culture shock

Jangan Takut Pindah Kerja! Ikuti Cara Ini Supaya Tidak Mengalami Culture Shock di Perusahaan Baru!

Pindah kerja merupakan pilihan yang banyak diambil oleh karyawan masa kini dengan berbagai alasan seperti ingin upgrade karir, bosan dengan rutinitas, hingga mencari kesempatan dan tantangan yang lebih. Namun yang tanpa disadari, terkadang karyawan mengalami culture shock saat  pindah kerja.

Apakah culture shock separah itu? Mari kita kulik bersama!

 

Apa Itu Culture Shock?

Pengertian culture shock adalah perasaan disorientasi yang dialami seseorang ketika tiba-tiba dihadapkan pada budaya dan cara hidup yang asing. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, baik besar maupun kecil, seperti grogi. Hal grogi ini dapat menyebabkan gejala seperti kebingungan, cemas berlebih, hingga frustasi.

Dalam menghadapi culture shock sendiri, terdiri beberapa tahapan culture shock, mulai dari : 

 

  1. Initial Euphoria: Semua orang datang dengan antusias tentang hal baru. Periode ini dapat berlangsung dari satu minggu hingga beberapa bulan.
  2. Irritability and Hostility: Setelah Anda berada di suatu kondisi baru selama beberapa waktu, Anda akan mengambil peran yang lebih aktif dalam perusahaan Anda. Perbedaan kecil dan masalah akan tampak seperti bencana besar. Ini adalah bagian tersulit dari berada di suasana baru.
  3. Gradual Adjustment: Masa krisis pada akhirnya akan memudar juga. Anda akan merasa lebih betah di lingkungan sekitar Anda. Anda akan mulai menafsirkan beberapa isyarat budaya yang tidak Anda perhatikan sebelumnya. Dengan rasa keakraban ini, Anda akan lebih nyaman.
  4. Adaptation: Anda sekarang merasa betah di perusahaan baru serta Anda telah mempelajari perilaku dan tata krama baru.

 

Penyebab Umum Culture Shock

Seseorang mengalami culture shock juga pastinya karena mengalami beberapa hal yang membuat jadi seakan kurang nyaman. Terdapat beberapa penyebab umum yang dirasakan jika terkena culture shock.

 

Takut Diterima dalam Lingkungan Baru

Biasanya ketakutan selalu menghampiri rasa panik pertama kali. Biasanya overthinking karena takut diterima dalam lingkungan baru atau panik dengan orang-orang yang akan ditemuinya. Hal ini menjadi penyebab umum mengapa orang mengalami culture shock.

 

Penampilan Kurang Sesuai

Selain itu, banyak orang yang masih suka membandingkan penampilan fisik antara satu sama lain. Mungkin karena selera pakaian atau riasan yang berbeda hingga penampilan badan yang berbeda. Patut diingat bahwa Anda tidak harus sesuai dengan kriteria masyarakat. Cukup pede dengan diri Anda!

 

Memiliki Sifat Menutup Diri

Hal ini juga menjadi sebuah kesulitan bagi seseorang yang memiliki sifat lebih introvert. Biasanya culture shock akan lebih mudah menyerangnya daripada kaum extrovert.

Orang yang memiliki sifat introvert cenderung lebih kagok jika dihadapkan dengan orang lain. Oleh karena itu lebih terlihat menutup diri.

 

Perbedaan Budaya

Yang terakhir namun juga banyak sekali yang merasakan yaitu dihadapkan dengan budaya yang berbeda. Perbedaan budaya menjadi penyebab umum bagi seseorang karena susahnya beradaptasi dengan hal baru.

 

Baca Juga: Pentingnya Budaya Perusahaan Inklusif Bagi Perkembangan Organisasi

 

Ciri-ciri Mengalami Culture Shock

Culture Shock
Culture Shock

Contoh culture shock di lingkungan kerja cukup beragam, misalkan Anda sebagai karyawan baru tiba-tiba jadi sulit berbaur dengan karyawan lain.

Padahal di tempat kerja sebelumnya Anda mudah saja bergaul atau berbaur. Hubungan antara culture shock dan apa yang Anda rasakan pada saat tertentu mungkin sulit untuk dilihat.

 

Ciri-ciri seseorang untuk mengalami culture shock yaitu :

 

  1. Kerinduan yang ekstrim
  2. Perasaan tidak berdaya/ketergantungan
  3. Disorientasi dan isolasi
  4. Depresi dan kesedihan
  5. Sangat mudah tersinggung
  6. Gangguan tidur dan makan
  7. Reaksi kritis yang berlebihan terhadap budaya host/stereotyping
  8. Kehilangan fokus dan kemampuan untuk menyelesaikan tugas

 

Baca Juga: Cara Menghargai Keragaman Budaya di Lingkungan Kerja

 

Cara Melalui Culture Shock

Bagi Anda yang mengalami masa culture shock ataupun sekedar ingin mempersiapkan diri terutama bagi Anda yang ingin pindah kantor. Ini dia beberapa tips cara melalui culture shock di perusahaan baru!

 

Berbaur dengan Teman Satu Divisi

Hal pertama yang dapat Anda lakukan yaitu mencoba berbaur dengan teman satu divisi atau departemen. Untuk menciptakan kenyamanan dalam bekerja, rekan kerja yang baik dan seirama merupakan salh satu faktornya, Oleh karena itu, mulai untuk dekat dengan rekan satu divisi.

Misalnya, Anda dapat mengajak kenalan terlebih dahulu, coba cari topik yang sekiranya menarik dan tidak terlalu berat. Lalu Anda dapat juga mengajak makan siang. Mulai dari hal kecil ini yang membuat Anda akan lupa di fase culture shock.

 

Mempelajari Budaya Kantor

Mempelajari budaya kantor juga penting. Tiap perusahaan memiliki budayanya masing-masing yang diterapkan sesuai dengan core dan value perusahaan.

Coba Anda mempelajari culture perusahaan tersebut dengan melihat karyawan lainnya bertindak seperti apa. 

 

Memperluas Relasi dengan Divisi Lain

Setelah Anda sudah mulai akrab dengan divisi lain, Anda dapat mengepakkan sayap dengan berkenalan dengan divisi lain. Selama Anda bekerja, pasti Anda juga akan kerjasama dengan tim lainnya. Jadi tidak ada salahnya untuk berkenalan dengan divisi lain.

 

Lebih Terbuka

Selama masih masa transisi ke kantor baru, sebaiknya Anda tidak mudah sensitif dan lebih terbuka. Pastikan diri Anda memiliki sifat yang menyenangkan dan terbuka untuk menerima kritikan. Hal ini dapat membantu Anda lebih mengenal satu sama lain serta keseluruhan perusahaan.

 

Culture shock memang hal wajar yang dapat dirasakan oleh siapapun dalam kondisi dan situasi apapun. Oleh karena itu, Anda jangan denial akan perasaan ini dan harus siap menghadapinya.

Karena langkah awal Anda merupakan pintu awal untuk membentuk impression yang baik. Jangan takut dan selamat mencoba!