THR Satu bulan kerja

Salah satu hal yang paling istimewa di kalangan tenaga kerja saat menunggu momen Hari Raya Keagamaan adalah Tunjangan Hari Raya (THR). Kali ini, LinovHR akan membahas  mengenai aturan pembayaran dan cara perhitungan THR bagi yang bekerja selama 1 bulan.

Baca Juga: Siapa yang Berhak Menerima THR Menurut Ketentuan Pemerintah?

Besaran THR yang harus diberikan kepada pekerja

Sebelumnya, THR bisa didapatkan bagi buruh yang lama kerjanya tiga bulan. Tahun ini THR dapat diberikan bagi karyawan dengan masa kerja satu bulan. THR juga berlaku bagi karyawan tetap maupun karyawan kontrak. Besarnya THR diatur berdasarkan Permenaker No. 6 tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di perusahaan sejak 8 Maret 2016 adalah sebagai berikut:

  1. Pekerja atau buruh yang telah bermasa kerja selama 12 bulan secara terus menerus atau lebih akan berhak atas THR sebesar satu bulan gaji, termasuk tunjangan tetap.  

  2. Pekerja atau buruh yang telah bermasa kerja 1 bulan secara terus-menerus atau lebih, tetapi kurang dari 12 bulan, akan diberikan secara proporsional. Perhitungannya adalah jumlah masa kerja dibagi 12 bulan dikali satu bulan upah.

  3. Karyawan yang masa kerjanya kurang dari 12 bulan, perhitungannya adalah (Masa kerja / 12 bulan) x besaran gaji per bulan.

Hal itu berlaku bagi pekerja yang memiliki hubungan kerja berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) maupun perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).

Selain itu, perusahaan boleh membayarkan THR lebih dari 1x gaji sesuai yang dipersyaratkan oleh UU Ketenagakerjaan. Hal ini biasanya diatur dalam Peraturan Perusahaan (PP) serta Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Tunjangan ini wajib diberikan sekali dalam setahun oleh perusahaan dan dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum Hari Raya Keagamaan.

Peraturan tersebut mengatur pengawasan pelaksanaan pembayaran THR yang dilakukan oleh pengawas Ketenagakerjaan. Selain itu, peraturan ini juga menetapkan sanksi berupa denda dan administratif terhadap perusahaan yang melakukan pelanggaran bagi pembayaran THR.

Di samping itu, perusahaan juga boleh membayarkan THR dalam bentuk barang, Hal ini sesuai dengan Pasal 5 Permen 04/1994. THR dapat diberikan dalam bentuk selain uang dengan syarat sebagai berikut:

  1. Harus ada kesepakatan antara pekerja atau buruh dan perusahaan

  2. Nilai yang diberikan dalam bentuk non-tunai maksimal 25% dari seluruh nilai THR yang berhak diterima karyawan

  3. Barang bukan minuman keras, obat-obatan, dan bahan obat

  4. Barang diberikan bersamaan dengan pembayaran THR

Cara Menghitung THR

Kasus 1

Rita sebagai karyawan X telah memasuki 4 bulan masa kerja di perusahaan dengan gaji bulanan yang diterima sebesar Rp 15.000.000 per bulan. Besarnya THR yang diterima oleh karyawan X adalah (4 bulan / 12 bulan) x 15.000.000 = Rp 5.000.000

Kasus 2

Sari telah bekerja sebagai karyawan di PT. Jaya Abadi selama 5 tahun. Sari mendapatkan upah pokok sebesar Rp 5.000.000, tunjangan anak sebesar Rp 500.000, tunjangan perumahan sebesar Rp 300.000, tunjangan transportasi dan makan sebesar Rp 1.700.000. Berapa THR yang seharusnya diterima oleh Sari?

Jawaban :

Gaji Pokok                 : Rp 5.000.000

Tunjangan Tetap      : Rp 500.000 + Rp 300.000 = Rp 800.000

Tunjangan transportasi dan makan merupakan tunjangan tidak tetap, karena tunjangan tersebut diberikan secara tidak tetap.

Jadi, perhitungan THR yang berhak diterima oleh Sari :

= 1 x (Rp 5.000.000 + Rp 800.000) = Rp 5.800.000

Bagi perusahaan yang memiliki banyak karyawan, menghitung besaran THR tiap karyawan secara manual terasa cukup melelahkan dan kurang efektif. Anda dapat menyerahkan pengelolaan Payroll seperti gaji, tunjangan, BPJS, Pajak dan termasuk THR dengan  Software Payroll LinovHR. Dengan begitu, permasalahan anda dapat segera terselesaikan dengan mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use theseHTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>