Categories: HR Tips

Kapankah Kebijakan Demosi Karyawan Harus Dilakukan?

Di dalam dunia kerja mungkin anda sudah sering mendengar tentang demosi karyawan? Apakah yang dimaksud dengan demosi karyawan?

Apa Itu Demosi ?

Demosi adalah sebuah istilah yang dipakai untuk memindahkan seseorang karyawan dari jabatan yang lebih tinggi menuju jabatan yang lebih rendah, atau dapat disebut juga dengan kebalikannya dari promosi, hal ini juga tentu mempertimbangkan dari berbagai aspek termasuk penurunan prestasi dan kemampuan kerja dari karyawan yang bersangkutan.

Demosi memang jarang sekali dilakukan, tetapi pada perusahaan-perusahaan tertentu yang menemui beberapa kasus sulit, dan mengharuskan karyawan tersebut untuk demosi karenan penurunan kinerjanya, tentu saja harus melakukannya. Setelah mengetahui penjelasan di atas, apa saja sih yang dapat menyebabkan perusahaan harus melakukan demosi terhadap karyawannya?

Ketika Pegawai Tidak Lagi Dapat Di Disiplinkan

Seringkali pegawai tidak dapat melakukan disiplin waktu, contohnya adalah sering terlambat jam masuk kantor, atau bahkan tidak berada di lokasi tempat kerja ketika jam kerja berlangsung. Karyawan yang tidak disiplin, awalnya akan diberikan Surat Teguran ( ST ) namun, jika hal ini masih saja berlanjut, maka pada perusahaan tertentu akan melakukan demosi pada karyawan tersebut.

Ketika Pegawai Menunjukkan Kinerja Yang Buruk

Faktor selanjutnya yang dapat membuat sesorang karyawan di demosi adalah tidak melakukan kinerja yang baik sesuai dengan perusahaan harapkan. Hal ini tentu saja dapat merugikan perusahaan, seperti tidak dapat mencapai target penjualan  yang telah perusahaan tentukan, atau juga tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline yang ditentukan.

Ketika Pegawai Tidak Menguasai Skill ( Kemampuan ) Untuk Posisi Jabatan Yang Dijalani.

Sebagai seorang pimpinan atau manajer dalam suatu perusahaan, tentu saja harus menguasai  tugas dan tanggung jawabnya sebagai leader. Hal ini juga tentu diperlukan skill ( kemampuan ) yang mumpuni untuk mengatasinya. Seorang pimpinan yang memiliki kemampuan, tentu saja tidak akan kesulitan untuk menghadapi pekerjaannya dan tidak akan menjadikannya sebagai beban, tentu saja berbeda jika pegawai tersebut tidak menguasai kemampuannya seperti Manajer keuangan yang seharusnya dapat menguasai dan mengerti alur laporan keuangan dalam perusahaan tersebut, tetapi ternyata manajer tersebut tidak dapat melakukannya dikarenakan seorang sarjana komputer yang biasanya menangani masalah IT.

Demosi karyawan juga dapat dilakukan ketika seorang karyawan tersebut memintanya sendiri secara sukarela dengan mempertimbangkan beberapa aspek yang tidak dapat ia penuhi, diantaranya adalah:

  • Pegawai tersebut tidak sanggup dengan posisinya yang sekarang
  • Pegawai tersebut merasa beban kerja yang dijalaninya terlalu berat
  • Pegawai berniat mengundurkan diri dari perusahaan
  • Pegawai kesulitan mengatur jarak antara posisi kerja yang berjauhan dengan lingkungan tempat tinggal yang sekarang.
  • Pegawai tidak memiliki waktu dengan keluarganya dan ingin menyeimbangkan kehidupan pribadi serta pekerjaannya.
  • Pegawai tidak dapat beradaptasi dengan pekerjaan dan tanggung jawabnya pada posisinya yang sekarang.
  • Berbagai masalah internal lainnya

Baca Juga: Promosi Jabatan Tak Kunjung Tiba? Ini Alasannya!

Tips Untuk Melakukan Demosi Pada Karyawan

Berbicara dengan karyawan yang akan di demosi, tentu saja diperlukan cara-cara khusus agar ia dapat memahami situasi dan kondisinya. Berikut adalah beberapa tips yang dapat anda lakukan:

  • Menyampaikan kepada karyawan yang bersangkutan mengenai demosi dan apa yang harus dilakukan perusahaan terhadapnya.
  • Menjelaskannya secara personal dan usahakan untuk melakukannya sebaik mungkin, hal ini untuk menghindari emosi karyawan yang bersangkutan yang mungkkin saja tidak dapat menerima nya.
  • Menjelaskan tentang posisi jabatan yang baru dan apa saja tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan selanjutnya.
  • Meminta karyawan untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaannya, serta melakukan serah terima jabatan dan pekerjaan dengan karyawan yang lain sebelum resmi berpindah jabatan.

Baca Juga: 5 Tahapan Ini Dalam Melakukan Penilaian Kinerja Karyawan

Dari beberapa masalah mengenai demosi karyawan yang biasanya dilakukan oleh perusahaan di atas. Maka, usahakan untuk tetap bekerja sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh masing-masing perusahaan dan juga jangan lupa untuk terus menggali dan memperdalam lagi skill dan kemampuan pada bidang dan pekerjaan yang anda tekuni saat ini.

Admin LinovHR

Recent Posts

Pengaruh Globalisasi Ekonomi di Indonesia

Globalisasi ekonomi masih asing bagi sebagian orang awam. Mungkin yang lebih sering didengar oleh masyarakat adalah globalisasi. Bagaimana jika globalisasi…

2 hari ago

Manajemen Operasional: Mengapa Dibutuhkan dalam Perusahaan?

Manajemen operasional sangat penting bagi perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas dalam perusahaan manufaktur. ¬†Mengapa hal tersebut sangat penting bagi…

2 hari ago

Ingin Jadi Account Executive? Berikut Skill Wajib nya!

Account executive cukup populer di kalangan pebisnis profesional karena terkenal dengan mobilitas yang sangat tinggi. Semua mobilitas tersebut berguna dalam…

3 hari ago

5 Cara Mengatasi Kelelahan Kerja Saat Pandemi COVID-19

Kelelahan kerja bukanlah hal yang asing di dunia kerja. Dalam kondisi tekanan tertentu, seorang karyawan bisa merasa lelah dan akhirnya…

3 hari ago

Cara Menghitung BEP untuk Perusahaan

Memperoleh keuntungan yang maksimal adalah keinginan bagi semua perusahaan. Terkadang beberapa perusahaan baru merasa kesulitan untuk mendapat keuntungan atau bahkan…

4 hari ago

Tidak Punya Pengalaman Kerja Setelah Lulus? Berikut Tips nya

Pengalaman kerja adalah hal yang selalu dicantumkan dalam sebuah CV dan menjadi tolak ukur bagi tim HRD untuk menilai kualitas…

5 hari ago