa Anda praktekkan:

 

1. Latihan Secara Rutin

Latihan adalah  cara paling umum dan sangat dianjurkan untuk Anda yang ingin sukses menghadapi test aptitude. Jika Anda sudah familiar dengan format dan gaya test aptitude, tentunya akan mengurangi kegugupan saat menghadapi test. Dengan demikian, Anda dapat memfokuskan semua perhatian Anda untuk menjawab pertanyaan. 

 

2. Pahami test yang dihadapi

Penting bagi Anda untuk memahami jenis test aptitude yang akan Anda ikuti. Sebab, setiap test memiliki tingkat kesulitan dan format yang berbeda untuk menguji kemampuan yang berbeda pula. Dengan latihan secara rutin maka memungkinkan Anda terbiasa dengan soal test dan formatnya sehingga akan membantu Anda untuk mengembangkan keterampilan yang ditargetkan. 

 

3. Fokus pada area kelemahan Anda

Apabila ketika latihan Anda menemukan titik kelemahan Anda, saat itulah Anda harus memfokuskan waktu dan perhatian terhadap kelemahan tersebut. Sebagian banyak orang setidaknya memiliki satu titik kelemahan. Dengan latihan secara rutin maka Anda dapat  belajar mengenali titik-titik kelemahan ini dan mengembangkan keterampilan Anda.

 

4. Waspada dan tetap fokus

Konsentrasi dan stamina merupakan dua hal terpenting yang saat Anda menghadapi test aptitude. Jika konsentrasi Anda berkurang selama berlangsungnya test, maka Anda telah membuang-buang waktu yang berharga. Oleh sebab itu, usahakan Anda tidur dengan cukup dan fokuskan pikiran Anda untuk menghadapi test. 

 

5. Kelola waktu Anda dengan baik selama tes

Kebanyakan test yang diadakan biasanya menggunakan batasan waktu yang ketat. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mempersiapkan waktu dengan hati-hati agar performa Anda juga maksimal selama test berlangsung. Selain itu, mengatur waktu dengan hati-hati dapat membantu Anda terhindar dari sikap terburu-buru yang bisa membuat Anda salah menjawab pertanyaan. 

 

Baca Juga: Pengertian Training Need Assessment dan Cara Melakukannya

 

Contoh Aptitude Test

Bagi setiap orang yang mengenyam pendidikan atau bekerja, suatu saat pasti pernah berhadapan dengan aptitude test. Contohnya adalah pada beberapa bidang berikut:

  • Tes pilot
  • Tes evaluasi seseorang untuk menjadi petugas Air Traffic Controller
  • Tes pada pelajar untuk menentukan bidang karir apa yang kira-kira cocok untuk mereka di masa depan
  • Tes kemampuan fisik seseorang yang akan menjadi tentara, polisi, atau pemadam kebakaran

 

Di bawah ini contoh bentuk soal yang mungkin akan Anda temui saat melakukan aptitude test dilansir dari jobtestprep.

 

1. Jika dua pernyataan di atas benar, apakah pernyataan ketiga juga benar?

  • Kelinci Pak Brown berwarna abu-abu
  • Semua hewan berwarna abu-abu itu jinak
  • Kelinci milik Pak Brown galak

 

2. Perhatikan dua set yang berisikan bentuk-bentuk yang ada. Kemudian tentukan apakah bentuk dalam soal ini harus masuk ke A, B atau keduanya. 

Soal tes yang diberikan menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang akan Anda masuki nantinya. Contoh yang lebih banyak bisa Anda temui secara online. Anda bisa cari contoh set pertanyaan sesuai dengan bidang pekerjaan yang ingin Anda masuki.  Sehingga Anda sudah memiliki gambaran mengenai bagaimana kira-kira tes yang mungkin akan Anda temui nantinya.  

 

Kesimpulan

Bagi Anda yang akan terjun ke dunia kerja, perlu mengetahui mengenai aptitude test. Dengan pengetahuan yang cukup, Anda akan lebih siap ketika nanti akan melalui proses rekrutmen.  Persiapkan diri Anda sebaik mungkin, dan kalau perlu lakukan aptitude test secara mandiri menggunakan tes yang tersedia secara online. Salam sukses!