outplacement

Outplacement: Menempatkan Karyawan Setelah Melalui PHK

Tidak ada satupun karyawan yang ingin di-PHK. Pihak perusahaan biasanya akan merasa sulit untuk memberhentikan karyawan khususnya jika dalam situasi yang cukup pelik. Outplacement pun menjadi alternatif yang dapat digunakan perusahaan ketika terpaksa harus memberhentikan karyawan. 

Outplacement adalah manfaat yang diberikan perusahaan setelah melakukan PHK atau perampingan karyawan dengan tujuan untuk membantu para mantan karyawan kembali mendapatkan pekerjaan. Karyawan yang baru saja diberhentikan dari perusahaan akan diarahkan dan disalurkan untuk bekerja di perusahaan lain. Sehingga kesejahteraan hidup karyawan tetap terjamin. 

 

Kenapa Perusahaan Melakukan Outplacement untuk Karyawan?

Apapun alasan perusahaan untuk memberhentikan karyawan, PHK akan berdampak besar kepada mental karyawan. Outplacement bisa dikatakan sebagai layanan untuk mengurangi dampak psikologis kepada karyawan yang di-PHK.  

Terdapat alasan mengapa perusahaan melakukan outplacement untuk karyawan.

 

1. Membantu Untuk Transisi Karir

Setelah terkena PHK dari perusahaan, karyawan akan berpikir bagaimana cara mendapatkan pendapatan di bulan depan.

Untuk itu, alasan mengapa perusahaan melakukan outplacement adalah untuk membantu para karyawan pada saat masa transisi untuk mendapatkan karir baru yang lebih baik. 

Karena pada layanan ini, karyawan akan mendapatkan berbagai pelatihan yang bisa membentuk dan meningkatkan kemampuan mereka agar bisa lebih siap untuk menerima tantangan pekerjaan baru.

 

2. Mempercepat Proses Mendapatkan Kerja

Karyawan yang mendapatkan layanan outplacement dari perusahaan akan lebih cepat mendapatkan pekerjaan dari pada mereka yang tidak diberikan.

Melalui outplacement, para mantan karyawan akan mendapatkan dukungan ke penempatan kerja yang paling efektif dengan cara memberikan sebanyak mungkin informasi mengenai semua hal yang mereka butuhkan meliputi pelatihan, peluang karir di masa depan, panduang keuangan, dan hal lain dalam agenda mencari kerja.

 

3. Masih Memiliki Tanggung Jawab kepada Karyawan

Karyawan yang terkena PHK sebagian besar bukanlah kesalahan para karyawan, tetapi memang terdapat perampingan karyawan yang sedang dilakukan. Maka dari itu, perusahaan masih memiliki rasa tanggung jawab dengan melakukan outplacement untuk karyawan.

Selain rasa tanggung jawab, hal ini dilakukan untuk melindungi reputasi perusahaan sebagai mantan majikan atau pengusaha, menghindari terjadinya tuntutan hukum jika karyawan mengajukan gugatan hukum ke pengadilan, dan juga untuk mengurangi tanggung jawab perusahaan untuk membayar kompensasi.

 

Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan Karyawan Jika Mengalami PHK Sepihak? 

 

Bagaimana Cara Melakukan Outplacement?

Berikut ini terdapat cara yang bisa dilakukan perusahaan untuk melakukan outplacement.

 

Tentukan Siapa Saja Karyawan Secara Hati-Hati

Sangat penting untuk menentukan dalam memutuskan karyawan yang harus diberhentikan dan menentukan siapa saja termasuk mendapatkan bantuan. Pada banyak kasus, setiap departemen perlu melihat dan melakukan evaluasi untuk memilih keterampilan, wawasan, dan nilai yang tersedia untuk perusahaan.

 

Kirim Surat Pemberitahuan di bawah UU yang Berlaku 

Pada surat pemberitahuan ini, perusahaan harus memberitahu karyawan jika mereka akan mengalami pemutusan akan permanen atau sementara, tanggal pemisahan yang diinginkan, dan jika karyawan tersebut bisa ditarik kembali atau memenuhi syarat untuk mendapatkan peluang kerja di masa yang akan datang. 

Perusahaan juga harus memberikan surat peringatan tertulis kepada agen penyedia layanan outplacement agar dapat menyiapkan hal-hal yang dapat mendukung penempatan kerja para mantan karyawan.

 

Pratinjau Manfaat yang Diberikan Kepada Seluruh Karyawan

Sebelum melakukan PHK, ada baiknya apakah perusahaan telah memberikan manfaat kepada seluruh karyawannya. Manfaat juga merupakan bentuk tanggung jawab dan kewajiban perusahaan kepada para karyawannya. Jangan sampai selama mempekerjakan karyawan tidak sama sekali menerima manfaat dari perusahaan. 

 

Memberikan Seluruh Pembayaran Pesangon dan Opsi Manfaat

Perusahaan harus memberikan informasi secara detail tentang pembayaran pesangon, bonus, serta opsi tunjangan pada untuk karyawan. Hal ini bisa dikoordinasikan antara layanan outplacement dengan perusahaan yang terlibat. Hal ini sebagai penunaian kewajiban perusahaan ketika memberhentikan karyawan, yakni memberikan pesangon. 

 

Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan Karyawan Saat Pembayaran Pesangon Kurang? 

 

Rujuk Para Karyawan Terpilih pada Layanan Outplacement

Jika perusahaan telah menentukan karyawan terpilih untuk mendapatkan layanan ini, berikan instruksi tentang cara mengakses layanan outplacement ini. Anda bisa memberikan kontak yang bisa mereka hubungi serta tata cara untuk mengaksesnya. Perusahaan harus memastikan seluruh karyawan telah menyediakan CV terbaru agar vendor layanan outplacement dapat mencocokan individu dengan karir.

 

Adakan Sesi Layoff Secara Personal

Dampak dari PHK adalah dapat memberikan rasa traumatis bagi karyawan untuk memulai mencari atau mendapatkan pekerjaan. Banyak karyawan merasa malu dan kecewa jika diberhentikan dari perusahaan. Maka dari itu,  perusahaan harus memberi tahu secara empat mata atau personal. 

HRD dapat mengembalikan semangat mereka dalam memulai kembali membangun karir. Pada kesempatan ini, karyawan yang diberhentikan akan mendapatkan dukungan dan juga solusi yang bisa mereka lakukan di kemudian hari. Berikan informasi juga mengenai tempat baru yang akan mempekerjakan karyawan lama. 

Divisi HRD tentu saja memiliki peran dan tugas yang cukup banyak untuk melakukan pengelolaan karyawan. Ada kalanya beban kerja HRD pun menumpuk dan menghambat kinerja HRD. Akibatnya, pengelolaan karyawan ikut terhambat. 

 

performance review

Untuk menghindari hal tersebut, Software HRD LinovHR merupakan solusi yang tepat untuk pengelolaan karyawan perusahaan yang efektif dan efisien. Software HRD dari LInovHR menawarkan berbagai kemudahan untuk mensukseskan manajemen dan pengelolaan karyawan perusahaan Anda seperti proses rekrutmen yang terencana, pelatihan karyawan, manajemen data karyawan yang efektif, pembuatan jadwal kerja, perhitungan gaji, hingga penilaian kinerja karyawan.

Keputusan perusahaan untuk memberhentikan karyawan merupakan hal yang cukup sulit. Outplacement menjadi jalan tengah untuk karyawan dan perusahaan, yakni sistem  penempatan pada sejumlah karyawan setelah menerima pemutusan hubungan kerja.