subjek pajak

Subjek Pajak: Pengertian dan Jenis-Jenisnya

Pajak mempunyai kontribusi yang cukup besar dalam penerimaan negara non migas. Pajak adalah penerimaan negara yang digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, maka pajak menjadi salah satu hal yang wajib dibayar oleh orang pribadi maupun badan yang memiliki objek pajak yang telah ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku di Indonesia. Orang pribadi maupun badan tersebutlah yang termasuk kedalam subjek pajak yang diatur pada undang-undang. Selain subjek pajak juga terdapat objek pajak yang merupakan suatu properti yang termasuk kedalam pajak yang wajib dibayar.

 

Pengertian Subjek Pajak

Subjek pajak adalah istilah dalam peraturan perundang-undangan perpajakan untuk perorangan (pribadi) atau organisasi (kelompok) berdasarkan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku. Namun, menurut peraturan perundang-undangan, seseorang atau organisasi termasuk kedalam subjek pajak yang wajib membayar pajak apabila memiliki objek pajak. Berdasarkan Pasal 2 ayat (1) Undang Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan mengatakan bahwa yang termasuk subjek pajak, antara lain:

  1. Orang pribadi dan warisan yang belum terbagi 
  2. Badan
  3. Bentuk usaha tetap

 

Jenis Subjek Pajak Menurut Undang-Undang

Dalam Pasal 2 ayat (3) Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan menjelaskan bahwa subjek pajak terdiri dari beberapa jenis. Penjelasannya sebagai berikut:

 

Subjek pajak dalam negeri

  1. Orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, atau orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia
  2. Badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia, kecuali unit tertentu dari badan pemerintah yang memenuhi kriteria, sebagai berikut:
  • Pembentukannya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan
  • Pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
  • Penerimaannya dimasukkan dalam anggaran Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah
  • Pembukuannya diperiksa oleh aparat pengawasan fungsional negara
  •  

      3. Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak

 

Subjek pajak luar negeri

  1. Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia, yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia
  2. Orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia, yang dapat menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia tidak dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia. 

 

Baca juga: Pengaruh Globalisasi Ekonomi di Indonesia

 

Subjek pajak pribadi

Subjek pajak pribadi yaitu orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan, atau orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia

Dalam Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan dijelaskan pula yang tidak termasuk subjek pajak, yaitu:

  1. Kantor perwakilan negara asing
  2. Pejabat-pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabat-pejabat lain dari negara asing dan orang-orang yang diperbantukan kepada mereka yang bekerja pada dan bertempat tinggal bersama-sama mereka dengan syarat bukan warga negara Indonesia dan di Indonesia tidak menerima atau memperoleh penghasilan di luar jabatan atau pekerjaannya tersebut, serta negara bersangkutan memberikan perlakuan timbal balik
  3. Organisasi-organisasi internasional, dapat berupa juga perusahaan multinasional dengan syarat:
  • Indonesia menjadi anggota organisasi tersebut
  • Tidak menjalankan usaha atau kegiatan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia selain memberikan pinjaman kepada pemerintah yang dananya berasal dari iuran para anggota

     4. Pejabat-pejabat perwakilan organisasi internasional sebagaimana dimaksud pada huruf c, dengan syarat bukan warga negara Indonesia dan tidak menjalankan usaha, kegiatan, atau pekerjaan lain untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia

Organisasi internasional yang tidak termasuk subjek pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.

 

Baca Juga: Fungsi Pajak dan Manfaatnya untuk Negara

 

Perbedaan Subjek Pajak dan Objek Pajak

Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat diketahui bahwa subjek pajak merupakan orang pribadi atau badan yang telah ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan di Indonesia bahwa mereka wajib untuk membayar pajak apabila memiliki objek pajak. Sedangkan objek pajak menurut Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 tahun Pajak Penghasilan adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk:

  1. Penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang pensiun, atau imbalan dalam bentuk lainnya, kecuali ditentukan lain dalam Undang-undang ini
  2. Hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan, dan penghargaan
  3. Laba usaha
  4. Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta, dan lain sebagainya

Dapat disimpulkan bahwa subjek pajak adalah orang atau badan yang membayar objek pajak, sedangkan objek pajak adalah benda yang dapat berupa bentuk apapun yang wajib dibayarkan oleh subjek pajak yang memilikinya.

Berdasarkan hal yang telah dijelaskan maka dapat diketahui bahwa subjek pajak dapat berupa orang pribadi atau badan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang wajib membayar pajak apabila memiliki objek pajak, dimana yang termasuk subjek pajak terbagi menjadi tiga jenis.