kebijakan moneter

Pengertian Kebijakan Moneter, Tujuan, Jenis dan Instrumen

Pemerintah mengupayakan berbagai hal untuk mendukung perekonomian dalam negeri agar berjalan stabil. Salah satu cara yang digunakan lewat kebijakan moneter.

Apa arti dari kebijakan yang satu ini? Ingin tahu lebih lanjut mengenai kebijakan moneter? Simak terus ulasan dari LinovHR!

 

Apa Itu Kebijakan Moneter?

Kebijakan moneter adalah sebuah upaya agar sebuah sistem ekonomi secara makro dapat terkendali. Cara pengendaliannya adalah dengan mengelola berapa banyak persediaan dan peredaran uang di dalam sebuah sistem ekonomi. 

Untuk mengetahui lebih jauh tentang yang dimaksud kebijakan ini mari simak pengertian kebijakan moneter menurut beberapa ahli berikut ini:

 

  • M. Natsir: Kebijakan moneter adalah segala upaya yang dilakukan oleh bank sentral dalam usahanya untuk memberi pengaruh pada perkembangan variabel moneter. Variabel yang dimaksud diantaranya adalah suku bunga, jumlah uang yang beredar, nilai tukar, dan suku bunga kredit.
  • Muana Nanga: Kebijakan moneter merupakan kebijakan dari otoritas moneter berupa pengendalian tingkat suku bunga dan jumlah peredaran uang dengan tujuan memberi pengaruh pada permintaan agregat dan mengurangi kemungkinan timbulnya ketidakstabilan ekonomi. 
  • Perry Warjiyo: Kebijakan moneter menurut beliau adalah kebijakan dari bank sentral selaku pemegang otoritas moneter berupa agregat moneter untuk meraih perkembangan ekonomi. Cara meraih perkembangan tersebut dengan cara memperhatikan siklus kegiatan ekonomi, sifat ekonomi di dalam negara dan berbagai faktor ekonomi lainnya yang bersifat fundamental. 
  • Sadono Sukirno: Kebijakan moneter adalah langkah yang diambil oleh bank sentral untuk mempengaruhi banyaknya jumlah penawaran dan juga suku bunga dengan cara mengawasi investasi dan pinjaman yang dilakukan oleh bank perdagangan. 
  • Soeharsono Sagir: Kebijakan moneter adalah indikator yang menunjukkan kemampuan bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia untuk meraih sasaran tunggalnya. Sasaran tunggal Bank Indonesia adalah memelihara dan mencapai kestabilan nilai rupiah dalam bentuk terkendalinya inflasi dan nilai tukarnya. 

 

Baca Juga: Pengertian Lembaga Keungan, Fungsi dan Contoh

 

Tujuan Kebijakan Moneter

Segala kebijakan tentu memiliki tujuan. Terlebih lagi jika menyangkut ekonomi sebuah negara. Apa saja tujuan dari kebijakan ini? 

 

1. Mengendalikan inflasi

Inflasi adalah perubahan nilai tukar uang dengan objek pembelian. Contoh mudah adalah roti yang pada lima tahun lalu hanya seharga Rp 5,000 namun kini untuk mendapatkan roti yang sama harus mengeluarkan Rp 10,000. Diharapkan dengan dilakukan kebijakan ini maka tingkat inflasi dapat selalu terkendali. 

 

2. Menjaga Stabilitas Ekonomi

Stabilitas ekonomi adalah kondisi dimana kegiatan ekonomi dapat terus bertumbuh, terkendali dan berkelanjutan. Dengan adanya kebijakan ini diharapkan pertumbuhan arus uang dengan arus barang atau jasa dapat terus seimbang. 

 

3. Mengatur Nilai Tukar Mata Uang

Bank sentral dapat mencetak lebih banyak uang atau mencetak lebih sedikit uang untuk mempengaruhi nilai tukar mata uang domestik dengan mata uang asing. 

 

4. Menjaga Kestabilan Harga

Kebijakan ini juga memiliki tujuan menjaga kestabilan harga. Dengan kebijakan yang tepat masyarakat dapat memiliki kepastian bahwa harga saat ini akan sama atau tidak jauh berbeda dengan harga di masa yang akan datang. Hal kembali lagi kepada kebijakan untuk mengendalikan inflasi. 

 

5. Menurunkan Tingkat Pengangguran

Tujuan berikutnya dari dilakukan kebijakan ini adalah berusaha menurunkan tingkat pengangguran. Kebijakan yang dilakukan secara tepat akan membuat investor masuk dan kemudian membuka lapangan kerja yang luas sehingga pengangguran berkurang.

 

Baca Juga: Jenis dan Penyebab Pengangguran di Indonesia 

 

Fungsi Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter yang diambil memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

1. Terjaganya Iklim Investasi

Bank sentral berupaya menjaga iklim investasi dengan mengendalikan tingkat suku bunga. Tingkat suku bunga yang stabil akan menumbuhkan kepercayaan investor. 

 

2. Memperluas Peluang Kerja

Kebijakan moneter yang tepat akan menjamin kondisi ekonomi yang kondusif sehingga berbagai kegiatan ekonomi dapat berjalan baik. Kegiatan ekonomi yang baik otomatis akan memperluas peluang kerja. 

 

3. Memperbaiki Neraca Pembayaran

Apabila nilai ekspor mengalami surplus daripada impor maka dapat dikatakan neraca pembayaran secara nasional terhitung baik. Kebijakan yang satu ini dapat menurunkan kurs atau menstabilkan kurs diharapkan dapat membuat barang yang diproduksi di dalam negeri lebih murah dibandingkan dengan produk dari luar. 

Kondisi seperti ini akan meningkatkan daya saing produk hasil dalam negeri yang pada akhirnya akan menciptakan surplus pada neraca pembayaran. 

 

4. Mendorong Tingginya Pertumbuhan Ekonomi

Hampir serupa dengan perluasan lapangan kerja, jika kondisi ekonomi terus kondusif maka laju pertumbuhan ekonomi dapat terus menanjak. Jika siklus kegiatan ekonomi ini terus berjalan lancar maka lambat laun pertumbuhan ekonomi akan terus mencapai titik yang lebih tinggi dari sebelumnya. 

 

Baca Juga: Perkembangan Globalisasi Ekonomi di Indonesia

 

Instrumen Kebijakan Moneter

Terdapat beberapa instrumen di dalam kebijakan moneter. Instrumen kebijakan ini dibagi lagi menjadi kualitatif dan kuantitatif. 

 

Instrumen Kualitatif

Bank Indonesia memberikan himbauan kepada pimpinan bank umum agar berpartisipasi dalam mengamankan kebijakan Bank Indonesia. Beberapa kebijakan yang bersifat kualitatif ini antara lain berupa kredit selektif, bujukan moral dan lain-lain. 

 

Instrumen Kuantitatif

Wujud instrumen kebijakan moneter kuantitatif adalah kebijakan untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar dengan mengendalikan besaran moneter. Wujud instrumen kuantitatif antara lain:

 

  • Diskonto

Pemerintah mengeluarkan kebijakan menaikkan dan menurunkan tingkat bunga dengan tujuan mempengaruhi peredaran jumlah uang. Tingkat bunga yang diatur adalah tingkat bunga pinjaman yang diberikan oleh bank sentral kepada bank umum. 

 

  • Operasi Pasar Terbuka

Instrumen kuantitatif operasi pasar terbuka adalah kebijakan untuk mengatur peredaran jumlah uang dengan melakukan jual-beli surat berharga atau Sertifikat Bank Indonesia di pasar modal.

 

  • Syarat Cadangan Kas

Dalam hal ini pemerintah menetapkan jumlah cadangan kas minimum yang harus dimiliki oleh setiap bank. Apabila pemerintah ingin mengurangi peredaran uang maka jumlah cadangan minimum akan dinaikkan, begitu juga sebaliknya. 

 

Baca Juga: Mengenal NGO (Non Goverment Organization) dan Fungsinya

 

Jenis Kebijakan Moneter

Pada umumnya terdapat dua jenis kebijakan, yaitu:

 

1. Ekspansif

Kebijakan moneter ekspansif dilakukan terutama pada saat sebuah negara mengalami tingkat pengangguran yang cukup tajam atau ketika menghadapi resesi. 

Agar pertumbuhan ekonomi meningkat dan kegiatan ekonomi dapat berjalan maka otoritas moneter akan menurunkan tingkat suku bunga, Penurunan suku bunga ini akan membuat orang enggan menabung dan meningkatkan belanja konsumen. 

 

2. Kontraktif

Kebijakan kontraktif pada dasarnya adalah untuk menurunkan tingkat inflasi. Caranya adalah dengan mengurangi peredaran uang yang beredar dan menaikkan suku bunga. 

Resikonya memang dapat membuat jumlah pengangguran bertambah dan memperlambat laju ekonomi. Namun hal ini terkadang diperlukan untuk mendinginkan suhu ekonomi yang memanas. 

 

Itulah pembahasan mengenai kebijakan moneter. Mulai dari pengertian, tujuan, jenis dan instrumennya.  Dengan memahami kebijakan moneter diharapkan Anda dapat mengambil keputusan bisnis atau usaha yang tepat sesuai dengan kondisi inflasi dan ekonomi yang sedang terjadi. 

 

Referensi:

https://www.investopedia.com/terms/m/monetarypolicy.asp

https://www.bi.go.id/id/bi-institute/policy-mix/core/Documents/Kebijakan%20Moneter.pdf