9 Cara Mengendalikan Emosi Saat di Kantor

Emosi adalah sesuatu yang membuat kita menjadi manusia. Kita bisa merasakan senang, sedih, marah, kecewa, bahagia, dan lain sebagainya. Tanpa emosi maka kehidupan akan hampa. Namun ada kalanya emosi dapat merugikan Anda dan orang sekitar jika tidak mampu dikendalikan. Bagaimana cara mengendalikan emosi saat bekerja dan dalam kehidupan sehari-hari? 

 

Beberapa Cara Mengendalikan Emosi

Emosi terdiri dari emosi positif dan negatif. Dalam pembahasan kali ini yang ditekankan adalah emosi-emosi negatif seperti marah, frustasi, kecewa, cemas, benci dan sejenisnya. Berikut adalah beberapa cara mengendalikan emosi yang bisa Anda lakukan. Cara-cara ini bisa Anda lakukan baik di tempat kerja atau di situasi apapun dalam kehidupan sehari-hari. 

 

Melihat dari Dua Sisi

Seringkali konflik terjadi karena perbedaan pandangan antara Anda dengan orang lain. Bahkan untuk hal-hal sepele seperti harus membuat janji temu jam berapa, rute apa yang harus diambil dan lain-lain. Terlebih lagi jika situasi ini terjadi di lingkungan kerja. Cara mengendalikan emosi saat bekerja yang paling efektif adalah mencoba melihat dari perspektif berlawanan. Sebelum Anda marah atau mendebat pendapat orang lain cobalah lihat dari sudut pandang mereka. 

 

Ambil Nafas Panjang

Tubuh Anda memiliki cara yang unik untuk menghilangkan emosi negatif. Salah satu cara mengendalikan emosi yang paling efektif adalah dengan menarik nafas panjang. Dengan melakukan ini, Anda memberi tubuh Anda sebuah jeda. Tubuh juga akan mengirimkan sinyal ke otak yang mengatakan bahwa saat ini sedang rileks. Lakukanlah selama beberapa saat. Jeda waktu ini bisa Anda gunakan untuk mengobservasi lebih jernih mengenai konflik yang ada. 

 

Baca Juga: Tips Manajemen Stress untuk Karyawan

 

Silence is Gold

Diam bukan berarti kalah. Seorang penyanyi tidak akan memenangkan Indonesian Idol jika mereka terus menerus bernyanyi tanpa henti bukan? Ada saatnya mereka diam mendengarkan kritik dan saran dari juri. Begitu pula Anda. Di saat menghadapi konflik sebaiknya tidak terburu-buru berargumen. Cobalah untuk diam dan mendengar apa yang dikatakan orang lain. Jika Anda pikir mereka salah, tunggu waktu yang tepat untuk mengeluarkan opini Anda. 

 

Menghindari Pemicunya

Konflik bisa terjadi dimana saja. Bisa di lingkungan rumah sampai pekerjaan. Salah satu cara mengendalikan emosi adalah dengan memberi time out. Jika Anda selalu berkonflik dengan rekan kerja maka cobalah ambil cuti sejenak. Anda juga bisa mendiskusikan kepada atasan mengenai kemungkinan ditempatkan di ruang yang berbeda. Dengan menjauh dari sumber konflik Anda bisa mengobservasi lebih lanjut mengenai situasi yang ada. 

 

Ingat Tujuan Anda

Cara mengendalikan emosi berikutnya adalah cobalah Anda ingat kembali tujuan Anda. Setiap kali Anda ingin meluapkan emosi negatif di tempat kerja misalnya, ingatlah untuk siapa Anda bekerja. Untuk orang-orang tercinta? Untuk cita-cita dan impian Anda? Atau untuk yang lainnya. Pikirkanlah baik-baik apakah emosi yang ingin Anda keluarkan itu sepadan dengan tujuan Anda? 

 

Baca Juga: Tujuan dan Fungsi Performance Appraisal

 

Memberi Waktu Kepada Diri Sendiri

Suatu hari Anda sudah bekerja dengan baik namun atasan Anda selalu menganggap Anda salah. Ingin sekali rasanya Anda melawan atasan dan meluapkan semua emosi. Tetapi ketika Anda sadar hal itu hanya merugikan Anda, apa yang harus dilakukan?

Anda bisa berikan waktu pada diri sendiri. Jika tempat pekerjaan Anda memiliki ruang istirahat maka pergilah kesana. Tenangkan diri Anda dengan memesan minuman favorit Anda. Anda juga bisa keluar sejenak dari ruangan Anda dan mencari udara segar. 

 

Mengubah Emosi Negatif Menjadi Motivasi

Ketika angka penjualan Anda dikritik keras apa yang Anda lakukan? Saat pekerjaan Anda dianggap kurang baik apa yang Anda rasakan?  Jika Anda merasa kecewa atau marah, coba manfaatkan emosi negatif itu menjadi pemicu semangat Anda. Ini adalah cara mengendalikan emosi yang baik untuk kemajuan diri Anda. 

 

Menuangkannya Dalam Bentuk Tulisan

Tahukah Anda apa yang dilakukan Marcus Aurelius seorang kaisar Romawi setiap harinya? Ya, ia menulis semua hal yang dialami kemudian merenungkannya. Jika Anda anggap menulis diary itu kuno, sesungguhnya manfaatnya sangat baik. 

Menuliskan apa yang Anda rasakan adalah salah satu cara mengendalikan emosi yang paling sederhana namun efektif. Dengan membaca kembali tulisan Anda sendiri, Anda bisa melihat dari sudut pandang baru. Anda mungkin akan menemukan banyak hal yang terlewat selama ini. Kemudian dari tulisan yang sudah ada, Anda bisa mencari apa sebetulnya pemicu konflik dan emosi negatif Andai. 

 

Menyadari Bahwa Konflik Akan Selalu Ada

Dalam kehidupan ini tidak mungkin manusia hidup sendirian. Ketika terjadi interaksi antar manusia, kemungkinan konflik akan selalu ada. Tetapi kemungkinan untuk saling berkolaborasi pun akan selalu ada. Semakin cepat Anda menerima konflik sebagai bagian dari kehidupan, semakin cepat pula Anda beradaptasi. Sehingga setiap kali Anda menemui miskomunikasi dan konflik, Anda sudah mengetahui cara mengendalikan emosi apa yang paling tepat untuk Anda. 

 

Kehidupan manusia tidak luput dari emosi dan konflik. Ada banyak cara mengendalikan emosi yang bisa Anda pilih. Anda bisa tentukan mana yang paling cocok untuk Anda. Banyak manfaat yang bisa Anda peroleh jika Anda mampu mengendalikan emosi. Mulai dari membuat pikiran Anda menjadi tenang, menjaga hubungan baik dengan sesama rekan kerja atau teman, menjaga kesehatan, menghindari stres, dan yang terpenting adalah Anda mengurangi kemungkinan untuk menyakiti perasaan orang lain. 

Jika Anda terus menerus meluapkan emosi negatif akibat konflik tentu akan membuat suasana tidak nyaman, bukan? Emosi memang selalu ada namun bisa dikendalikan. Cara mengendalikan emosi manakah yang Anda pikir paling cocok untuk Anda?