jejak digital

Apakah Benar Jejak Digital Bisa Pengaruhi Karier?

Setiap orang yang mengakses internet, pastinya akan meninggalkan data atau yang biasa disebut dengan istilah jejak digital.

Jejak digital sendiri, merupakan sebuah history dari orang-orang yang menggunakan internet, yang berkaitan dengan aktivitas yang mereka lakukan selama menggunakan internet tersebut.

Namun, Anda perlu waspada terhadap jejak digital tersebut. Sebab, jika jejak digital yang Anda tinggalkan dapat mempengaruhi karier Anda di dunia nyata.

Sudah banyak kasus seseorang gagal mendapatkan pekerjaan atau dipecat dari pekerjaannya karena memiliki jejak digital yang buruk.

Apakah benar semengerikan itu?

Guna membantu Anda dalam memahami hal tersebut, dalam pembahasan ini LinovHR akan membahas mengenai apakah jejak digital bisa mempengaruhi karier seseorang?

Simak penjelasan lengkapnya di sini!

 

Apa Itu Jejak Digital?

Secara harfiah jika dijabarkan, jejak digital adalah sebuah tanda yang ditinggalkan oleh orang secara digital, atau bisa juga disebut dengan digital footprint.

Tanda yang dimaksud yaitu berupa data yang tertinggal pada dunia digital, setelah seseorang selesai melakukan kegiatannya di internet. Kegiatan yang dapat meninggalkan jejak digital yaitu seperti mengunjungi website, mengirimkan email, atau memposting sesuatu pada sosial media yang dimiliki.

Bentuk dari jejak digital pun beragam, bisa seperti komentar pada postingan tertentu, membagikan hal tertentu di internet, maupun history percakapan dengan orang lain.

Jejak digital akan selamanya tersimpan di dalam internet dan sulit sekali untuk dihapus, terlebih jika jejak yang Anda tinggalkan disimpan oleh orang lain dan kemudian dibagikan kembali di internet.

Hal ini tentunya bisa berpotensi untuk menimbulkan permasalahan kedepannya, apabila jejak digital yang ditinggalkan digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

 

Baca Juga: Tips Membangun Personal Branding untuk Dapatkan Pekerjaan Impian

 

Bahaya Jejak Digital Terhadap Karier

Berdasarkan data, 70% perusahaan melakukan penelitian secara online saat merekrut pegawai mereka. Data lain juga menyebutkan, 70% manajer menolak kandidat yang punya jejak digital yang kurang baik. Sementara itu 85% manajer akan melanjutkan proses rekrutmen setelah melihat jejak digital positif kandidat.

Berdasarkan riset YouGov yang dikeluarkan di situs World Economic Forum, perusahaan akan memeriksa jejak digital dan identitas pribadi Anda saat melamar pekerjaan. 

Dari riset YouGov menunjukkan bahwa 1 dari 5 penyedia pekerjaan akan menolak pelamar karena perilaku mereka di media sosial. Hal ini karena perilaku kita di media sosial berpengaruh pada integritas kita saat melamar kerja. 

Masih dari riset yang sama, perusahaan akan melakukan riset akun media sosial pelamar untuk melihat mutu pelamar. Perusahaan akan mempertimbangkan apakah Anda kerap mengeluarkan kata-kata kasar dan agresif di media sosial. 

Selain itu, perusahaan juga akan mempertimbangkan gaya hidup Anda, apakah Anda termasuk orang yang hedonis, akrab dengan kehidupan malam, dan sebagainya. Perusahaan akan menolak mempekerjakan orang yang selalu mengumbar kehidupan hedonisnya. Ini karena citra perusahaan yang harus dijaga.

Bahkan, beberapa perusahaan juga menggunakan akun media sosial ini untuk melihat keterampilan Anda, terutama keterampilan berbahasa. Jika Anda tidak memiliki kemampuan mengeja atau logika gramatikal yang baik, perusahaan tidak segan menolak Anda.

Selain itu, berikut ini adalah beberapa potensi kerugian atau kejahatan yang bisa Anda alami, karena disebabkan oleh jejak digital yang Anda tinggalkan

 

  1. Merusak Reputasi Profesional

Jejak digital yang Anda tinggalkan di internet bisa mempengaruhi reputasi karier profesional Anda. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Dilansir dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Career Builder pada tahun 2017 lalu, mengatakan bahwa sebesar 70% perusahaan di Amerika menggunakan media sosial untuk mencari profil dari para pencari kerja.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui sedikit kepribadian dari calon kandidat dari aktivitas atau kegiatan yang para calon kandidat itu lakukan di media sosialnya masing-masing.

Jika ternyata jejak digital yang Anda tinggalkan buruk, tentunya ini akan menjadi risiko yang besar. Anda bisa kehilangan kesempatan untuk bekerja di perusahaan impian Anda. 

Selain itu, reputasi Anda juga akan dinilai buruk di mata para rekruter, kedepannya ini bisa menyulitkan Anda dalam mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan. 

 

  1. Digital Exposure

Digital Exposure berhubungan dengan data-data yang Anda miliki, diakses secara bebas oleh orang-orang jahat. Data yang Anda miliki tersebut nantinya akan dicuri dan digunakan untuk kepentingan-kepentingan yang menguntungkan pihak yang menggunakannya.

 

  1. Terkena Phising

Phishing merupakan sebuah upaya atau tindakan untuk mendapatkan informasi pribadi seseorang, dengan cara mengelabui korban yang dituju.

Informasi yang menjadi incaran dari phising yaitu data pribadi (nama, alamat, usia, dll), akun (ID dan password), serta data yang berhubungan dengan finansial (akun bank, no kartu kredit, rekening, dll)

Orang-orang yang terkena phising biasanya termanipulasi oleh pelaku dengan sadar atau tidak sadar untuk memberikan data-data penting tersebut.

Biasanya pelaku phising akan menyamar menjadi orang dari lembaga resmi tertentu untuk mengelabui korbannya. Namun, bisa juga pelaku mendapatkan data penting tersebut dari jejak digital yang ditinggalkan korban di internet.

Bahaya jejak digital pada karier bukanlah isapan jempol belaka. Sudah ada beberapa kisah pemecatan terkait dengan jejak digital. Contoh kasusnya seperti yang terjadi pada seorang supir bus sekolah di Georgia, Amerika Serikat. 

Supir tersebut menuliskan sebuah komentar karena sikap politiknya di akun Facebook pribadinya. Dalam unggahannya tersebut ia mengatakan sebagai pembayar pajak ia lebih suka sekolah memberikan anak makan daripada membuat sisa makanan. 

Karena unggahannya tersebut, pihak sekolah pun memecatnya karena sekolah memiliki kebijakan melarang komentar apapun terhadap peraturan sekolah.

Selain itu, ada pula pengalaman seorang pekerja di Texas yang sangat terkenal di Reddit karena kerap menyebarkan foto anak-anak di bawah umur yang menggunakan bikini. Setelah meneror Reddit dan kerap menyebarkan foto porno anak, ia pun dipecat dari pekerjaannya sebagai programmer, sampai ia pun sulit mendapatkan pekerjaan karena jejak digitalnya.

 

Baca Juga: Meninjau Calon Karyawan Melalui Media Sosial

 

Cara Mengelola Jejak Digital

Untuk Anda yang ingin mencegah hal-hal buruk untuk terjadi kepada diri Anda, akibat dari jejak digital yang Anda tinggalkan, Anda bisa mengikuti beberapa tips atau cara berikut ini:

  • Tidak menyebarluaskan informasi atau data penting yang bersifat pribadi dan sensitif di internet atau media sosial.
  • Menggunakan fitur incognito (mode samaran) saat melakukan browsing di internet.
  • Menghapus history browsing pada browser (Google Chrome, Firefox, dll) setelah selesai menggunakan internet.
  • menggunakan password yang sulit untuk ditebak dan tidak berhubungan dengan data personal Anda, pada setiap akun media sosial yang Anda miliki.
  • Menggunakan layanan third party atau aplikasi tambahan untuk melindungi data-data yang ada di perangkat Anda.
  • Bijak dalam menggunakan internet maupun sosial media. Pastikan bahwa Anda memikirkan dampak yang akan ditimbulkan, sebelum memutuskan untuk mempublikasikan sesuatu.
  • Sembunyikan informasi-informasi penting dan bersifat personal pada setiap akun media sosial yang Anda miliki.

 

Semoga setelah membaca artikel ini, Anda jadi lebih memahami pentingnya untuk selalu bijak dalam ber-internet. Pastikan bahwa segala sesuatu yang Anda publikasikan dan posting, memiliki manfaat yang positif dan terhindar dari segala potensi kejahatan yang ada di dalam dunia internet.