human capital

Human Capital: Pengertian, Jenis, Tugas dan Contohnya

Tahukah Anda bahwa karyawan merupakan sumber daya manusia yang bisa diasah menjadi aset yang berharga bagi sebuah perusahaan?

Pola inilah yang kemudian diterapkan pada Human Capital (HC) atau Human Capital Management.

Human capital adalah pengelolaan yang penting dalam hal pengembangan sumber daya manusia suatu perusahaan.

Hal ini juga menjawab suatu paradigma yang salah, bahwa peran dan fungsi karyawan di dalam perusahaan dianggap sepele. Sumber daya manusia dengan berbagai skill yang berbeda ini banyak yang digonta-ganti setiap waktu.

Lihat saja perusahaan-perusahaan lokal dan multinasional yang tidak tanggung-tanggung hanya memberikan kontrak kerja pada waktu tertentu saja.

Kemudian setelah selesai masa kontrak kerja mereka, perusahaan akan merekrut karyawan baru, lagi dan lagi, begitu seterusnya.

Human capital dapat mengoptimalkan SDM menjadi lebih berkualitas, yang berujung pada produktivitas perusahaan. Bagaimana caranya?

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai apa yang dimaksud dengan Human Capital.

 

 

Apa Itu Human Capital?

Human Capital
Pengertian HC

 

Human Capital adalah upaya mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia untuk mencapai tingkat terpenting yang lebih tinggi secara kinerja.

Pengertian di atas bukan berarti bahwa Human Capital dalam sebuah perusahaan menyamakan posisi antara manusia dengan mesin yang sama-sama merupakan aset berharga.

Akan tetapi, lebih kepada peningkatan karyawan dalam pengambilan keputusan yang memfokuskan pada pembangunan sumber daya manusia melalui training dan pelatihan-pelatihan dalam peningkatan mutu organisasi perusahaan.

 

Jenis-jenis Human Capital

Ada beberapa jenis HC yang biasanya ditemukan. Berikut di antaranya.

 

1. General Management Human Capital

General Management Human Capital (GMHC) adalah konsep pengelolaan modal manusia yang mencakup seluruh aspek pengelolaan sumber daya manusia dalam suatu perusahaan.

GMHC meliputi berbagai jenis human capital management seperti recruitment and selection, performance management, training and development, compensation and benefits, employee relations, dan lain-lain.

 

2. Strategic Human Capital

Strategic Human Capital (SHC) adalah pengelolaan modal manusia yang berfokus pada perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya manusia dalam jangka panjang dengan tujuan untuk mencapai misi dan visi perusahaan.

Jenis ini melibatkan perencanaan strategis dalam pengelolaan sumber daya manusia. Termasuk perencanaan karier, pengembangan keterampilan, pengelolaan kompensasi, peningkatan kesejahteraan karyawan, dan pengelolaan risiko.

 

3. Industry Human Capital

Industry Human Capital (IHC) adalah jenis pengelolaan modal manusia yang berfokus pada pengelolaan sumber daya manusia dalam sebuah industri atau sektor tertentu.

Jenis ini melibatkan analisis kondisi pasar tenaga kerja, tren pengembangan karier, kompetensi yang diperlukan, dan kebutuhan pelatihan dalam industri tersebut.

 

4. Relationship Human Capital

Relationship Human Capital (RHC) adalah pengelolaan modal manusia yang berfokus pada pengelolaan hubungan antara perusahaan dan karyawan.

RHC meliputi berbagai aspek seperti peningkatan kepuasan kerja, motivasi, komitmen, dan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.

 

Manfaat Human Capital Management

Ada banyak manfaat jika perusahaan menerapkan human capital, Berikut adalah manfaat dari human capital management di perusahaan Anda.

 

1. Meningkatkan Kepuasan Karyawan

Saat perusahaan berhasil untuk memprioritaskan SDM-nya, maka hal tersebut bisa meningkatkan kepuasan bagi setiap karyawan di perusahaan Anda.

Salah satu cara agar hal tersebut bisa tercapai adalah dengan memberikan program pengembanagan karir, serta pemberian kompensasi yang memuaskan.

 

2. Meningkatkan ROI Perusahaan

Ketika perusahaan bisa memberikan gaji yang cukup, memberi tunjangan, serta pemberian program lainnya yang bermanfaat bagi karyawan, secara tidak langsung perusahaan melakukan langkah yang tepat untuk mensejahterakan karyawannya. 

HC dapat memahami bahwa saat perusahaan lebih mengedepankan kepuasan karyawan, maka hal tersebut dapat berdampak pada produktivitas dan peningkatan performa. Hal ini juga bisa memunculkan inovasi cemerlang untuk bisnis perusahaan.

 

3. Membuat Proses Rekrutmen Lebih Efektif

Human capital management yang baik dapat membuat proses perekrutan jadi jauh lebih efektif dalam menarik kandidat yang berkualitas.

Hal ini disebabkan karena perusahaan mampu membuat strategi yang tepat dalam proses perekrutan.

 

4. Meningkatkan Budaya yang Lebih Positif

Budaya yang positif dapat mendukung perkembangan karyawan dan merasa jauh lebih diterima dan bertahan dalam waktu yang lama. Hal ini tentu tidak lepas dari human capital management yang tepat dalam perusahaan.

 

5. Mengidentifikasi Kesenjangan Kemampuan Karyawan

Tujuan utama dari manajemen sumber daya manusia adalah untuk melakukan identifikasi pada kesenjangan yang ada karyawan.

Hal ini bisa membantu perusahaan dalam menyesuaikan kriteria pada saat melakukan rekrutmen dalam mengisi posisi yang kosong secara efektif.

 

6. Mendukung Pertumbuhan Organik

Human capital management dapat mengidentifikasi kompetensi masing-masing karyawan yang dapat mendorong pertumbuhan organik.

Hal ini dapat membantu perusahaan dalam mengoptimalkan sumber daya di perusahaan untuk meningkatkan produktivitas dan profit yang lebih besar.

 

7. Membuat Karyawan Berada pada Posisi yang Tepat

Human capital management dapat membantu perusahaan dalam mencocokan setiap kandidat pada posisi yang tepat sehingga kandidat bisa bekerja secara maksimal dalam menggunakan kemampuan mereka. 

Dengan begitu, karyawan bisa mendapatkan kepuasan dalam bekerja dan perusahaan bisa mendapatkan manfaat dari produktivitas, efisiensi, serta loyalitas yang besar pada karyawan.

 

8. Memberikan Perencanaan Karir yang Jelas

HCM dapat memberi karyawan banyak kendali atas perencanaan karir mereka. Dengan begitu, karyawan bisa mengetahui bagaimana kapasitas mereka saat bekerja mencakup kelebihan dan kekurangan mereka yang dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi kedepannya.

 

Baca Juga: Kiat Merancang Human Capital Development Plan

 

Teori Human Capital

Teori human capital adalah teori yang menyatakan bahwa investasi dalam pengembangan dan peningkatan kualitas HC akan mendatangkan manfaat jangka panjang berupa peningkatan produktivitas, pendapatan, serta pertumbuhan ekonomi.

Di dalam teori human capital, individu dianggap sebagai investor yang membuat keputusan rasional tentang investasi dalam pendidikan dan pelatihan untuk mendapatkan keterampilan dan pengetahuan yang lebih baik.

Investasi ini diharapkan mampu meningkatkan peluang kerja, penghasilan, dan mobilitas sosial individu.

Berdasarkan pandangan administrasi bisnis, teori human capital menjadi perluasan dari human resource management. Teori ini juga sering dihubungkan dengan Adam Smith yang merupakan Bapak Ekonomi Modern.

Menurut Adam Smith, kompetensi dapat didapatkan dan bermanfaat untuk masyarakat secara umum. Adam Smith juga mengatakan bahwa perbedaan upah dapat didasarkan pada tingkat kesulitan masing-masing bidang pekerjaan.

Teori HC juga dibahas lebih dalam sehingga komponen yang tak berwujud juga dapat diukur. Komponen tersebut contohnya modal budaya, modal sosial, dan juga modal intelektualitas.

 

1. Cultural Capital (Modal Budaya)

Modal budaya adalah gabungan pengetahuan dan kemampuan intelektual dalam mendorong kemampuan seseorang untuk meraih status sosial yang lebih tinggi.

Dengan begini seseorang dapat melakukan pekerjaan yang lebih memberi manfaat dalam bidang ekonomi.

Di bidang ekonomi, pendidikan tingkat lanjut, pelatihan khusus pekerjaan, serta bakat adalah metode yang khas di mana seseorang dapat membangun modal budaya untuk bisa mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi.

 

2. Social Capital (Modal Sosial)

Modal satu ini adalah teori human capital modern, di mana hubungan sosial dapat menguntungkan dalam setiap perkembangan zaman, seperti goodwill perusahaan, pengenalan brand, serta menjadi elemen kunci untuk pemasaran secara psikologis sensorik.

Social capital tidak sama dengan aset manusia. Seperti karisma dan ketenaran, ini adalah dua hal yang tidak didapatkan dari pelatihan.

 

3. Intellectual Capital (Model Intelektual)

Modal ini menjadi nilai dalam teori HC modern yang tidak berwujud dari semua hal yang diketahui oleh pekerja dalam bisnis, namun mampu memberikan keunggulan pada bisnis sehingga lebih kompetitif.

Berbeda dari modal manusia yang berbentuk keterampilan dan pendidikan, modal ini akan selalu ada di perusahaan bahkan saat karyawan tersebut mengundurkan diri.

Ini karena ada hak cipta dan undang-undang, perjanjian nondisclosure yang disepakati.

 

Baca Juga: Strategi Human Capital Management untuk Peningkatan Pengelolaan SDM

 

Perbedaan HCM dan HRM

Untuk mengetahui perbedaan antara HCM dan HRM, berikut adalah pembahasan keduanya dari beberapa aspek.

 

  • Pengertian HCM dan HRM

Human Capital adalah departemen yang fokus untuk mengelola manusia sebagai modal bagi perusahaan yang perlu untuk ditingkatkan nilainya.

HCM memandang bahwa karyawan adalah aset dan investasi yang berharga. sehingga akan diperlakukan dengan seperti memberi pelatihan untuk mendapatkan return of investment (ROI) bagi perusahaan.

Berbeda dengan HC, Human Resource adalah  departemen yang mengelola manusia sebagai sumber daya perusahaan untuk mendukung pencapaian perusahaan. HRM memandang bahwa sumber daya akan habis pada suatu waktu dan tidak bisa dimanfaatkan kembali.

 

  • Fungsi HCM dan HRM

Human capital management memiliki fungsi untuk menyusun strategi bagi perusahaan. Tujuan dari strategi tersebut adalah untuk meningkatkan engagement, loyalitas karyawan, serta menurunkan tingkat turnover di perusahaan.

HCM akan terus memantau karyawan melalui performanya, capaian KPI, kontribusi yang diberikan, serta peningkatan kemampuan yang dilakukan oleh karyawan. 

Fungsi HRM adalah untuk mengelola SDM dari fase onboarding, training, evaluasi sampai pemberian kompensasi. HR biasanya harus menyusun strategi untuk SDM untuk bisa menunjukan performa terbaiknya bagi perusahaan. 

Fokus HRM adalah memperhatikan hal-hal yang sifatnya teknis dan administratif terkait performa SDM di perusahaan.

 

  • Penerapan HCM dan HRM di perusahaan

Berikut adalah penerapan HCM dan HRM di perusahaan:

 

Human CapitalHuman Resource
Menganggap karyawan adalah asetMenganggap karyawan sebagai sumber daya
Memfungsikan karyawan sebagai kunci organisasi untuk berkembangMemfungsikan karyawan sebagai pendukung kegiatan industri untuk mencapai laba perusahaan
Mengukur karyawan dari pengembangan nilainyaMengukur karyawan dari kinerjanya
Melakukan investasi kepada karyawan dengan memberi anggaran tertentuMenganggap bahwa anggaran hanya sebagai pengeluaran biaya
Mendorong perusahaan untuk terus menambah value karyawanMendorong perusahaan untuk mengoptimalkan kinerja karyawan
Membuat tenaga kerja untuk bisa semakin memiliki nilai dari waktu ke waktuMemandang bahwa produktivitas karyawan akan habis dari waktu ke waktu

 

Skill Requirement Human Capital Management 

Skill HC
Skill

 

Sekarang, Anda sudah bisa mengetahui perbedaannya. Tentu saja, menjadi bagian dari Human Capital Management lebih sulit daripada menjadi bagian dari Human Resource Management. Anda harus memiliki skill tertentu untuk bisa lolos requirement Human Capital.

Menurut Djamaludin Ancok, ada 5 komponen skill yang harus dimiliki oleh karyawan di posisi tersebut, antara lain:

 

1. Modal Intelektual

Modal intelektual adalah kemampuan seseorang untuk berpikir atau memikirkan sesuatu secara baru sehingga menghasilkan ide-ide dan pemikiran baru. Modal intelektual tidak selalu berpatokan pada tingginya tingkat pendidikan seseorang.

Banyak orang yang tidak memiliki pendidikan tinggi, akan tetapi karena dia seorang pemikir, hasil pemikiran dan gagasannya berkualitas dan memiliki nilai sehingga bisa diterima oleh masyarakat.

 

2. Modal Emosional

Modal emosional adalah kemampuan seseorang dalam mengelola emosinya, dan memahami emosi orang lain sehingga mampu mengambil tindakan paling tepat dalam berinteraksi dengan orang tersebut.

 

3. Modal Ketabahan

Skill ketiga yang harus dimiliki oleh HC adalah modal ketabahan. Modal inilah yang merupakan kunci sukses seseorang dalam menjalani kehidupan pribadi maupun kehidupan dalam organisasi atau perusahaan.

Mereka yang sudah teruji ketika dihadapkan dengan kesulitan dan berbagai persoalan dalam hidup, mereka yang memandang masalah secara solutif, dimana masalah bukanlah beban akan tetapi segala hal yang butuh penyelesaian dan harus diselesaikan, merekalah yang akan menghadirkan perubahan positif yang signifikan di lingkungan perusahaan.

 

4. Modal Sosial

Modal sosial erat kaitannya dengan hubungan antara manusia. Modal sosial adalah kemampuan manusia untuk saling menghargai perbedaan yang terjadi dan hidup dalam perbedaan tersebut, baik dalam masyarakat maupun dalam lingkungan organisasi.

Kemampuan inilah yang akan membuat seluruh karyawan bersinergi dalam perbedaan sehingga dapat bekerjasama untuk meningkatkan kreativitas setiap individu dalam perusahaan.

 

5. Modal Moral

Modal moral adalah kemampuan karyawan dalam mengintegrasikan nilai-nilai moral dalam berperilaku, bertanggung jawab pada pekerjaan, memiliki sifat penyayang dan peduli sesama, serta bersifat pemaaf dengan tidak membalas perlakuan karyawan lain yang tidak menyenangkan.

 

6. Modal Kesehatan

Seberapapun kuatnya kelima skill sebelumnya, tanpa modal kesehatan, Anda tidak akan diterima dalam organisasi ataupun perusahaan.

Itu sebabnya, modal kesehatan adalah kemampuan utama manusia untuk bisa berpikir dengan kreatif, solutif, produktif, dan efisien.

 

Tugas Human Capital 

Tugas HC
Tugas HC

 

Setelah membaca dan memahami 6 skill requirement utama yang harus dimiliki untuk bergabung dengan divisi human capital di atas, ada baiknya Anda juga mengetahui apa sajakah tugasnya, antara lain:

 

1. Melakukan Proses Rekrutmen Karyawan

Tugas yang pertama adalah perekrutan karyawan. Mulai dari proses perekrutan dengan memasang iklan lowongan di job portal, melakukan review calon kandidat yang sesuai, melakukan panggilan interview via telepon atau WhatsApp, melakukan tes tertulis dan wawancara, sampai dengan tanda tangan kontrak kerja.

PHK karena habis masa kontrak kerja, telah masuk usia pensiun, atau karena alasan pengurangan karyawan juga merupakan tugas Human Capital.

 

2. Memberikan Job Desc dalam Struktur Organisasi

Setelah proses perekrutan selesai, tugas selanjutnya adalah menentukan job desc masing-masing karyawan baru dalam sistem organisasi yang telah ditentukan.

 

3. Mengukur Beban Kerja Karyawan

Ada kalanya sebuah perusahaan mengalami pasang surut dalam perjalanannya.

Ketika perusahaan berada di titik yang semakin berkembang dan pekerjaan semakin banyak, tugas karyawan departemen ini adalah menentukan, apakah harus merekrut karyawan baru, atau hanya menambah kebijakan overtime pada masing-masing karyawan saja.

 

Baca juga: Panduan Lengkap Membuat Analisa Beban Kerja

 

4. Memvalidasi Data

Ada banyak data yang sudah disiapkan di meja kerja Human Capital Management. Data tersebut meliputi:

  • Klaim jaminan sosial
  • Permohonan cuti karyawan
  • Form gaji pegawai
  • dan masih banyak lagi.

 

Menjadi tugas Human Capital untuk mengecek dan memvalidasi kembali apakah datanya sudah sesuai atau belum agar tidak terjadi kesalahan.

 

Baca juga: 7 Manfaat Aplikasi Database Karyawan LinovHR untuk Perusahaan

 

5. Menghitung Penyusutan Perlengkapan dan Peralatan Kerja Karyawan

Setiap karyawan memiliki perlengkapan dan peralatan kerja yang akan mengalami akumulasi penyusutan setiap tahunnya.

 

6. Mengurus Gaji Karyawan

Untuk memudahkan tugas HC dalam sistem penggajian di perusahaan besar dengan jumlah karyawan ribuan orang, sebaiknya gunakan software payroll untuk meminimalisir terjadinya kesalahan input gaji karyawan.

 

7. Menggunakan Teknologi Informasi

Begitu banyaknya data yang harus dicetak dengan kertas sebenarnya dapat dikurangi dengan menggunakan teknologi informasi.

Dengan pemanfaatan teknologi informasi ini, Anda akan dapat mengalihkan fungsi kertas ke departemen lainnya yang lebih membutuhkan.

 

Contoh Human Capital

jenis jenis human capital
Contoh HC

 

Modal manusia memiliki bentuk yang beragam. Untuk lebih memahami modal-modal yang adap dalam individu seorang pekerja, mari simak contohnya dalam penjelasan berikut:

 

1. Kemampuan

Manusia memiliki dua kemampuan yaitu kemampuan natural dan kemampuan yang dikembangkan. Kemampuan alami merujuk pada kemampuan yang dibawa manusia dari lahir.

Contohnya seorang perenang yang dengan kemampuannya untuk berenang dengan cepat, dianggap sebagai human capital yang menguntungkan dari segi karier dan gaji yang besar.

Tetapi perlu juga diketahui bahwa kemampuan tersebut juga membutuhkan kerja keras dan keinginan terus belajar.

Dengan begitu, kemampuan alami tersebut bisa menjadi kemampuan yang berkembang yang kemudian dapat mendatangkan keuntungan secara ekonomi.

 

2. Kreativitas

Jiwa kreativitas bisa dianggap sebagai kemampuan alami seseorang, tetapi juga bisa karena terus diasah dan berkembang. Walau secara umum lebih banyak yang memiliki kreativitas secara natural.

Individu yang memiliki kemampuan ini dapat menghasilkan ide-ide baru, mengembangkan solusi yang inovatif, dan meningkatkan efisiensi dalam berbagai bidang.

 

3. Pendidikan

Teori dalam HC menekankan pada pendidikan. Seorang individu yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih luas, yang dapat membantu mereka dalam memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan lebih produktif.

 

4. Pengalaman Kerja

Pengalaman kerja juga merupakan bentuk penting dari human capital. Melalui pengalaman kerja, individu dapat mengembangkan keterampilan praktis, pemahaman industri, dan jaringan profesional yang berharga.

Pengalaman ini dapat meningkatkan nilai dan produktivitas individu di tempat kerja.

 

5. Penilaian

Penilaian adalah proses pembentukan dan pengambilan keputusan berdasarkan pada berbagai kondisi. Contohnya saat melakukan penilaian pada proyek tahunan perusahaan, hal ini bisa dilakukan saat karyawan telah melalui kondisi sejenis di tahun-tahun sebelumnya.

 

Penerapan Human Capital Mangement

Untuk menerapkan Human Capital Management (HCM), perusahaan dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut.

 

1. Perencanaan SDM

Perusahaan harus melakukan perencanaan yang baik dalam hal jumlah karyawan yang dibutuhkan, kompetensi yang dibutuhkan, dan jenjang karier yang tersedia.

 

2. Recruitment and Selection

Proses rekrutmen dan seleksi yang efektif dan adil sangat penting untuk menyeleksi kandidat yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.

 

3. Performance Management

Sistem pengukuran kinerja yang adil dan objektif serta memberikan umpan balik dan pelatihan untuk meningkatkan kinerja karyawan dibutuhkan dalam rangka pengembangan karyawan.

 

4. Training and development

Perusahaan harus memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan untuk meningkatkan kompetensi karyawan. Karyawan yang terlatih dan mengalami improvement skill dapat memiliki dampak baik pada perusahaan.

 

5. Compensation and benefits

Perusahaan harus memberikan remunerasi dan manfaat yang adil dan kompetitif untuk menarik dan mempertahankan karyawan yang berkualitas.

 

6. Employee relations

Perusahaan dapat menerapkan komunikasi yang baik dan sistem yang transparan untuk mengelola hubungan antara perusahaan dan karyawan.

 

Perlu diingat bahwa, menerapkan HCM bukan hanya dilakukan oleh HR saja namun harus dijalankan secara konsisten dan berkolaborasi dengan semua unit dan level dalam perusahaan.

 

Menerapkan Human Capital Management dengan LinovHR

Aplikasi Absensi Online
Software HRD LinovHR

 

Dengan LinovHR Segala kegiatan terkait Human Capital Management akan dapat dengan mudah dikerjakan.

LinovHR memudahkan Human Capital untuk melakukan perekrutan karyawan, performance appraisal karyawan, pengelolaan jadwal kerja karyawan sampai proses pengelolaan payroll karyawan.

Mulai dari tahap rekrutmen, LinovHR memiliki modul Recruitment yang handal dalam membantu proses rekrutmen. Proses rekrutmen diadakan berdasarkan kebutuhan perusahaan.

Kemudian, terkait performance management, LinovHR juga memiliki Performance Management System yang membantu HR dalam melakukan penilaian kinerja karyawan.

Aspek penilaian diukur berdasarkan metrik yang objektif, dan juga melibatkan beberapa pihak untuk memberikan review secara adil.

Pelatihan dan pengembangan karyawan juga dapat diwujudkan dengan bantuan Learning Management System dari LinovHR. Pelatihan untuk karyawan ini dilaksanakan dengan memanfaatkan fitur Course yang dapat diakses karyawan dari jarak jauh.

Terkait kompensasi, perhitungan gaji juga semakin mudah jika menggunakan software payroll dari LinovHR. Semua perhitungan dihitung secara otomatis dalam sekali klik!

Semua fitur dan kemudahan di atas tercakup pada Software HRIS LinovHR. Anda dapat mengoptimalkan pengelolaan HC dengan satu software ini. Buktikan sendiri kecanggihan software-nya!

 

software hris

 

Ternyata tidak mudah menjadi bagian dari Human Capital Management, akan tetapi bukan berarti Anda tidak bisa mempelajarinya.

Apalagi, jika pekerjaan ini adalah passion Anda, segala kesulitan akan menjadi mudah karena dengan bekerja sesuai passion, Anda tidak lagi menganggapnya sebagai suatu pekerjaan, namun lebih kepada hobi yang Anda lakukan sehari-hari.

Siapkan diri Anda menjadi karyawan terbaik dengan mempelajari segala hal tentang HC Management di atas. Selamat mencoba!