hijack karyawan

Bolehkah Melakukan Hijack Karyawan dari Perusahaan Lain?

Saat ini perusahaan saling bersaing untuk mendapatkan karyawan terbaik. Jika perusahaan merekrut karyawan yang berkinerja baik, maka perusahaan pun akan semakin berkembang dan mencapai kemajuan. Salah satu bentuk persaingan tersebut adalah hijack karyawan.

Hijack karyawan adalah penawaran kerja dari suatu perusahaan terhadap kandidat yang sedang bekerja di perusahaan lain. Dengan kata lain, perusahaan melakukan pembajakan karyawan.

Lantas, apakah pembajakan karyawan ini diperbolehkan? Anda bisa mengetahui jawabannya di artikel LinovHR ini!

 

Apa Itu Hijack Karyawan

Hijack karyawan adalah pembajakan karyawan dari perusahaan lain untuk bekerja di perusahaan sendiri. Di lingkup perkantoran, istilah hijack karyawan juga sering disebut dengan poaching.

Pembajakan karyawan dilakukan dengan menawarkan posisi yang kosong untuk karyawan yang sedang bekerja di perusahaan lain. Biasanya, pembajakan karyawan dilakukan untuk mendapatkan karyawan terbaik yang sudah memahami industri dan job desc-nya serta bisa langsung bekerja.

Namun, ada pula perusahaan yang membajak karyawan untuk mendapat ide dari karyawan yang bekerja di perusahaan lain.

 

Bolehkah Membajak Karyawan?

Sebenarnya masih ada perdebatan terkait boleh atau tidaknya membajak karyawan. Bagi perusahaan yang kontra, melakukan hijack karyawan dianggap tidak etis. Pembajakan dianggap tidak menghargai karyawan yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk bekerja di perusahaan lain.

Namun, perusahaan yang pro menganggap hal ini boleh dilakukan karena membawa banyak manfaat bagi perusahaan. Salah satunya adalah mendapat karyawan profesional yang siap kerja, mengerti industri, dan bisa memberikan insight baru untuk perusahaan.

Selain itu, perusahaan yang pro terhadap pembajakan karyawan juga berpendapat bahwa karyawan memiliki hak bebas untuk menentukan tempat kerja dan kapan waktu berpindah kerja.

Hal ini karena setiap karyawan memiliki aspirasi kariernya tersendiri dan tidak ingin melewatkan kesempatan yang bagus. Apalagi jika di perusahaan karyawan saat ini tidak ada jenjang karier yang baik.

 

Baca Juga: Apakah Baik Rehire Karyawan yang Sudah Resign?

 

Bagaimana Cara Perusahaan Hijack Karyawan?

Sebelum melakukan hijack karyawan, perusahaan perlu mengetahui cara melakukannya terlebih dahulu.

Berikut ini adalah cara-caranya:

 

1. Membangun Branding Perusahaan

Supaya karyawan di perusahaan lain menerima tawaran dari perusahaan Anda, cobalah ciptakan branding perusahaan yang tepat. Buatlah perusahaan Anda menjadi perusahaan yang menjadi tempat kerja yang diinginkan banyak orang.

Untuk mencapai branding tersebut, Anda bisa menjelaskan nilai-nilai perusahaan dan alasan harus bekerja di perusahaan tersebut. Selain itu, Anda juga bisa mengunggah budaya perusahaan yang bisa menarik kandidat.

 

2. Mencari Kandidat

Anda bisa menggunakan LinkedIn untuk menemukan kandidat terbaik yang cocok dengan kebutuhan perusahaan. Perhatikan juga latar belakang mereka. Lalu untuk memudahkan proses pembajakan karyawan, Anda bisa mendata kandidat-kandidat tersebut.

 

3. Menawarkan Benefit yang Lebih Baik

Pada umumnya kandidat akan tertarik untuk bekerja di tempat yang menawarkan benefit lebih baik. Misalnya gaji dan tunjangan yang lebih besar, fasilitas yang lebih lengkap, serta benefit lainnya seperti fleksibilitas kerja atau pelatihan kerja gratis.

 

4. Menawarkan Nilai-nilai Perusahaan

Ada kalanya kandidat tidak tertarik dengan benefit berupa uang. Namun, kandidat bisa saja tertarik untuk bekerja di perusahaan Anda apabila perusahaan menawarkan nilai-nilai yang sejalan dengan kandidat.

Misalnya, Anda bisa menjelaskan bagaimana kandidat bisa memberi makna dan membantu orang lain dengan bekerja di perusahaan. Anda juga bisa menjelaskan betapa kemampuan kandidat akan sangat dihargai di perusahaan yang baru.

 

5. Bertindak Cepat

Perusahaan yang melakukan hijack karyawan bukan hanya perusahaan Anda. Secara bersamaan, perusahaan kompetitor pun sedang melakukan hal yang sama. Oleh karena itu, bisa dibilang Anda sedang bersaing dengan perusahaan lain untuk mendapatkan karyawan terbaik.

Ketika mendapatkan kandidat yang tepat dan kandidat tersebut telah menyetujui tawaran kerja, Anda tidak perlu menunggu lama untuk merekrutnya. Jangan sampai perusahaan lain mendahului Anda dalam merekrut kandidat.

 

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membajak Karyawan

Ketika membajak karyawan, perusahaan harus berhati-hati. Ini karena karyawan dari perusahaan lain yang menjadi kandidat pembajakan banyak yang terikat peraturan perusahaannya. Contohnya, karyawan di bagian produk tidak boleh bekerja di perusahaan kompetitor dan membocorkan inovasi produk kepada perusahaan lain.

Anda perlu merekrut kandidat yang memahami kontraknya. Jangan sampai Anda merekrut kandidat yang terikat dengan kontrak dan peraturan perusahaan. Sebab jika hal tersebut sampai terjadi, Anda dan karyawan mungkin akan mengalami masalah serius.

Ada kemungkinan Anda akan mendapatkan gugatan dari perusahaan lama karyawan. Oleh karena itu, konsultasilah dengan legal officer di perusahaan Anda sebelum melakukan hal ini.

Selain itu, Anda juga tidak boleh memaksa kandidat untuk pindah kerja di perusahaan Anda. Apabila kandidat sudah nyaman dengan posisinya saat ini dan menolak tawaran kerja di perusahaan Anda, tidak ada hal lain yang bisa Anda lakukan selain memahaminya.

Hal tersebut sangat penting sebab jika Anda memaksa karyawan di perusahaan lain untuk bergabung, perusahaan Anda akan mendapatkan citra yang negatif. Masyarakat akan menilai perusahaan Anda sebagai perusahaan yang memaksakan kehendak dalam melakukan pembajakan karyawan.

 

Kelola Data Kandidat Lewat Modul Recruitment LinovHR

 

software hris

 

Hijack karyawan menjadi salah satu cara pintas perusahaan untuk mendapatkan karyawan terbaik yang sudah jelas kapasitas dan skillnya.

Tapi tentu untuk melakukannya perlulah dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Serta data-data yang valid.

Supaya Anda lebih mudah dalam melakukan pembajakan karyawan, Anda bisa melakukan pendataan pada kandidat-kandidat yang akan direkrut. Agar data ini tersimpan dengan rapi dan dapat diakses dengan mudah, Anda membutuhkan modul Recruitment pada Software HRIS Indonesia LinovHR.

Data-data kandidat calon hijack karyawan tersebut bisa Anda masukkan di menu Candidate. Pada menu tersebut, Anda bisa memasukkan data kandidat secara manual. 

Tak hanya bermanfaat untuk menyimpan data kandidat, Anda juga bisa mengelola proses pembajakan karyawan melalui fitur Stage. Berkat fitur tersebut, Anda bisa mengelola kandidat hijack yang bisa mengikuti wawancara lanjutan.

Jika Anda tertarik menerapkan hijack karyawan, segera gunakan modul Recruitment LinovHR!

Hubungi kami di sini sekarang juga!