etos kerja

7 Cara Meningkatkan Etos Kerja Secara Mandiri

Etos kerja adalah suatu sikap dan kemampuan individu dalam melakukan tugas di tempat kerja sesuai dengan nilai-nilai yang positif. Ini juga menjadi sebuah indikator bagi karyawan yang ingin mengembangkan karir mereka ke jenjang yang lebih tinggi. Jadi, baik perusahaan maupun karyawan perlu memilikinya dan terus mencari cara untuk meningkatkan etos kerja. 

 

Mengapa Perlu Mengembangkan Etos Kerja?

Berbagai dinamika dalam kehidupan sedikit banyak akan berpengaruh kepada karyawan. Jika seorang karyawan mengalami peristiwa tak mengenakan dalam kehidupan, maka kinerja dan produktivitasnya cenderung menurun dan bila dibiarkan akan menghasilkan etos kerja yang buruk.

Mengalami penurunan kinerja bukan berarti karyawan tersebut adalah karyawan yang buruk. Sebagai seorang manusia, karyawan memiliki kontrol atau kendali atas reaksi dan antisipasi terhadap hal eksternal di luar dirinya. Untungnya, ada beberapa metode yang dapat diterapkan untuk meningkatkan etos kerja. 

 

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Etos Kerja Karyawan

Ada beberapa hal yang bisa memengaruhi etos kerja karyawan, baik itu meningkatkan atau menurunkannya. Berikut ini lengkapnya:

 

Adanya target pekerjaan yang harus dicapai

Salah satu faktor yang bisa meningkatkan etos kerja adalah dengan memberikan target pada setiap karyawan. Ada yang menyebut target ini sebagai KPI atau Key Performance Indicators. Dengan adanya target, karyawan bisa lebih bersemangat dalam menyelesaikan pekerjaannya, karena ia tahu apa yang harus dicapainya dalam waktu tertentu.

Namun pastikan target atau KPI yang diberikan pada setiap karyawan itu bisa diukur dan tepat sasaran. Karena jika tidak, bukan mustahil sang karyawan justru stress dan tak bisa menunjukkan performa terbaiknya.

 

Pengaruh dari lingkungan sekitar

Lingkungan kerja yang baik, rekan kerja yang supportif, dan atasan yang memberikan contoh dan bimbingan pada bawahan pastinya memberikan dampak yang positif pada karyawan. Etos kerja masing-masing karyawan pun akan meningkat dan karyawan menjadi lebih bersemangat.

Namun sebaliknya, lingkungan yang toxic, atasan yang tidak mampu memberikan arahan yang baik pada karyawan sangat berpotensi menurunkan etos kerja karyawan. Sebagai akibatnya, loyalitas karyawan terhadap perusahaan pun menurun dan retensi karyawan pun akan ikut terpengaruh.

 

Kemauan dari masing-masing karyawan untuk berkembang

Faktor terakhir yang punya dampak paling besar untuk meningkatkan etos kerja adalah kemauan dari karyawan itu sendiri untuk berkembang. Jika pada dasarnya sang karyawan memang tak memiliki semangat untuk berkembang lebih jauh, maka cara meningkatkan etos kerja seperti apapun tak berguna untuknya.

 

Cara Meningkatkan Etos Kerja

Untuk membantu mengembalikan dan meningkatkan etos kerja, berikut daftar cara meningkatkannya yang akan membuat kinerja Anda menjadi produktif dan lebih fantastis! 

 

1. Tepat waktu

Anda harus tepat waktu untuk semua janji Anda. Jika Anda diharuskan berada di kantor pada waktu tertentu, datanglah di sana lebih awal dari waktu yang ditentukan. Datang lebih awal memberi Anda kesempatan untuk meninjau pekerjaan hari itu. Tepat waktu juga merefleksikan motivasi kerja dan keinginan untuk maju yang lebih tinggi.

 

2. Menjadi profesional

Istilah profesional sering diidentikkan dengan cara berpakaian yang rapi dan formal. Hal tersebut tidak salah.  Namun, istilah profesional jauh melampaui penampilan luar. Sikap dan nilai yang Anda cerminkan atas masalah maupun pekerjaan tiap harinya menunjukkan profesionalisme. Dengan mempertahankan kualitas profesional di tempat kerja, Anda turut membawa energi positif bagi diri sendiri dan orang lain.

 

3. Disiplin

Untuk mencapai sesuatu yang bernilai, Anda perlu disiplin. Tetap fokus pada tujuan jangka panjang maupun jangka pendek. Selesaikan setiap tugas dengan baik sesuai tenggat waktu yang ditetapkan. Jangan lupa, cobalah yang terbaik untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal yang Anda lakukan.

 

Baca Juga: Bagaimana Seorang HR Profesional membangun Personal Branding?

 

4. Investasi Waktu

Seorang tokoh penting asal Amerika, Benjamin Franklin, pernah berkata bahwa Anda tidak boleh menunda sesuatu ke hari esok jika Anda dapat melakukannya hari ini. Nasihat ini sudah berusia berabad-abad tetapi masih relevan dalam mengembangkan etika yang menguntungkan di pekerjaan Anda.

Pastikan Anda menyelesaikan proyek dan tugas tepat waktu. Anda pun memiliki lebih banyak waktu luang dalam jangka panjang dan bebas stress akibat tekanan deadline. 

 

5. Pertahankan Gaya Hidup Seimbang

Giat bekerja memang bagus. Namun, jangan sampai menjadi workaholic dan melupakan kesehatan pribadi. Gaya hidup yang seimbang akan berpengaruh kepada kinerja. Makanlah makanan bergizi, olahraga, dan cukup tidur. Luangkan waktu untuk bersantai dan fokus dalam kehidupan pribadi. Jaga prioritas dengan benar dan lakukan evaluasi apakah Anda telah memiliki gaya hidup yang seimbang atau tidak.

 

6. Jangan Biarkan Kesalahan Masa Lalu Mengganggu

Manusia memang tidak ada yang sempurna, tetapi itulah yang membuat manusia selalu belajar sepanjang hayatnya. Semua orang melakukan kesalahan. Namun, semangat yang tinggi mampu mengangkat diri sendiri setelah kesalahan dengan belajar dan melanjutkan pekerjaan.

Jika Anda merusak motivasi kerja dengan memenuhi setiap pikiran dengan kesalahan masa lalu, keinginan Anda untuk menyelesaikan pekerjaan akan cepat menguap. Hal ini justru membuat Anda tidak produktif dan mudah sekali cemas akan melakukan kesalahan lain. 

 

7. Mempertahankan Tanggung Jawab

Anda tidak punya pilihan selain menangani pekerjaan sendiri. Maka, bertanggung jawablah atas semua yang Anda kerjakan. Jika memang membutuhkan bantuan, segera minta bantuan kepada rekan maupun atasan dan diskusikan hal tersebut dengan baik.  Identifikasi apa yang perlu Anda ubah dalam hidup untuk mengembangkan tanggung jawab lebih baik dari sebelumnya.

 

Baca Juga: 6 Cara HRD dalam Membangun Disiplin Kerja Karyawan

 

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan karyawan untuk meningkatkan etos kerja secara mandiri dalam pekerjaan sehari-hari. Karyawan yang selalu berusaha mengembangkan kinerja umumnya akan selalu maju dengan membuka diri terhadap kritik dan saran.

Semua hal termasuk kemampuan dalam bekerja bisa ditingkatkan secara bertahap. Bila berhasil menunjukkan etos kerja yang tinggi, maka bukan tidak mungkin Anda akan mendapat promosi kerja atau tingkatan karir lainnya.