manajemen kinerja sdm

Aspek Penting yang HRD Wajib Pahami Tentang Manajemen Kinerja SDM

Divisi HR mempunyai tanggung jawab yang cukup besar dalam mengelola kinerja Sumber Daya Manusia (SDM). Adanya perkembangan yang kian pesat membuat HRD dituntut harus up-to-date dengan perubahan yang ada. Sebab, tren tenaga kerja selalu akan berubah dari waktu ke waktu. Dibutuhkan pemahaman yang menyeluruh dan berkembang mengenai manajemen kinerja SDM. 

Berkaitan dengan hal tersebut, LinovHR akan mengulas beberapa aspek penting yang HRD wajib pahami tentang manajemen kinerja SDM. apa saja aspek tersebut? Mari kita kupas satu-satu! 

 

Kesehatan Mental Karyawan

Isu kesehatan mental kian hangat di tengah hantaman pandemi COVID-19 di seluruh dunia. Para karyawan pun tak luput dari rasa cemas dan khawatir dengan adanya fenomena ini, ditambah beban kerja yang kian beragam. Stress yang dialami karyawan bisa berubah menjadi sindrom burn out dan akan mengganggu pekerjaan inti. 

Fenomena ini diperkuat dengan survei yang diadakan oleh Indeed, sebuah situs pencarian kerja asal Amerika Serikat. Dari  survei yang disebarkan kepada 1,500  karyawan di Amerika Serikat, 52% karyawan mengalami burn out di awal 2021. Angka ini meningkat jika dibandingkan survei yang disebarkan oleh Indeed sebelum pandemi berlangsung, dimana survei menunjukkan 43% karyawan mengalami burnout. 

Stress memang wajar selama bekerja, tetapi berbahaya jika tak terkendali. Alih-alih tidak peduli dan menganggapnya sebagai hal yang lumrah, HRD dapat melakukan pendekatan khusus kepada karyawan untuk mendukung manajemen stress yang baik serta menjaga kesehatan mental karyawan. 

Tawarkan tempat bercerita seputar kendala selama bekerja dan sebisa mungkin tawarkan solusi yang berguna untuk kepentingan bersama. Jika memungkinkan, mengadakan program konseling dengan psikolog yang kredibel juga dapat dilakukan. 

 

Perubahan Pola Kerja

Tak hanya kesehatan mental, pandemi COVID-19 ikut merubah pola kerja di seluruh perusahaan dunia. Para pimpinan perusahaan harus memutar otak bagaimana cara menjaga keberlangsungan bisnis tetapi tidak mengorbankan kesehatan para karyawan. 

Untuk inilah peranan HRD dibutuhkan. HRD bisa mulai menyusun strategi pola kerja, bisa dari rumah / work from home sepenuhnya atau diselingi bekerja dari kantor. Semua diserahkan kembali dengan kesepakatan perusahaan, sebab tidak semua pekerjaan dapat dilakukan di rumah. 

Untuk memudahkan HRD dalam memantau kehadiran dari jarak jauh, perusahaan dapat mulai mempertimbangkan implementasi aplikasi absensi yang akan membantu karyawan mencatatkan kehadiran selama mereka bekerja dari rumah. 

LinovHR menyediakan aplikasi absensi dengan fitur dan tampilan yang user friendly. Klik di sini untuk info lebih lanjut! 

 

Pengelolaan Kompensasi dan Benefit

Memberikan kompensasi sudah menjadi kewajiban perusahaan kepada karyawan. Perlu diperhatikan bahwa hampir setiap tahun pemerintah selalu menetapkan regulasi terbaru mengenai upah minimum yang diberikan kepada karyawan. Hal ini perlu diperhatikan oleh HRD agar nantinya perusahaan tidak berhadapan dengan permasalahan hukum. 

 

Baca Juga: Hal Apa Saja yang HRD Pertimbangkan dalam Menentukan Kenaikan Gaji? 

 

Tidak lupa pula pertimbangkan soal sistem benefit. Adanya pandemi COVID-19 membuat perusahaan harus lebih selektif dan teliti dalam memberikan benefit kepada karyawan. Jangan sampai justru merugikan perusahaan, tetapi jangan sampai tidak memberikan benefit apapun kepada karyawan yang sepantasnya. Karena benefit merupakan salah satu value unggulan perusahaan di mata karyawan. 

 

Otomatisasi Tugas Administrasi

Semakin kompleksnya isu yang dihadapi HRD dalam manajemen kinerja SDM membuat HRD harus fokus dengan tugas analisis dan strategis yang membutuhkan fokus tinggi. Maka dari itu, sudah saatnya HRD meninggalkan pengelolaan tugas administrasi secara manual. 

Software HRD dari LinovHR dapat mewujudkan otomatisasi tugas repetitif dan administrasi HRD yang awalnya berjalan lambat menjadi cepat dan efektif. Mulai dari penggajian, penilaian kinerja, laporan absensi, dan sebagainya bisa selesai dalam waktu singkat tanpa mengurangi keakuratan dengan bantuan sistem manajemen informasi SDM. Sehingga HRD bisa memfokuskan diri kepada tugas lain yang akan mendukung perkembangan kualitas SDM.  

 

Manajemen Kinerja 

Setelah memastikan bahwa pengelolaan tugas repetitif dan administrasi berjalan lancar, maka saatnya HRD merumuskan aspek manajemen kinerja. Perubahan pola kerja dan dinamika bisnis menuntut HRD harus merumuskan manajemen kinerja seefektif mungkin. 

 

Baca Juga: Kiat Bekerja dari Rumah untuk Para Manajer Profesional

 

Contohnya, HRD bisa hadir untuk membantu pemecahan solusi konflik internal antara karyawan dan manajer. Sehingga masalah yang ada tidak mempengaruhi projek yang sedang berjalan. 

Contoh lainnya adalah manajemen dan penilaian kinerja. Tujuan utama HRD mengadakan penilaian kinerja rutin adalah untuk memantau dan membantu perkembangan performa karyawan. Agar lebih akurat, perusahaan dapat menggunakan modul performance management dari Software HRD yang akan memfasilitasi penilaian kinerja karyawan. Dari situlah HRD akan melihat laporan kinerja yang ada dan menggunakannya sebagai landasan analisis. 

Manajemen kinerja SDM memang tidak mudah, khususnya di masa pandemi COVID-19. Perusahaan bersama HRD harus siap untuk menghadapi segala tantangan dalam manajemen tenaga kerja sehingga mampu menjaga kelangsungan bisnis. Semoga ulasan di atas mampu membantu pengelolaan karyawan di perusahaan Anda! 

 

Referensi: 

https://blog.swbc.com/businesshub/trending-hr-topics-to-pay-attention-to-in-2021

https://www.businessnewsdaily.com/9383-future-of-hr.html