Ketentuan Pesangon PHK: Cara Menghitung dan Besarannya

.

Newslater

Newsletter

Isi Artikel

Bagikan Artikel Ini :

pesangon phk
Isi Artikel

Biasanya setelah tidak aktif bekerja lagi, pesangon adalah hal yang diandalkan seorang karyawan sambil memikirkan langkah-langkah yang akan diambil setelah resign atau di PHK.

Menurut arti katanya pesangon adalah uang yang diberikan sebagai bekal kepada karyawan yang diberhentikan dari pekerjaan dalam rangka pengurangan tenaga kerja ataupun karyawan yang resign.

Terkadang ada pemahaman yang keliru tentang uang pesangon ini. Sering kali karyawan atau pegawai berselisih paham dengan pihak perusahaan tempat mereka bekerja karena urusan uang pesangon.

Tak jarang berbuntut dengan demonstrasi atau yang lebih parah sampai di meja hijau. Ini yang harus dipahami oleh pihak perusahaan dan karyawan yang bekerja dari awal terjalin proses kerja sama di antara mereka.

Jika Ada seorang karyawan yang mengundurkan diripun, tidaklah perlu takut memikirkan uang pesangon, karena semua peraturannya sudah ada di UU Ketenagakerjaan yang diatur oleh pemerintah.

Lalu berapa jumlah pesangon PHK yang mengacu pada peraturan tersebut? Untuk lebih jelasnya simaklah artikel di bawah ini!

 

 

Kriteria Pengurangan Pesangon Korban PHK

Terdapat 7 kriteria dimana perusahaan dapat mengurangi jumlah pesangon kepada pekerja korban PHK, antara lain adalah:

  1. Perusahaan telah diambil alih yang mengakibatkan perubahan aturan dan syarat kerja dan pekerja/buruh tidak bersedia untuk melanjutkan hubungan kerja.
  2. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat perusahaan telah mengalami kerugian sehingga mengharuskan perusahaan melakukan efisiensi.
  3. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena perusahaan telah ditutup akibat kerugian secara terus menerus selama 2 tahun, atau mengalami kerugian tidak secara terus menerus selama 2 tahun.
  4. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat force majeure atau perusahaan ditutup karena keadaan memaksa.
  5. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena perusahaan melakukan penundaan kewajiban membayar utang yang disebabkan perusahaan mengalami kerugian.
  6. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena perusahaan telah pailit.
  7. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena pekerja atau karyawan telah melanggar ketentuan yang telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja sama yang sebelumnya telah diberikan peringatan 1, 2, hingga 3 secara berturut-turut.

 

Jika terdapat perusahaan mengalami kejadian seperti yang sudah disebutkan di atas, maka jumlah pesangon yang diberikan hanya sebesar 50% atau setengah dari besaran upah.

Selain itu, pekerja juga bisa mendapatkan uang pengganti atau uang penghargaan selama masa kerja sebesar satu kali.

 

Baca Juga : Beberapa  Alasan Perusahaan Melakukan PHK

 

Jumlah Pesangon Pekerja Korban PHK

Besaran pesangon PHK telah diatur dalam pasal 40 ayat 1 yang menjelaskan bahwa dalam pemutusan hubungan kerja, perusahaan wajib memberikan uang pesangon atau uang penghargaan masa kerja dan juga uang pengganti yang seharusnya diterima.

Selanjutnya, pada ayat 2 dijelaskan bahwa jumlah pesangon PHK dapat dihitung berdasarkan masing-masing masa waktu kerja karyawan, yaitu sebagai berikut:

  1. Masa kerja tidak lebih dari 1 tahun, pesangon 1 bulan gaji;
  2. Masa kerja 1 tahun atau lebih namun kurang dari 2 tahun, pesangon 2 bulan gaji;
  3. Masa kerja 2 tahun atau lebih namun kurang dari 3 tahun, pesangon 3 bulan gaji;
  4. Masa kerja 3 tahun atau lebih namun kurang dari 4 tahun, pesangon 4 bulan gaji;
  5. Masa kerja 4 tahun atau lebih namun kurang dari 5 tahun, pesangon 5 bulan gaji;
  6. Masa kerja 5 tahun atau lebih namun kurang dari 6 tahun, pesangon 6 bulan gaji;
  7. Masa kerja 6 tahun atau lebih namun kurang dari 7 tahun, pesangon 7 bulan gaji;
  8. Masa kerja 7 tahun atau lebih namun kurang dari 8 tahun, pesangon 8 bulan gaji;
  9. Masa kerja selama 8 tahun atau lebih, akan mendapatkan pesangon 9 bulan gaji;

 

Selain uang pesangon, terdapat uang penghargaan masa kerja yang bisa didapatkan dengan ketentuan seperti berikut:

 

Perhitungan Uang Penghargaan

 

Baca juga: Di-PHK Sepihak Perusahaan? Ini yang Harus Kamu Lakukan

 

Perhitungan Pesangon PHK

Berdasarkan ketentuan di pembahasan sebelumnya, berikut adalah cara menghitung pesangon PHK.

Bambang di-PHK Perusahaan dengan masa kerja 2 Tahun 3 Bulan dengan Gaji Pokok + Tunjangan sebesar Rp3.000.000 maka untuk perhitungan pesangon yang berhak diterima Bambang:

  1. Uang Pesangon = 3 x Rp3.000.000 = Rp9.000.000

  2. Uang Masa Kerja di bawah 3 tahun tidak dapat

  3. Uang Pesangon + Uang Masa Kerja = Rp9.000.000

 

Perbedaan Pesangon Karena PHK dan Resign Kerja

Terdapat perbedaan ketentuan dari pesangon yang akan diberikan ke karyawan yang resign dan juga diputus hubungan kerja (PHK). Berikut beberapa di antaranya:

 

Pesangon Karyawan PHK

Ketentuan pemberian uang pesangon oleh pengusaha kepada karyawannya sehubungan dengan PHK, penghargaan masa kerja maupun uang penggantian hak diatur dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Pasal 156 Ayat (1) tentang Ketenagakerjaan yang berbunyi,

 

“Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.”

 

Perlu juga dipahami pengusaha yang harus memberikan pesangon kepada karyawannya adalah semua perusahaan swasta, dan perusahaan milik negara, perseorangan dan berbadan hukum.

Ada perbedaan dari karyawan yang resign dan karyawan di PHK. Supaya lebih bisa memahami apa saja yang didapat oleh karyawan resign atau karyawan PHK.

 

Baca juga: Begini Cara Menghitung Pajak Uang Pesangon

 

Pesangon Karyawan Resign

Untuk karyawan resign biasanya tidak mendapatkan uang pesangon dan uang penghargaan masa kerja. Ini dikarenakan karyawan resign bukanlah diberhentikan kerja oleh perusahaan tetapi atas keinginan diri sendiri.

Biasanya karyawan resign bukannya ada kepentingan dengan perusahaan tetapi untuk kepentingan karyawan itu sendiri.

Besarnya uang penggantian hak dapat dilihat dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Pasal 156 ayat (4). Uang Pergantian Hak biasanya terdiri dari:

 

  • Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur.
  • Biaya atau ongkos pulang untuk karyawan dan keluarganya ke tempat di mana pekerja/buruh diterima bekerja.
  • Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% (lima belas perseratus) dari uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat sesuai perjanjian awal karyawan dengan perusahaan saat bekerja.

 

Melihat dari aturan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa perusahaan dapat melakukan PHK pekerja atau buruh tanpa memberikan pesangon yang penuh.

Namun, hal tersebut baru bisa dilakukan jika perusahaan mengalami beberapa kondisi yang sudah disebutkan pada penjelasan di atas.

Dari penjelasan artikel ini, semoga HRD dan pihak bisa lebih bijak lagi dalam menangani pemutusan hubungan kerja (PHK) dan tidak lupa untuk memenuhi beberapa hak yang harus diberikan sesuai dengan ketentuan aturan yang berlaku.

 

Payroll LinovHR
Aplikasi Payroll

 

Karena masalah pesangon ini sangat sensitif bagi perusahaan dan karyawan, maka tentunya perusahaan harus memiliki perhitungan yang cermat dan menghindari kesalahan yang bisa menyebabkan konflik antara karyawan dan perusahaan.

Untuk itu, penting bagi perusahaan Anda untuk memiliki aplikasi payroll yang mumpuni dalam mengelola uang pesangon karyawan Anda.

Dimulai dari perhitungan gaji, aplikasi ini dapat merumuskan perhitungan secara praktis, hanya dengan sekali klik dan laporan slip elektronik sudah jadi.

Manfaatkan penggunaannya dengan mengajukan demo aplikasi ini sekarang!

Tentang Penulis

Admin LinovHR
Admin LinovHR

Akun Admin dikelola oleh tim digital sebagai representasi LinovHR dalam menyajikan artikel berkualitas terkait human resource maupun dunia kerja.

Bagikan Artikel Ini :

Related Articles

.

Newslater

Newsletter

Tentang Penulis

Admin LinovHR
Admin LinovHR

Akun Admin dikelola oleh tim digital sebagai representasi LinovHR dalam menyajikan artikel berkualitas terkait human resource maupun dunia kerja.

Artikel Terbaru

Telusuri informasi dan solusi HR di sini!

Subscribe newsletter LinovHR sekarang, ikuti perkembangan tren HR dan dunia kerja terkini agar jadi yang terdepan di industri

Newsletter