sindrom fomo

Hati-Hati! Kenali Sindrom FoMO yang Dapat Ganggu Kinerja

Sosial media merupakan tempat bagi seseorang untuk berbagi cerita, aktivitas, serta pencapaian yang telah dilakukan. Kemajuan teknologi informasi membuat sosial media selalu meluncurkan inovasi-inovasi baru dan memiliki jutaan pengguna aktif.  Tentu saja, hal ini akan memunculkan dampak positif dan juga negatif. Salah satu dampak negatif dari penggunaan sosial media adalah sindrom FoMO.

 

Apa itu FoMO?

FoMO merupakan singkatan dari Fear Of Missing Out atau jika kita terjemahkan, fomo adalah sebuah kecemasan yang umum dirasakan oleh seseorang khususnya generasi millenial. FoMO bisa dikatakan sebagai gangguan kesehatan mental yang menyebabkan seseorang terus merasa tertinggal dari orang lain atau informasi/tren yang sedang berkembang saat ini.

Gejala FoMO ini ditimbulkan saat seseorang menggunakan sosial media secara berlebih dan tidak terkontrol. Hal ini karena media sosial akan selalu menampilkan setiap kegiatan dan juga pencapaian setiap penggunanya. Maka dari itu, hal tersebut bisa membuat seseorang melakukan perbandingan dengan orang lain.

Dilansir dari hellosehat.com, Department of Psychology, School of Sciences, Nottingham Trent University di Inggris, mereka menjelaskan bahwa arti FoMO sendiri adalah sebuah kondisi yang dapat menyebabkan seseorang berlaku di luar batas wajar akibat penggunaan sosial media.

 

Ciri-Ciri FoMO

Terdapat beberapa ciri-ciri seseorang sedang terkena gangguan FoMO, diantaranya adalah:

 

Selalu Memegang Ponsel Setiap Saat

Ciri-ciri awal seseorang mengalami FoMO adalah tidak bisa melepas pandangannya ke layar ponsel untuk melihat sosial media.

Sosial media menjadi media yang saat ini digunakan untuk berbagai keperluan seperti bekerja, mencari informasi, atau sekedar mencari hiburan. Namun bagi orang yang mengidap FoMO, mereka akan selalu bermain media sosial setiap saat untuk melihat kehidupan orang-orang.

Karena jika sebentar saja mereka menaruh ponselnya, akan menyebabkan kekhawatiran yang sangat berlebih.

 

Sering Menunda Pekerjaan

Seorang pengidap sindrom FoMO lebih mementingkan kehidupan sosial media dari pada melakukan kewajiban yang harus dilakukan. Mereka akan terus memantau kegiatan setiap orang dan juga mengupdate informasi apa yang sedang terjadi.

Mereka rela untuk menghabiskan waktunya dan menunda pekerjaanya untuk berselancar di dunia maya.

 

Boros

Sindrom FoMO akan membuat seseorang memiliki standar hidup dengan apa yang mereka lihat di sosial media. Jadi, mereka akan mengeluarkan berapapun jumlahnya untuk mendapatkan segala sesuatu yang sedang tren di sosial media.

Lebih parahnya lagi, pengidap FoMO akan melakukan segala hal untuk membeli sebuah barang walau tidak memiliki cukup uang.

 

Stress Saat Melihat Kehidupan Orang lain

Setiap melihat unggahan dari seorang teman ataupun orang lain di media sosial akan membuat Anda menjadi stress. Hal ini disebabkan karena FoMO akan membuat seseorang menaruh perhatian lebih terhadap orang lain.

Anda akan merasa seseorang memiliki kehidupannya yang asik dan menyenangkan. Jadi, keadaan ini membuat Anda menjadi melakukan perbandingan dengan diri sendiri hingga mengakibatkan stress.

 

Merasa Dilupakan Oleh Rekan Kerja

Di dalam dunia kerja, pastinya Anda tidak akan sendiri dan akan terus berinteraksi dengan rekan kerja. Namun terkadang, Anda merasa selalu dilupakan oleh orang-orang sekitar.

Misalnya, Anda tidak diikutsertakan untuk meeting, mengerjakan proyek tertentu ataupun tidak diundang ke dalam sebuah pesta. Padahal memang terdapat beberapa kondisi yang tidak membutuhkan partisipasi Anda. Atau disaat sedang melakukan presentasi dan semua orang tidak mendengarkan Anda.

Jika pernah merasakan hal ini, bisa jadi Anda sedang terkena FoMO

 

Baca Juga : Kerjaan Padat? Ikuti Cara Tingkatkan Produktivitas Berikut Ini!

 

Pengaruh FoMO Terhadap Pekerjaan

Sebagai seorang karyawan, tentu saja Fomo akan berdampak buruk terhadap kinerja seseorang. Apa saja pengaruhnya?

 

Merusak Hubungan Baik dengan Rekan Kerja

Pengaruh dari sindrom ini adalah dapat merusak hubungan baik dengan sesama rekan kerja. Dalam lingkungan kantor, Anda akan merasa iri terhadap pencapaian yang telah dilakukan oleh rekan kerja. Lalu, hal ini akan membuat Anda menjadi menghalalkan segala cara agar semua orang menjadi terkalahkan.

Keadaan ini tentu saja akan membuat semua rekan kantor merasa tidak nyaman dengan sikap Anda yang menggebu-gebu. Maka dari itu, FoMO bisa merusak hubungan baik dengan orang lain.

 

Gangguan Kesehatan Psikologis dan Fisik

Selain merusak hubungan dengan orang lain, FoMO akan mengganggu kesehatan diri baik secara psikologi maupun fisik. Karena gangguan ini akan membuat penderitanya menjadi sangat depresi dan mengalami insomnia atau kesulitan untuk tidur.

Kurangnya waktu tidur akibat terlalu memikirkan banyak hal tentunya akan membuat kesehatan diri Anda menjadi menurun dan memunculkan berbagai macam penyakit. Kondisi seperti ini bisa membuat kinerja Anda di kantor menjadi menurun akibat tidak bisa memfokuskan pikiran dengan tugas dan tanggung jawab.

 

Memperlambat Pencapaian Target Kerja

Akibat terlalu sering memperhatikan sosial media dan tidak ingin ketinggalan sedikit informasi sekalipun, Anda akan mengesampingkan banyak hal termasuk tugas kantor. Hal ini akan membuat produktivitas kerja menjadi menurun dan menghambat target-target yang telah ditentukan.

 

Baca Juga: Cara Mengatasi FOMO untuk Kerja yang Fokus

 

Penurunan Kepercayaan Diri

Melihat kehidupan dan pencapaian yang dilakukan oleh rekan kerja membuat Anda tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri. FoMO akan membuat Anda menyalahkan diri sendiri dan selalu merasa tertinggal dari yang lain.

Penurunan kepercayaan diri ini membuat Anda tidak memiliki semangat untuk bekerja dan menjalani hari.

Setelah membaca penjelasan dari artikel di atas, dapat kita simpulkan bahwa sindrom FoMO adalah sebuah kondisi dimana seseorang akan selalu merasa tertinggal dengan informasi atau orang lain. Seorang pekerja yang terkena sindrom tersebut akan mengurangi keefektifan dalam bekerja.

Apakah Anda mengalami salah satu ciri-ciri di atas?