KPI HRD

7 KPI untuk HRD yang Wajib Dipahami

Anda sebagai staff HRD bertugas untuk mengelola kinerja karyawan. Dari pengelolaan tersebut, HRD biasa menggunakan berbagai macam Key Performance Indicator (KPI) yang disusun sedemikian rupa untuk memantau perkembangan karyawan. Sehingga jika terjadi penurunan performa, divisi HR bisa segera melakukan tindakan yang tepat.

Berikut ini terdapat 7 poin KPI yang harus dipahami oleh HRD. Untuk selengkapnya, langsung simak artikel di bawah ini! 

 

eNPS (Employee Net Promoter Score)

eNPS (Employee Net Promoter Score) merupakan sebuah metrik yang dapat menilai kepuasan karyawan dengan melihat tingkat loyalitas serta seberapa besar karyawan merekomendasikan tempat kerja kepada orang lain. Jika karyawan tidak menyarankan orang lain untuk bekerja di tempatnya, maka hal itu bisa menjadi masalah bagi perusahaan. 

Dalam matrik KPI ini, eNPS merupakan pengukuran yang paling mudah dilakukan. Anda cukup membuat pertanyaan seperti “Dari skala 0-10, seberapa besar kemungkinan Anda (karyawan) untuk merekomendasikan perusahaan ini kepada orang lain?”.

eNPS biasa digunakan dalam survey untuk mengetahui tingkat keterikatan dan kepuasan kerja karyawan. Namun, mengadakan survey serentak untuk semua karyawan pasti akan memakan waktu lama dan sulit mengelola hasilnya. 

 

LinovHR hadir melalui modul performance management untuk membantu pengelolaan survey karyawan jauh lebih praktis dan efektif. Jadi, HRD bisa mengadakan survey lebih sistematis. Hubungi tim kami untuk informasi lebih lanjut tentang performance management dari LInovHR! 

 

Absensi

Rasio tingkat ketidakhadiran karyawan yang tinggi menjadi masalah besar yang harus diperbaiki oleh perusahaan. Tingkat absensi yang tinggi juga menjadi indikator bahwa budaya kerja yang buruk mulai berkembang. 

 

Baca Juga Rekomendasi Aplikasi Karyawan berbasis Android

 

Walaupun karyawan memiliki alasan yang kuat mengapa mereka tidak hadir, sebagai HRD Anda harus memantau secara cermat dan membuat persentase kehadiran serta ketidakhadiran karyawan sebulan sekali secara teratur. Setelah itu, lakukan peninjauan strategi dan peraturan baru untuk meningkatkan kedisiplinan karyawan. 

 

Pelatihan Karyawan

Investasi dalam pelatihan kerja karyawan merupakan hal yang penting. Namun,  bukan berarti Anda harus mengeluarkan banyak biaya untuk melakukan program pelatihan yang tidak sesuai dengan kebutuhan karyawan. Tetapi jika terlalu sedikit juga, Anda akan sulit untuk mengelola karyawan. 

Maka dari itu, HRD harus memantau dengan seksama apakah pelatihan yang sudah dilakukan berhasil atau tidak. Cara ini bisa menjadi metode efektif untuk meningkatkan skill para karyawan dan menumbuhkan bakat baru yang terpendam.

 

Lama Waktu Kerja Pada Suatu Posisi

Lama waktu kerja pada pembahasan ini bukanlah durasi waktu kerja selama sehari, melainkan berkaitan dengan ketahanan suatu karyawan pada posisi mereka pada perusahaan. Jika selama bekerja karyawan tidak diberikan kesempatan untuk promosi pangkat atau merubah status kerja, hal ini akan berpotensi besar para karyawan untuk keluar dan mencari perusahaan lain yang menjanjikan kenaikan karir yang lebih baik.

Anda harus mengukur rata-rata lama waktu kerja karyawan pada suatu posisi. Kemudian, Anda bisa menentukan waktu yang tepat untuk melakukan promosi pangkat kepada karyawan yang menunjukkan peningkatan kinerja dan prestasi kerja. Selain itu, Anda juga bisa menentukan kapan waktu terbaik untuk mengadakan program rekrutmen.

 

Baca Juga : Mudahkan Rekrutmen dengan Aplikasi Rekrutmen Karyawan LinovHR

 

Rata-Rata Waktu untuk Mencapai Target Kerja

Rata-rata waktu yang dibutuhkan karyawan untuk mencapai target kerja dapat menjadi pengukur tingkat efisiensi kinerja pada setiap karyawan. Dengan mengetahui rata-rata waktu tersebut, Anda bisa memberikan tugas kepada karyawan dengan rentang waktu yang sesuai dengan beban kerja. 

Jika karyawan bisa menyelesaikan tugas tepat waktu, maka mereka lolos pada poin ini. Namun jika mereka tidak bisa menyelesaikannya, menandakan bahwa terdapat hambatan kerja dan Anda harus mencari penyebabnya untuk menawarkan solusi yang tepat.

 

Rata-Rata Waktu untuk Mengisi Posisi

Saat melakukan proses rekrutmen, manajemen perusahaan harus menentukan estimasi waktu yang dibutuhkan sampai posisi itu bisa terisi. Jika terdapat posisi yang belum terisi pada waktu yang cukup lama, terdapat beberapa penyebabnya. Pertama kesalahan yang disebabkan pada sumber daya manusia atau pada manajemen perusahaan. Jadi, Anda bisa mengetahui apakah manajemen penanganan karyawan telah bekerja secara baik atau belum.

 

Tingkat Kegagalan 3 Bulan Masa Percobaan

Sebagian besar perusahaan menerapkan masa percobaan karyawan selama 3 bulan sebelum mengangkatnya menjadi karyawan tetap. Namun, masa ini tidak bisa melindungi perusahaan Anda jika terjadi kerusakan yang ditimbulkan karyawan dengan kinerja yang buruk. 

Tentu saja hal tersebut hanya membuang waktu, tenaga, serta biaya untuk masa percobaan karyawan. Agar hal ini tidak terjadi lagi, Anda harus mencatat berapa kali karyawan gagal selama masa percobaan 3 bulan. Catatlah kesalahan apa yang mereka perbuat agar Anda bisa meminimalisir pada masa percobaan karyawan berikutnya.

Karyawan merupakan faktor untuk melancarkan proses kerja dan mencapai tujuan perusahaan.  Pengelolaan karyawan bisa dilakukan dengan lancar jika divisi HRD memahami KPI atau Key Performance Indicator dengan baik. Semoga ulasan mengenai KPI untuk HRD ini bisa membantu Anda untuk melakukan pengelolaan karyawan yang lebih maksimal.