kerja tidak sesuai jurusan

Kiat Menghadapi Wawancara Kerja Tidak Sesuai Jurusan

Susahnya untuk mencari pekerjaan saat ini membuat banyak orang melamar kerja tidak sesuai jurusan.

Selain itu juga, bisa saja selama duduk di bangku perkuliahan memang tertarik dengan bidang lain di luar jurusan. Hal ini didukung oleh kepanitiaan selama kampus yang biasanya menawarkan seksi yang beragam.

Melamar pekerjaan yang tidak sesuai dengan jurusan cukup membuat ketakutan bagi pelamar terutama pada saat sesi interview bersama user dan HRD. Kecemasan yang terjadi biasanya karena takut alasan yang kurang kuat ataupun kurang kualifikasi dan pengalaman jika dibandingkan dengan pelamar yang memang berada di jurusan tersebut.

Padahal banyak sekali manfaat yang dapat Anda dapatkan jika bekerja diluar jurusan Anda seperti:

  1. Belajar hal baru
  2. Menambah keterampilan dan pengetahuan
  3. Networking yang semakin melebar

 

Dengan melamar kerja yang tidak sesuai jurusan, apakah akan menjadi dipermasalahkan HRD? Dan bagaimana cara melalui wawancaranya? Temukan jawabnya di bawah ini!

 

Apakah Melamar Kerja Tidak Sesuai Jurusan Akan Dipermasalahkan HRD?

Melamar sebuah pekerjaan yang tidak sesuai jurusan adalah tindakan yang sah-sah saja. Selama Anda memang sesuai dengan kualifikasi dari posisi tersebut.  Terdapat tips yang dapat Anda lakukan untuk melamar pekerjaan yang beda dengan jurusan agar tidak dipermasalahkan dengan HRD.

 

Sesuaikan CV 

Karena Anda bukan dari jurusan yang sesuai dengan posisi yang dibutuhkan, ada baiknya Anda mencantumkan keterampilan atau pengalaman yang sekiranya berkaitan dengan kebutuhan posisi saat itu.

Misalnya, Anda mendaftar di posisi sebagai Content Writer. Sedangkan Anda berasal dari jurusan Akuntansi. Walaupun Anda bukan berasal dari jurusan komunikasi atau sastra, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa

Anda tidak diterima. Dengan mencantumkan keterampilan Anda dalam menulis jurnal ekonomi serta detail dalam penulisan, mungkin saja Anda di lirik dan diberi kesempatan untuk ke tahap wawancara.

 

Tonjolkan Keahlian yang Cocok dengan Posisi

Tonjolkan skill yang relate dengan posisi yang Anda lamar. Sekiranya jauh sekali dari kebutuhan, sebaiknya tidak usah dicantumkan.

Melanjutkan dari contoh diatas, menjadi seorang content writer setidaknya Anda paham pengoperasian Google Docs dan dasar SEO (Search Engine Optimization).

Jika Anda menulis dalam skill kemampuan SQL atau Excel nampaknya kurang relevan digunakan dalam posisi tersebut.

 

Buat Cover Letter Sebaik Mungkin

Untuk melamar pekerjaan sebaiknya dilengkapi dengan cover letter yang menjelaskan identitas Anda yang dilengkapi dengan motivasi mengapa Anda mendaftar. Dalam cover letter sebaiknya promosikan diri Anda lebih.

Selain itu, dengan adanya cover letter bisa menjadi fondasi Anda bagi recruiter bahwa Anda tetap pada pendirian untuk merubah haluan dan berusaha lebih dari yang sesuai dengan jurusannya.

Sebagai contoh, Anda memiliki semangat belajar yang tinggi serta rasa ingin tahu yang kuat. Anda dapat menuliskan kalimat tersebut dalam cover letter Anda agar recruiter juga dapat menilai bahwa rasa semangat Anda tinggi.

 

Bersiap Menjawab Pertanyaan Jebakan

Biasanya pertanyaan menjebak seperti, “Mengapa Anda mendaftar posisi ini?” atau “Apa yang membuat Anda yakin mendaftar posisi yang berbeda jauh dengan jurusan Anda?”

Jangan takut! Pertanyaan ini memang pertanyaan krusial yang harus Anda jawab sebaik mungkin. Jawab dengan yakin dan tegas tanpa rasa gelagapan. Diawali dengan alasan yang jujur, hal yang membuat Anda yakin, dan kontribusi yang akan Anda lakukan lebih dari yang lain.

 

Pastikan Anda Bekerja Keras

Dengan ini dipastikan Anda harus bekerja lebih keras dari yang lainnya. Karena Anda harus belajar dari awal teori dasar yang akan membantu Anda selama bekerja. Yakinkan recruiter bahwa Anda akan all out untuk pekerjaan ini!

 

Baca Juga: Berbagai Prospek Kerja Menggiurkan Jurusan Manajemen 

 

Bagaimana Cara Menjawab Wawancara Kerja Tidak Sesuai Jurusan?

Terdapat 5 pertanyaan yang biasanya ditanyakan sebagai taktik recruiter. Jangan takut! Kami telah membantu cara menjawabnya dengan baik dan sopan.

 

Pertanyaan 1 : Mengapa Anda Tertarik dengan Posisi Ini?

Anda dapat menjawab dengan jujur alasan yang sebenarnya dengan posisi ini.

 

Saya tertarik di posisi Design Graphic karena memiliki pengalaman sebelumnya di perkuliahan menjadi seksi kreatif. Mulai dari mendesain poster hingga membentuk plan visual social media. Setelah itu, saya semakin tertarik dan mengikuti pelatihan desain yang tersedia di internet. Karena hal tersebut, saya semakin yakin dan tertarik dengan dibukanya posisi ini.

 

Pertanyaan 2 : Jelaskan Gambaran Anda Terkait Pekerjaan di Posisi Ini!

Anda dapat menjawab berdasarkan job description yang disediakan dalam job portal serta hasil dari riset Anda terkait posisi yang Anda lamar.

 

“Saya melihat dalam job description yang dijelaskan dalam LinkedIn bahwa saya akan diberikan amanah untuk desain untuk kebutuhan website dan social media yang dipunya.”

 

Pertanyaan 3 : Berapa Lama Waktu yang Anda Butuhkan untuk Membuktikan Kontribusi Bagi Perusahaan?

Ini merupakan pertanyaan tricky. Dari sini recruiter ingin melihat seberapa besar tekad Anda dalam posisi tersebut.

Terutama karena Anda bukan dari jurusan yang sesuai. Anda dapat menjawab jujur jikalau memang butuh waktu yang lebih lama. Namun ditutup dengan pesan meyakinkan dan pembuktian selama bekerja bahwa Anda akan belajar lebih keras.

 

“Saya pasti membutuhkan waktu terutama karena saya berada di tim Design. Sekiranya saya butuh waktu minimal 6 bulan untuk melihat engagement dari social media dan website yang suka dengan UI dari yang saya buat. Namun, saya yakin bahwa kerja keras saya bisa memberikan pengaruh bagi perusahaan.”

 

Baca Juga: 20+ Skill Dalam CV yang Harus Dicantumkan Untuk Sukses Melamar Kerja

 

Pertanyaan 4 : Apa yang Membuat Anda Yakin Bahwa Anda dapat Bekerja di Bidang Ini?

Anda dapat menjawab dengan pengalaman ataupun skill menunjang karir Anda kedepan.

 

“Dengan pengalaman saya dalam menguasai PS dan AI serta Canva. Dan juga saya mengikuti pelatihan online guna meningkatkan skill saya. Hal ini sangat membantu untuk meningkatkan kualitas pekerjaan saya.”

 

Pertanyaan 5 : Berikan Last Statement untuk Semakin Meyakinkan Saya! 

Biasanya ditanyakan sebelum sesi wawancara berakhir yang merupakan statement penentu yang akan membuat

Anda sekiranya diterima atau tidak. Berikan statement yang memang bisa Anda berikan jika diterima bekerja. Jangan terlalu membuat harapan dan bersikap jujur. Jawab dengan tegas, lantang, tanpa rasa gugup juga menjadi plus nilai dari recruiter.

 

“Dengan keterampilan dan ilmu yang saya miliki, besar harapan saya untuk diterima di perusahaan dan posisi ini. Semoga dengan keberadaan saya juga dapat membantu perusahaan mencapai tujuannya dan saya menambatkan ilmu baru.”

 

Kerja tidak sesuai jurusan bukan lagi hal yang asing di dunia kerja. Tidak sedikit juga orang yang memilih banting setir dari jurusan perkuliahan sebelumnya dan sukses meniti karir.

Jika Anda sukses dan lancar melalui wawancara kerja tidak sesuai jurusan, maka bukan tidak mungkin jenjang karir yang menjanjikan juga akan tercipta!