manajemen kontruksi

Manajemen Konstruksi: Pengertian, Tujuan, dan Tahapan

Saat melakukan manajemen konstruksi proyek, terdapat beberapa tahapan serta aspek yang digunakan. Pelaksanaan manajemen proyek konstruksi harus dilakukan pengawasan pada setiap tahapan agar bisa menghasilkan hasil fisik yang maksimal. Lalu apa itu manajemen konstruksi? Bagaimana tahapannya dan apakah tujuan dari manajemen tersebut?

Untuk menemukan jawabannya simaklah ulasan di bawah ini.

 

Pengertian Manajemen Konstruksi

Manajemen konstruksi adalah sebuah jasa layanan profesional dengan menggunakan teknik manajemen proyek khusus untuk memantau perencanaan, desain, serta konstruksi proyek dari awal hingga akhir proses. Atau dalam penjelasan lain ialah ilmu yang mempelajari dan mengimplementasikan seluruh aspek manajerial dan teknologi industri konstruksi.

Manajemen konstruksi menjadi modal awal yang dikeluarkan oleh konsultan konstruksi dalam melayani konsultasi serta memberikan saran dan bantuan saat pembangunan suatu proyek.

Proses manajemen konstruksi akan dipegang penuh oleh seorang manajer konstruksi. Terdapat 7 kategori utama dari tanggung jawab manajer konstruksi yang dinyatakan oleh Construction Management Association of America (CMAA), yaitu:

  1. Perencanaan proyek
  2. Harga
  3. Waktu
  4. Kualitas
  5. Administrasi kontrak
  6. Keselamatan
  7. Praktik professional

 

Tujuan Manajemen Konstruksi

Pada dasarnya, manajemen konstruksi memiliki 3 tujuan utama. Antara lain:

  • Mengelola dan mengontrol seluruh kegiatan proyek agar bisa dilakukan secara hemat dari segi waktu dan biaya hingga mendapatkan kualitas proyek yang diinginkan dan dapat dipertanggung jawabkan. Agar hal tersebut bisa direalisasikan adalah dengan mengatur kegiatan tumpang tindih atau overlap.
  • Agar biaya proyek tidak dibebani oleh biaya ganda (overhead) dan juga profit jika konstruksi proyek dilakukan dengan sistem kontraktor utama yang membawahi sub-sub kontraktor.
  • Untuk mengefisiensi jalur-jalur komunikasi dengan menghapus tahapan-tahapan yang tidak efisien.

Baca Juga : Pengertian dan Ciri-Ciri Perusahaan Konstruksi di Indonesia

 

Tahapan Manajemen Konstruksi

Terdapat 5 tahapan operasional saat melakukan manajemen konstruksi proyek.

 

1. Inisiasi 

Sebelum melaksanakan proyek, seorang yang bertugas menjadi manajer konstruksi akan membuat laporan kelayakan proyek. Laporan tersebut nantinya akan diajukan kepada pemangku kepentingan untuk menentukan apakah proyek dapat dilanjutkan sesuai dengan rencana.

Jika seluruh pihak menyetujuinya, manajer akan mengumpulkan seluruh dokumen inisiasi proyek yang terdiri dari ruang lingkup dan kebutuhan bisnis.

 

2. Perencanaan 

Setelah inisiasi, manajer proyek akan membuat perencanaan yang terdiri dari informasi terkait beberapa aspek penting pada proyek seperti alur kerja hingga estimasi biaya. Tahap perencanaan cukup memakan proses yang cukup panjang dan tidak pernah berakhir hingga proyek selesai, karena saat pelaksanaan selalu ada perubahan.

 

3. Eksekusi 

Pada tahap eksekusi, proyek konstruksi dimulai. Tahap ini terdiri dari dua proses, pertama pelaksanaan dan pengendalian. Selama tahap ini berlangsung, tim proyek terus memantau dan memastikan jika semua tugas berjalan sebagaimana mestinya. Terdapat juga agenda rapat teratur untuk mematuhi setiap aspek pembangunan konstruksi.

 

4. Pemantauan

Di tahap pemantauan, manajer konstruksi akan memberikan sebagian besar waktu dan tenaganya untuk memantau jalannya proyek dan menyesuaikan jadwal proyek dengan perubahan dan hambatan-hambatan yang muncul. Hal ini dilakukan agar mempertahankan kendali pada proyek.

 

5. Penutupan 

Penutupan menjadi tahapan terakhir. Di tahap penutupan atau penyelesaian ini, manajer konstruksi akan memeriksa apakah proyek telah sesuai dengan tujuan awal dana apakah pembangunan proyek dapat diselesaikan berdasarkan estimasi anggaran awal.

Selanjutnya, manajer proyek akan menyusun laporan dan menampilkan hasil akhir dari proyek untuk menjadi pengetahuan dan wawasan untuk pembangunan proyek selanjutnya.

 

Aspek dalam Manajemen Konstruksi

Pelaksanaan proyek konstruksi dimulai dari awal hingga akhir proyek serta memiliki tujuan untuk menyelesaikan bangunan secara fisik dengan pengerjaan secara efisien. 

Selama proses pembangunan proyek, terdapat 3 aspek teknis yang biasanya digunakan yaitu :

  • Perencanaan (Planning)
  • Penjadwalan (Scheduling)
  • Pengendalian (Controlling)

 

Ketiga aspek itu akan saling terintegrasi untuk menghasilkan tujuan secara fisik yang terdiri dari faktor biaya, waktu, serta kualitas yang saling berkaitan satu sama lainnya.

Kualitas akan berkaitan dengan biaya yang akan dikeluarkan, lalu besar kecilnya biaya yang dikeluarkan akan menunjukkan tinggi-rendahnya kualitas suatu pekerjaan serta spesifikasi yang sama pula.

Selain itu, tinggi rendahnya kualitas juga berpengaruh pada durasi waktu pelaksanaan. Untuk menghasilkan proyek dengan kualitas yang tinggi harus dilakukan secara teliti dan sangat berhati-hati, serta dilakukan pengawasan yang lebih insentif. Maka dari itu, agar mendapatkan hasil yang maksimal, dibutuhkan waktu pengerjaan yang cukup lama.

Durasi waktu pelaksanaan proyek akan berpengaruh pada biaya. Jika proyek yang dikerjakan cukup lama akan memakan biaya yang cukup besar, sebaliknya jika proyek bisa dikerjakan secara cepat maka biaya yang dikeluarkan juga semakin kecil.

Hubungan antara biaya-waktu-kualitas ini akan saling bergantungan untuk memberikan beberapa kebutuhan untuk melangsungkan manajemen proyek konstruksi.

 

Baca Juga : Pengertian dan Tahapan Kick Off Meeting Pada Manajemen Proyek

 

Kesimpulan 

Dari pembahasan di atas dapat diketahui bahwa manajemen konstruksi adalah proses pelaksanaan pembangunan suatu proyek yang terdiri dari tahapan-tahapan proyek konstruksi. Dalam pembangunan ini, manajer konstruksi memegang peran penuh untuk melakukan pemantauan jalannya proses konstruksi. Hal ini bertujuan agar proses manajemen proyek konstruksi bisa dilakukan secara efisien dari segi biaya dan waktu agar memberikan kualitas yang baik.