inflasi

Inflasi : Penyebab & Pengaruhnya pada Karyawan dan Perusahaan

Inflasi memiliki efek besar pada perekonomian seluruh negara. Hal itu tidak hanya berdampak pada pemerintah, tetapi hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari orang kebanyakan.

Perekonomian dan tingkat penjualan yang tidak stabil dalam sebuah negara rentan menimbulkan naik turunnya harga-harga barang di pasaran, kondisi inilah yang sering disebut dengan istilah “Inflasi”. Inflasi akan sangat berpengaruh dalam menentukan harga barang-barang kebutuhan sehari-hari di pasaran. 

Sebagai pelaku bisnis, Inflasi juga sangat mempengaruhi kegiatan operasional sebuah perusahaan. Dan akhirnya, akan memicu terjadinya krisis ekonomi ringan hingga berat dalam suatu negara. Setiap negara harus mampu mencegah terjadinya inflasi karena dapat menimbulkan berbagai masalah yang tidak diinginkan.

Itulah mengapa, penting bagi kita untuk mempelajari lebih lanjut mengenai pengertian dari inflasi, penyebabnya, dan apa saja pengaruhnya terhadap karyawan & perusahaan.

 

Pengertian Inflasi

Inflasi adalah suatu kondisi perekonomian negara dimana terjadi kecenderungan kenaikan harga-harga barang/jasa secara umum dalam waktu yang panjang (continue) yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara arus uang dan barang. Kenaikan harga barang/jasa yang sifatnya sementara tidak termasuk dalam kategori inflasi, contohnya seperti : kenaikan harga yang terjadi menjelang hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Menurut Bank Indonesia (BI) yang bertindak selaku Bank sentral pemegang otoritas kebijakan moneter, inflasi berarti kenaikan harga secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Akan tetapi, kenaikan harga yang terjadi pada beberapa barang/jasa saja tidak dapat disebut inflasi, kecuali meluas atau menyebabkan kenaikan harga barang-barang lainnya. 

Inflasi atau kenaikan harga barang/jasa ini merupakan imbas dari naiknya biaya produksi, sudah dipastikan karena adanya kenaikan harga bahan baku serta upah buruh setiap tahunnya menjadikan biaya produksi kian membengkak.

Di sisi lain, meningkatnya jumlah permintaan barang padahal jumlah barang tetap mengakibatkan barang tersebut menjadi terbatas dan langka, yang akhirnya mengalami kenaikan harga. Adanya penambahan jumlah peredaran uang di pasaran yang dilakukan oleh pemerintah sebagai solusi untuk menutup kekurangan anggaran, juga memicu terjadinya inflasi. Logikanya, jika peredaran uang di pasaran sebanyak dua kali lipat, maka harga barang pun akan mengalami kenaikan seratus persen.

 

Penyebab Inflasi

Pastinya, inflasi tidak terjadi begitu saja, ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya inflasi. Beberapa faktor penyebab inflasi, diantaranya adalah sebagai berikut :

 

1. Meningkatnya Jumlah Permintaan Barang (Demand Pull Inflation)

Inflasi ini terjadi karena adanya peningkatan jumlah permintaan untuk jenis barang/jasa tertentu. Peningkatan jumlah permintaan barang/jasa yang dimaksud adalah apabila terjadi secara menyeluruh (agregat demand).

 

2. Bertambahnya Uang yang Beredar (Quantity Theory Inflation)

Inflasi yang terjadi karena jumlah uang yang beredar di masyarakat lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Dikatakan apabila jumlah barang tetap namun jumlah uang yang beredar lebih besar dua kali lipat, maka harga barang pun akan menjadi dua kali lipat lebih mahal atau mengalami kenaikan harga hingga seratus persen.

 

3. Kenaikan Biaya Produksi (Cost Push Inflation)

Penyebab inflasi ini adalah karena kenaikan biaya produksi dalam jangka waktu tertentu yang terjadi secara terus menerus atau disebabkan oleh desakan biaya produksi yang terus naik. Kenaikan harga bahan bakar adalah salah satu contoh kenaikan biaya produksi yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan-bahan baku.

 

4. Kenaikan Jumlah Penawaran dan Permintaan (Mixed Inflation)

Inflasi ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara jumlah penawaran dan permintaan. Ketika jumlah permintaan terhadap suatu barang/jasa bertambah, yang akhirnya mengakibatkan penyediaan barang dan faktor produksi menjadi turun. Sementara, pengganti barang/jasa tersebut terbatas atau tidak ada. 

Ketidakseimbangan inilah yang menyebabkan harga barang/jasa menjadi naik. Inflasi ini akan sangat sulit diatasi atau dikendalikan sampai adanya kenaikan supply akan suatu barang atau jasa lebih tinggi atau setidaknya setara dengan jumlah permintaan.

 

5. Struktur Ekonomi yang Kaku (Structural Theory Inflation)

Yang dimaksud dengan struktural ekonomi yang kaku adalah ketika produsen tidak bisa mencegah dengan cepat kenaikan jumlah permintaan yang diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk. Sehingga jumlah permintaan akan sulit untuk dipenuhi, dan akhirnya mengakibatkan kenaikan harga.

Inflasi ini terjadi karena permintaan atau daya tarik masyarakat yang kuat terhadap suatu barang/jasa tertentu, bisa juga karena munculnya keinginan berlebihan dari suatu kelompok masyarakat yang ingin memanfaatkan lebih banyak barang/jasa yang tersedia di pasaran. 

Beberapa faktor penyebabnya adalah :

  • Bertambahnya belanja pemerintah
  • Bertambahnya jumlah permintaan barang untuk diekspor
  • Bertambahnya jumlah permintaan barang untuk swasta

 

Pengaruh Inflasi Terhadap Karyawan & Perusahaan

Lazimnya, Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). IHK ditetapkan atas dasar survei biaya hidup yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS). Di Indonesia, Inflasi berdasarkan IHK dikategorikan dalam 7 kelompok pengeluaran, yaitu :

  1. Bahan makanan
  2. Makanan jadi, minuman, rokok
  3. Perumahan, biaya air, listrik, dan bahan bakar
  4. Sandang (pakaian)
  5. Biaya Kesehatan
  6. Pendidikan, rekreasi, dan olahraga
  7. Transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan

Pada umumnya, inflasi menunjukkan indeks harga konsumen yang mengalami peningkatan secara terus menerus. Kondisi ini mengakibatkan harga barang melambung tinggi sehingga menyulitkan rakyat kecil. Bagi yang berstatus sebagai karyawan sebuah perusahaan dengan jumlah pendapatan bulanan tetap, tentunya akan mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di saat kenaikan harga barang/jasa terjadi, mengingat kenaikan gaji tidak dapat diberikan secara langsung oleh perusahaan.

 

Laju inflasi setiap tahun biasanya diimbangi dengan kenaikan upah/gaji karyawan. Hal ini bertujuan agar karyawan tetap dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka dari itu, kenaikan gaji karyawan umumnya ditetapkan di atas angka inflasi. 

 

Baca Juga: Cara Tepat Menentukan Besar Kecilnya Gaji Karyawan

 

Dengan demikian, perusahaan harus benar-benar memperhatikan tingkat inflasi sebagai dasar peninjauan upah karyawan secara berkala. Karena, inflasi berfungsi sebagai parameter yang bisa memberi gambaran seberapa besar kenaikan harga kebutuhan hidup karyawan.

Bagi perusahaan, bagian keuangan perusahaanlah yang pertama kali akan mengalami dampak dari adanya inflasi. Inflasi akan memberikan dampak yang besar jika tidak segera dilakukan pencegahan dengan menerapkan kebijakan yang tepat.

 

Baca Juga: 10 Tanda Buruknya Manajemen Keuangan Perusahaan Anda

 

Inflasi ringan akan mendorong perekonomian negara menjadi semakin baik dengan adanya peningkatan pendapatan nasional. Akan tetapi, jika laju inflasi melebihi angka tiga puluh persen dan hampir mencapai seratus persen, maka keadaan perekonomian bisnis akan semakin kacau.

Jika laju inflasi melebihi angka seratus persen, maka akan mengakibatkan terjadinya penurunan investasi saham, defisit neraca pembayaran,  mendorong kenaikan suku bunga, spekulasi penanaman modal, terhambatnya pembangunan ekonomi, ketidakstabilan ekonomi, hingga menurunnya kesejahteraan masyarakat.

Kemampuan ekspor suatu negara akan berkurang ketika terjadi inflasi, karena biaya ekspor akan menjadi lebih mahal. Daya saing barang ekspor juga mengalami penurunan, yang pada akhirnya pendapatan negara dari devisa pun berkurang.

Nah, sekarang sudah lebih jelas bukan, bahwa dengan kebiasaan belanjamu saja bisa berdampak kepada perekonomian negara. Apalagi bagi perusahaan yang besar, tentunya sangat penting untuk melakukan pencatatan keuangan. 

Sebagai pengusaha, menyadari akibat dan tanda-tanda munculnya inflasi merupakan hal yang sangat penting bagi keberlangsungan bisnisnya. Karena inflasi dapat berpengaruh buruk pada sebuah usaha, mulai dari pengaruh kecil hingga besar. Gejala perekonomian seperti ini tidak mungkin dihilangkan secara tuntas, oleh karena itu, pintar-pintarlah dalam mengelola keuangan sebuah perusahaan.