capital expenditure

Pengertian Capital Expenditure dan Cara Menghitungnya

Setiap perusahaan yang berdiri pasti membutuhkan modal, baik itu pada saat awal berdiri atau pada saat sudah beroperasi. Modal dibutuhkan supaya perusahaan semakin berkembang. Modal berfungsi untuk membiayai berbagai biaya pengeluaran sebuah perusahaan. Untuk memperoleh pinjaman modal atau mempersiapkan modal yang akan digunakan tentunya kamu harus tahu beberapa modal yang dibutuhkan oleh perusahaan. Modal dalam perusahaan akan berkaitan dengan capital expenditure

 

Apa itu Capital Expenditure

Capital expenditure (capex) adalah biaya yang diperlukan sebuah perusahaan atau organisasi untuk membeli, merawat, dan memperbaiki aset tetap atau aset jangka panjang perusahaan. Aset tetap atau jangka panjang yang dimaksud misalnya bangunan, tanah, kendaraan dan mesin atau peralatan-peralatan. Pengeluaran yang dapat dikategorikan sebagai capex adalah pengeluaran yang digunakan untuk membeli aset tetap yang baru atau saat digunakan untuk memperpanjang umur aset. Memperpanjang umur aset misalnya dengan rutin merawat mesin, mengecek mesin, dan memperbaiki mesin yang rusak.

Capex juga bisa disebut dengan biaya tetap dan biasanya dikeluarkan perusahaan ketika pertama kali berdiri, menjalankan proyek dan membuat terobosan baru seperti berinvestasi pada teknologi yang digunakan. Capex disamakan dengan investasi perusahaan karena apapun yang dibeli perusahaan akan berguna oleh perusahaan dan akan mendatangkan nilai balik.

 

Tujuan Capital Expenditure

Jika ingin mendirikan suatu perusahaan atau menjalankan bisnis, perusahaan perlu menghitung capital expenditure. Ada banyak fungsi yang memperlancar proses operasional bagi perusahaan, antara lain:

 

Perhitungan Capital Expenditure Dapat Menjadi Acuan Jangka Panjang

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa capex merupakan perhitungan modal terhadap aset jangka panjang oleh sebab itu perhitungannya dapat menjadi acuan perusahaan jangka panjang. Perusahaan yang mengeluarkan modal akan menerima dampak pengeluaran tersebut dalam kurun waktu yang lama. Dampak tersebut bisa negatif dan positif. Misalnya suatu perusahaan ingin melakukan inovasi baru dalam sistem produksi yaitu berinvestasi pada teknologi. 

 

Baca Juga: Pengertian dan Jenis Modal Ventura

 

Perusahaan ingin mengganti peralatan produksi dengan teknologi yang canggih. Untuk membeli peralatan-peralatan tersebut dibutuhkan uang yang cukup banyak sehingga dampak yang dirasakan adalah berkurangnya uang perusahaan. Meskipun begitu, ada dampak positif yang dirasakan perusahaan yaitu produktivitas akan meningkat.

Pengurangan modal pada perusahaan akan berdampak pada uang kas berubah menjadi beda mati namun dapat mempengaruhi banyak hal. Oleh sebab itu sebelum memutuskan untuk membeli aset-aset perusahaan yang memberikan dampak jangka panjang maka kamu harus mempertimbangkannya matang-matang.

 

Mengeluarkan Biaya yang Cukup Banyak

Fungsi yang kedua yaitu mengetahui bahwa perusahaan akan mengeluarkan biaya yang cukup tinggi. Biaya tersebut berkaitan dengan pembelian aset-aset perusahaan. Misalnya untuk membeli peralatan perusahaan, membeli tanah dan membangun gedung perusahaan diperlukan uang yang banyak di awal. Hal tersebut tentunya akan membebani anggaran atau kas perusahaan. Biaya untuk memperbaharui atau memperbaiki aset juga harus diperhitungkan. Kamu harus memperhitungkan berapa biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki aset dan berapa umur aset tersebut jika sudah diperbaiki jika dibandingkan dengan membeli aset yang baru.

 

Depresiasi Nilai Aset

Suatu benda yang digunakan terus menerus akan berkurang nilainya seiring berjalannya waktu, hal ini disebut dengan depresiasi aset. Misalnya suatu alat akan memiliki nilai yang lebih tinggi pada saat awal dibeli jika dibandingkan setelah beberapa tahun digunakan. 

 

Jenis Capital Expenditure

Karena perkembangan bisnis yang cukup beragam, mengakibatkan adanya beberapa jenis Capex. Jenis-jenis tersebut akan dijelaskan di bawah ini: 

 

Penggantian aset

Perusahaan yang sudah berjalan cukup lama sering melakukan pembelanjaan modal untuk mengganti atau memperbaharui aset mereka. Perusahaan akan mengganti peralatan-peralatan yang sudah usang karena memang sudah tidak layak digunakan atau karena ingin menambah kapasitas produksi perusahaan. Peralatan yang terus menerus digunakan akan mengalami degradasi kemampuan.

 

Ekspansi untuk Meningkatkan Pangsa Pasar

Perusahaan yang ingin terus berkembang akan melakukan ekspansi supaya pangsa pasar meningkat. Ekspansi pasar biasanya dilakukan terhadap produk-produk yang sudah ada dan sudah memiliki banyak peminat. Melakukan ekspansi pasar berarti perusahaan harus siap dengan risiko yang ada. Salah satu risiko tersebut adalah menambah beberapa aset perusahaan untuk ditempatkan di anak perusahaan. Oleh sebab itu dibutuhkan modal yang cukup banyak untuk melakukan ekspansi. 

 

Baca Juga: Pentingkah Segmentasi Pasar untuk Perusahaan? 

 

Proyek yang Muncul Karena Hukum yang Berlaku

Beberapa perusahaan pertambangan akan memiliki proyek yang baru karena adanya hukum yang harus ditaati. Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan akan mengambil sesuatu di alam, sehingga ada beberapa peraturan pemerintah yang dikeluarkan untuk melindungi alam. Proyek-proyek tersebut dilakukan supaya keuntungan perusahaan meningkat namun juga tetap menjaga kelestarian alam.

 

Cara Menghitung Capital Expenditure

Jika kamu memiliki akses untuk melihat laporan arus kas perusahaan maka untuk kamu tidak perlu menghitung dengan rumus capex, kamu cukup melihat jumlah capex pada bagian arus kas dari investasi. Capex dapat diketahui dari rasio capital investment.

Jika kamu tidak bisa melihat langsung dalam laporan arus kas perusahaan, maka kamu bisa menghitung dengan rumus capital expenditure. 

 

Rasio Capital Investment = Capital Expenditure anualTotal Aset Perusahaan (TA)

 

Keterangan:

Capital Expenditure annual : Net arus kas aktivitas investasi tiap periode

TA : Total aset perusahaan

 

Rasio capital investment dapat dicari dengan membagi capital expenditure annual dengan total aset perusahaan. Untuk melihat capital expenditure anual dan total aset perusahaan, kamu bisa memperolehnya di laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan setiap tahun. Jadi, pastikan laporan keuangan yang digunakan adalah laporan keuangan yang tepat dan akurat agar tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan.