PHK

Kewajiban Perusahaan Setelah Melakukan PHK

Dalam dunia bisnis, jika sebuah perusahaan mengalami gangguan keuangan maka biasanya akan melakukan PHK atau pemutusan hubungan kerja. Bagi seorang karyawan yang hidupnya bergantung pada pendapatan bulanan hal ini menakutkan. Jika kena PHK maka apa yang akan terjadi dengan keluarga, cicilan, kebutuhan hidup? Tidak usah takut jika Anda sedang dihantui oleh PHK. Jika Anda karyawan tetap, maka ada hak yang bisa diterima sebagai mantan karyawan.

Ada beberapa kewajiban yang harus dilakukan perusahaan kepada karyawan. Semuanya diatur dalam UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 pasal 156. Di dalamnya ada 3 hal yang harus dilakukan perusahaan saat melakukan PHK yaitu memberikan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.

 

1. Kewajiban Membayar Uang Pesangon

Saat perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja ke karyawan, maka mereka harus membayar uang pesangon. Uang pesangon adalah uang ganti rugi akibat pemutusan hubungan kerja. Dalam menghitung uang pesangon dapat dipastikan jumlahnya sesuai dengan tabel yang ada di Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003. Cara menghitung uang pesangon adalah:

  • masa kerja kurang dari satu tahun mendapatkan 1 bulan gaji

  • masa kerja 1-2 tahun mendapatkan 2 bulan gaji

  • masa kerja 2-3 tahun mendapatkan 3 bulan gaji

  • masa kerja 3-4 tahun mendapatkan 4 bulan gaji

  • masa kerja 4-5 tahun mendapatkan 5 bulan gaji

  • masa kerja 5-6 tahun mendapatkan 6 bulan gaji

  • masa kerja 6-7 tahun mendapatkan 7 bulan gaji

  • masa kerja 7-8 tahun mendapatkan 8 bulan gaji

  • masa kerja 8 tahun atau lebih mendapatkan 9 bulan gaji

Jadi tinggal dikalikan saja masa kerja Anda dengan gaji Anda setiap bulannya. Biasanya uang pesangon ini dapat Anda pakai untuk membuka usaha sendiri, jadi jangan salah menghitung ya.

 

Baca Juga: Begini Cara Menghitung Pajak Uang Pesangon

 

2. Kewajiban Memberi Uang Masa Kerja

Selain uang pesangon ada juga kewajiban perusahaan memberikan uang untuk masa kerja seorang karyawan karena biasanya yang terkena dampak PHK yang terburuk adalah pegawai atau karyawan yang sudah lama kerja. Dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003 pasal 156 ayat 3, hal uang penghargaan masa kerja ini diatur:

  • masa kerja 3 tahun, tetapi kurang dari 6 tahun, dibayarkan 2 bulan gaji

  • masa kerja 6 tahun, tetapi kurang dari 9 tahun, dibayarkan 3 bulan gaji

  • masa kerja 9 tahun, tetapi kurang dari 12 tahun, dibayarkan 4 bulan gaji

  • masa kerja 12 tahun, tetapi kurang dari 15 tahun, dibayarkan 5 bulan gaji

  • masa kerja 15 tahun, tetapi kurang dari 18 tahun, dibayarkan 6 bulan gaji

  • masa kerja 18 tahun, tetapi kurang dari 21 tahun, dibayarkan 7 bulan gaji

  • masa kerja 21 tahun, tetapi kurang dari 24 tahun, dibayarkan 8 bulan gaji

  • masa kerja di atas 24 tahun dibayarkan 10 bulan gaji

Cara perhitungan ini adalah cara termudah untuk menghitung uang penghargaan masa kerja.

 

3. Kewajiban Memberikan Uang Penggantian Hak Yang Seharusnya Diterima

Dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan juga diatur uang penggantian hak yang seharusnya diterima karyawan. Hal seperti pengganti cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur. Juga jika pekerja atau karyawan ini berasal dari daerah lain, maka perusahaan harus membayar biaya untuk pulang ke daerah asal. Juga penggantian perumahan dan pengobatan sebesar 15 persen dari uang pesangon dan atau dari uang penghargaan masa kerja.

 

Dengan adanya regulasi yang dibuat oleh pemerintah, maka perusahaan wajib memenuhi hak karyawannya yang di PHK. Dan untuk karyawan yang telah di PHK, anda berhak untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan yang dijamin hak-nya oleh undang-undang.