emotional intelligence

Manfaat dan Cara Memelihara Emotional Intelligence di Kantor

Pernahkah Anda mengalami kesalahpahaman di tempat kerja dan bertanya-tanya apa masalah yang sebenarnya terjadi? Apakah Anda pernah kehilangan motivasi tiba-tiba? Ini adalah tanda jika Anda membutuhkan emotional intelligence.  Meningkatkan emotional intelligence atau kecerdasan emosional dapat meningkatkan kemudahan di tempat kerja. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan LinovHR di bawah ini! 

 

Apa itu Emotional Intelligence ?

Emotional intelligence adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi dengan kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial. Hal itu berguna untuk menghilangkan stres, berkomunikasi secara efektif, berempati dengan orang lain, mengatasi tantangan dan meredakan konflik. Emotional intelligence membantu seroeng karyawan utnuk membantun hubungan yang lebih kuat, serta mencapai karier idaman. Emotional intelligence umumnya ditentukan oleh empat atribut:

 

1. Manajemen diri 

Seorang individu harus dapat mengontrol perasaan dan perilaku, mengelola emosi dengan cara yang sehat, mengambil inisiatif, menindaklanjuti komitmen, serta beradaptasi dengan keadaan yang berubah.

 

2. Kesadaran diri 

Dengan mengenali emosi sendiri dan bagaimana emosi tersebut memengaruhi pikiran dan perilaku, individu akan mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada dalam dirinya. Sehingga saat bekerja, individu tersebut memiliki kepercayaan diri.

 

3. Kesadaran sosial

Karyawan yang dapat memahami emosi, kebutuhan, dan kekhawatiran orang lain, menangkap isyarat emosional, merasa nyaman secara sosial, dan mengenali dinamika kekuatan dalam suatu kelompok atau organisasi.

 

4. Manajemen hubungan

Seorang karyawan juga harus mengetahui bagaimana mengembangkan dan memelihara hubungan yang baik, berkomunikasi dengan jelas, mempengaruhi orang lain, bekerja dengan baik dalam tim, dan mengelola konflik.

 

Mengapa Emotional Intelligence begitu penting?

Mungkin banyak mengenal orang-orang yang brilian secara akademis. Mamun, orang cerdas secara akademis tersebut secara sosial tidak kompeten. Hal itu dikarenakan ketidakmampuan dalam mengelola kestabilan mental dan emotional intelligence. Karyawan dengan emotional intelligence tinggi lebih mampu bekerja dalam tim, menyesuaikan diri dengan perubahan, dan fleksibel. Tidak peduli berapa banyak gelar atau kualifikasi di atas kertas yang dimiliki seseorang, jika tidak memiliki kualitas emosional tertentu, maka dia akan merasa kesulitan untuk bekerja dengan orang lain. Itu sebabnya mengapa emotional intelligence penting bagi karyawan.  

 

Baca Juga: Pentingnya Employee Evaluation Online untuk Kinerja Karyawan

 

Apa Manfaat Emotional Intelligence di Kantor?

Emotional intelligence juga penting untuk manajemen konflik di tempat kerja. Manfaat Emotional Intelligence dalam situasi konflik adalah membangun jalan tengah dalam perselisihan yang pada akhirnya akan membantu pihak yang berselisih bersedia untuk berkompromi. Beberapa manfaat Emotional Intelligence di tempat kerja meliputi:

 

Tim Menjadi Kompak

Karyawan dengan emotional intelligence yang lebih tinggi secara alami bekerja lebih baik sebagai tim. Orang yang lebih cerdas secara emosional lebih baik dalam berkomunikasi daripada orang lain. Mereka terbuka untuk berbagi ide dan mendengarkan ide orang lain juga. Karyawan yang cerdas secara emosional menghargai masukan dan ide rekan kerjanya dan cenderung mempercayai mereka juga. Ketika mereka harus bekerja dalam tim, mereka perhatian, bijaksana, dan hormat, yang ideal untuk semua pemberi kerja. 

 

Lingkungan Kerja Harmonis

Karyawan yang cerdas secara emosional membantu meningkatkan semangat kerja di tempat kerja. Budaya perusahaan juga cenderung lebih kuat ketika kantor dipenuhi oleh staf yang saling menghormati dan rukun. Dengan begitu konflik dapat diminimalisir sekecil mungkin dan perusahaan akan lebih fokus untuk melaksanakan operasional. 

 

Mudah Menyesuaikan 

Perusahaan tidak boleh stagnan dan mungkin mengalami perubahan mengikuti perkembangan zaman. Namun, karyawan dengan emotional intelligence yang lebih tinggi merasa lebih mudah untuk menyesuaikan diri dan cenderung menerima perubahan agar  tumbuh bersama perusahaan. Sifat kepribadian ini juga mudah menular sehingga berdampak positif bagi karyawan lain.

 

Kesadaran Diri 

Orang yang cerdas secara emosional mengetahui kekuatan dan kelemahan mereka. Mereka dapat menerima feedback dan menggunakannya untuk tumbuh dan berkembang.  Orang dengan kestabilan mental yang tinggi sadar diri dan tahu apa yang mampu mereka capai dalam jangka waktu tertentu. 

 

Pengendalian Diri 

Orang yang cerdas secara emosional tahu bagaimana menangani situasi sulit, baik itu berurusan dengan atasan atau klien yang tidak puas. Pasti ada saja situasi di tempat kerja yang tidak mudah untuk dihadapi. Dalam situasi ini, penting untuk tetap tenang dan menghindari ledakan emosi. Kecerdasan emosional membuat karyawan mengetahui bahwa bertindak tidak rasional atau negatif hanya akan menyebabkan situasi semakin parah. Mereka dapat berlatih menahan diri dan menampilkan emosi mereka dengan cara yang terkendali hanya jika diperlukan.

 

Cara Memelihara Emotional Intelligence

Memelihara emotional intelligence harus dimulai dari diri sendiri. Kecerdasan emosional secara luas dikenal sebagai keterampilan berharga yang membantu meningkatkan komunikasi, manajemen, pemecahan masalah, dan hubungan di tempat kerja. Akan tetapi, keterampilan ini juga dapat ditingkatkan dengan pelatihan dan praktik. Di bawah ini adalah cara sederhana yang bisa dilakukan karyawan untuk memelihara emotional intelligence:

 

Kelola Emosi Negatif

Sering kali konflik yang ada dalam perusahaan membuat karyawan merasa jengkel. Belajarlah untuk mengelola marah dan emosi negatif dengan melihat hal-hal secara objektif agar tidak mudah marah. Jadi, fokus bisa dialihkan kepada penyelesaian masalah daripada mengeluarkan energi yang negatif. 

 

Baca Juga: Tips Manajemen Stress untuk Karyawan

 

Mendengarkan Secara Aktif

Berlatihlah mendengarkan dengan fokus saat berkomunikasi dengan karyawan lain. Alih-alih melatih respons saat orang lain berbicara, fokuskan pikiran dan perhatian pada saat mengajukan pertanyaan untuk mengklarifikasi dan memahami apa yang dikatakan orang tersebut. Jika diperlukan, catat dan berikan feedback tentang pernyataan karyawan tersebut. Jangan lupa coba tanyakan kembali apakah ringkasan catatan yang telah dibuat merupakan gambaran akurat atau tidak.

 

Peka Terhadap Gesture

Berlatihlah memperhatikan bahasa tubuh atau komunikasi nonverbal. Biasanya bahasa tubuh seseorang dapat mengartikan suatu hal. Bahasa tubuh sebagai sarana untuk memahami konteks saat berkomunikasi dengan seorang karyawan. Amati reaksi karyawan lain ketika diajak berkomunikasi. Apakah ia memandang mata atau mengalihkan pandangan? Lebih peka terhadap gesture karyawan lain akan memudahkan empati tumbuh dengan sendirinya. 

 

Pahami Emosi Diri Sendiri

Memahami diri sendiri perlu dilakukan sebelum memahami orang lain.  Analisis bagaimana diri sendiri merespons dalam situasi emosional. Mintalah feedback dari karyawan terpercaya seperti rekan satu tim. Karyawan yang lebih paham dirinya sendiri akan mudah untuk memperbaiki dirinya saat kekurangan mulai menyeruak. 

 

Bersosialisasi

Orang yang lebih sering bersosialisasi mampu mengenali emosi orang lain dan merespon situasi ini dengan tepat. Jelas bahwa karyawan dengan keterampilan sosial yang besar mampu membangun hubungan dengan rekan-rekan yang lain. Mereka mampu mengkomunikasikan ide dan inovasi secara efektif. Orang dengan keterampilan sosial yang baik tidak hanya hebat dalam berkomunikasi, tetapi juga mampu berperan sebagai pemimpin bila diperlukan.

 

Harap diingat bahwa emotional intelligence adalah proses belajar kontinu yang harus dilalui seorang karyawan sebagai manusia seumur hidupnya. Jadi, prosesnya pun tidak instan. Yuk, mulai dari sekarang kelola kecerdasan emosional lebih baik untuk menciptakan kantor yang nyaman dan menggapai karir gemilang!