Competency Gap

Competency Gap Analysis: Cara Mengatasinya di Perusahaan

 

Apa itu competency gap? Secara sederhana, competency gap adalah kesenjangan antara keterampilan, pengetahuan, atau kualifikasi yang dimiliki oleh karyawan dengan tuntutan pekerjaan yang harus dijalankan.

Ketika karyawan tidak memiliki keterampilan atau pengetahuan yang dibutuhkan untuk pekerjaannya, hal ini akan memengaruhi produktivitas dan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui cara mengatasi competency gap di perusahaan Anda. LinovHR sudah siapkan di bawah ini!

 

Pengertian Competency Gap Analysis

Competency gap analysis adalah proses untuk mengevaluasi perbedaan antara kemampuan yang dimiliki oleh karyawan saat ini dengan kemampuan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu.

Dalam analisis ini, Anda mengidentifikasi keterampilan yang dibutuhkan, menilai keterampilan yang dimiliki saat ini, dan mencari perbedaannya.

Dengan melakukan analisis kesenjangan kompetensi, organisasi dapat mengetahui area di mana kelemahan keterampilan dan pengetahuan dari karyawan.

Dengan demikian, perusahaan dapat merencanakan pelatihan dan pengembangan yang sesuai untuk mengisi kesenjangan tersebut.

 

Cara Melakukan Competency Gap Analysis

Melakukan competency gap analysis secara teratur akan mencegah kekurangan dan mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk menghadapi perubahan yang terjadi.

Untuk menganalisis kesenjangan kompetensi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil:

 

1. Tentukan Tujuan Masa Depan Organisasi

Membuat metode SMART (specific, measurable, achievable, realistic, and timely). Identifikasi kesenjangan pasar dan analisis persaingan. Cari tahu di mana area yang kekurangan keterampilan dan pengetahuan yang relevan. 

Bisakah melakukan perbaikan proses? Bisakah menambah nilai pada keadaan saat ini dengan mengembangkan produk atau layanan baru?

 

2. Analisis Pekerjaan di Masa Depan

Periksa tren pasar tenaga kerja, periksa tren industri dan sumber inovasi. Cari tahu ke mana arah tujuan Anda, dan bagaimana menggunakan kompetensi yang Anda miliki di masa depan yang segera datang.

 

3. Tentukan Kompetensi yang Dibutuhkan untuk Mencapai Tujuan Masa Depan

Lakukan penyesuaian pada beberapa kompetensi yang perlu disesuaikan ulang. Apakah ada kompetensi yang sudah usang dan perlu diganti? Bisakah kompetensi diubah dengan mengotomatisasi beberapa keterampilan?

 

4. Evaluasi Kompetensi yang Dimiliki Saat Ini

Untuk melakukan competency gap analysis, coba lakukan evaluasi pada kompetensi yang ada saat ini.

Apakah bisa menambah nilai pada keadaan saat ini dengan mengembangkan kompetensi baru? Apakah perlu melatih karyawan, atau melakukan perekrutan baru?

 

5. Temukan Kesenjangan dalam Kompetensi

Kompetensi cenderung berkembang. Oleh karena itu, tinjau nilai kompetensi yang dimiliki dengan menetapkan standar atau metrik. 

Anda dapat menghubungkan kompetensi dengan OKR dan KPI serta menyesuaikan tujuan bisnis individu dan strategis dengan menulis laporan competency gap analysis.

 

Cara Mengatasi Competency Gap

Untuk mengatasi competency gap, langkah pertama adalah melakukan penilaian atau assessment terhadap karyawan untuk mengidentifikasi kekurangan kompetensi dalam area tertentu. 

Setelah itu, karyawan dapat dilibatkan dalam proses mengatasi kekurangan tersebut dengan mengambil bagian dalam menentukan dan mengelola proses tersebut.

Salah satu langkah yang dapat diambil adalah dengan mendorong karyawan untuk menetapkan tujuan mereka sendiri dan merumuskan rencana pengembangan pribadi yang mereka ingin ikuti. 

Rencana ini bisa melibatkan partisipasi dalam kursus pelatihan formal atau mentoring di dalam perusahaan oleh karyawan yang sudah kompeten dalam bidang yang sama.

Selain itu, Anda juga dapat mempertimbangkan memberikan insentif, pengakuan, atau kompensasi tambahan sebagai penghargaan atas pencapaian tujuan tersebut. Pertimbangkanlah apa yang akan memotivasi individu tersebut dan gunakanlah sebagai insentif.

Dengan melibatkan karyawan dalam mengatasi competency gap dan memberikan dukungan serta insentif yang tepat, Anda dapat membantu mereka mengembangkan kompetensi yang diperlukan untuk mengisi celah tersebut. Hal ini akan meningkatkan kinerja karyawan dan keseluruhan produktivitas tim atau organisasi.

 

Ketahui Competency Gap di Perusahaan dengan Competency Management Tools LinovHR 

Competency gap adalah kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki oleh karyawan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuan bisnis perusahaan. Jika tidak segera diatasi, kesenjangan ini bisa menjadi mimpi buruk perusahaan.

Target akan sulit tercapai, cost perusahaan akan membengkak, sampai merosotnya kinerja.

Untuk menemukan competency gap di perusahaan, Anda dapat menggunakan Competency Management LinovHR.

Competency Management LinovHR menyediakan fitur khusus yang dapat membantu Anda untuk melakukan analisis secara keseluruh terhadap kesenjangan kompetensi yang ada pada tiap unit kerja yang ada di perusahaan.

 

Software HRIS
Software HRIS

 

Selain itu, Competency Management LinovHR juga dapat membantu Anda dalam mengelola kompetensi setiap unit kerja, dari kompetensi inti sampai kompetensi penunjang.

Dengan sistem yang terintegrasi, Anda bisa melakukan pelatihan untuk karyawan yang ternyata kompetensinya belum memenuhi standar. Pelatihan tersebut bisa dilakukan dengan LMS LinovHR.

Competency Management Tools LinovHR, Anda dapat secara efektif mengelola competency gap di perusahaan Anda dan mengambil tindakan yang tepat untuk mengembangkan karyawan atau mengisi kekosongan kompetensi dengan rekrutmen yang sesuai.

Jangan lewatkan kesempatan untuk mendaftar demo LinovHR secara gratis dan rasakan manfaatnya sekarang juga!